Elon Musk Sukses Membeli Twitter, Jajaran Pemimpin Resmi Dipecat - Burungnya Sudah Bebas

Jum'at, 28 Oktober 2022 16:30
Elon Musk Sukses Membeli Twitter, Jajaran Pemimpin Resmi Dipecat - Burungnya Sudah Bebas
Credit:Instagram.com/elonrmuskk


Kapanlagi Plus - Dunia maya sedang dihebohkan dengan kabar miliarder Elon Musk yang berhasil membeli Twitter. Kabar ini sebenarnya sudah lama beredar dan akhirnya bisa terwujud pada akhir Oktober 2022.

"Burungnya sudah bebas," ujar Elon Musk melalui Twitter resminya, dikutip Jum'at (28/10/2022).

Sang miliarder ini tak menjelaskan secara pasti apa maksudnya. Namun "bebas" kemungkinan terkait dengan masalah penyensoran di Twitter yang sering kali dapat kritik dari pengguna.

1. Ungkap Alasan Beli Twitter

Elon Musk sempat memberikan pernyataan beberapa waktu lalu, bahwa ia ingin membuat Twitter sebagai "digital town square" agar semua orang bisa berpendapat dan berdialog tanpa adanya kekerasan.

"Itulah kenapa saya membeli Twitter. Saya tidak melakukannya karena ini akan mudah. Saya tidak melakukannya karena ingin mencetak uang. Saya ingin membantu kemanusiaan yang saya cintai," tulisĀ ElonĀ Musk.

2. Bawa Wastafel di Kantor Twitter

Bukan Elon Musk jika tak menunjukan sesuatu yang nyeleneh. Pada hari Rabu (26/10), Elon Musk datang membawa tempat cuci tangan alias wastafel. Kalimat 'let that sink in' diungkap Musk sembari menenteng wastafel. Tentu saja menimbulkan pertanyaan, apakah maksud pria 51 tahun ini?

Elon Musk telah merubah bio di akun Twitter-nya menjadi 'Chief Twit'. Kini ladang bisnis Elon Musk makin bertambah. Mulai dari menjadi CEO Tesla, SpaceX, dan Twitter.

3. Memecat CEO dan Jajarannya

Kini telah resmi menjadi pemilik baru Twitter, Elon Musk melakukan perombakan unntuk jajaran petinggi Twitter. Ia dilaporkan telah memecat CEO Parag Agrawal.

Tak sampai di situ saja, Head of Legal Vijaya Gadde, Chief Financial Officer Ned Segal, dan penasihat umum Twitter Sean Edgett Resmi dipecat. Kemudian untuk karyawan Twitter, CEO Tesla ini diperkirakan bakal mengurangi sejumlah staf sebagai bagian dari akuisisi.

4. Rencana Merombak Sudah Terbaca

Perombakan pimpinan Twitter ini sudah terbaca sejak lama. Terlihat dalam pesan teks yang diungkapkan selama gugatan yang menunjukan bahwa Elon Musk dan Agrawal terlibat perselisihan di awal proses kesepakatan.

Elon Musk juga mengejek Agrawal karena sedang berlibur di Hawaii saat di dan Twitter melakukan negosiasi awal. Bahkan Mantan CEO Twitter Jack Dorsey untuk menyatukan mereka, justru berakhir dengan perselisihan.

(kpl/dyn)



MORE STORIES




REKOMENDASI