Enaknya Makan Jeroan saat Lebaran, Tapi Amankah untuk Kolesterol Anda?

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

Enaknya Makan Jeroan saat Lebaran, Tapi Amankah untuk Kolesterol Anda?
Ilustrasi jeroan (Image from freepik.com)
Kapanlagi.com -

Lebaran selalu identik dengan berbagai hidangan istimewa yang menggugah selera. Opor ayam, rendang, hingga beragam kue kering menjadi menu utama yang hampir selalu hadir di setiap meja makan. Namun, di balik kenikmatan kuliner tersebut, terdapat potensi risiko kesehatan yang sering kali terabaikan, terutama bagi individu yang memiliki masalah kolesterol. Salah satu makanan yang kerap kali tersaji saat Lebaran adalah jeroan. Meski menggoda selera, pertanyaannya adalah, apakah jeroan aman dikonsumsi, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi?

Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung hingga stroke. Para ahli gizi menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti jeroan, dapat meningkatkan risiko tersebut. Terlebih lagi, kebiasaan makan berlebihan selama Lebaran, yang sering melibatkan hidangan kaya lemak, dapat memperburuk kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami bagaimana makanan ini berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh.

Namun, mengonsumsi jeroan bukan berarti harus sepenuhnya dihindari. Dengan pemilihan yang bijak dan moderasi yang tepat, Anda tetap bisa menikmati hidangan ini tanpa perlu khawatir tentang dampak buruk bagi kesehatan. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai jeroan dan bagaimana cara mengonsumsinya agar tetap aman bagi kadar kolesterol dalam tubuh.

1. Memahami Kolesterol: Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat

Kolesterol adalah jenis lemak yang terdapat dalam tubuh dan memiliki peran penting untuk kelancaran fungsi organ-organ tubuh. Namun, tidak semua jenis kolesterol memiliki dampak yang sama. Ada dua jenis kolesterol yang perlu dipahami, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol baik berfungsi untuk mengangkut kolesterol jahat dari aliran darah dan membawanya ke hati, sementara kolesterol jahat dapat menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.

Makanan yang mengandung lemak tinggi, khususnya lemak jenuh seperti yang ditemukan dalam jeroan, berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Kadar LDL yang tinggi dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol asupan makanan yang tinggi kolesterol, terutama saat Lebaran, ketika berbagai hidangan kaya kolesterol banyak disajikan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Jeroan dan Dampaknya Terhadap Kadar Kolesterol

Jeroan, seperti hati, jantung, usus, babat, dan lidah, adalah bagian tubuh hewan yang dikenal mengandung kolesterol tinggi. Walaupun rasanya nikmat, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu, jeroan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan kadar kolesterol tinggi.

Cara pengolahan jeroan juga memengaruhi kandungan kolesterol yang terkandung di dalamnya. Pengolahan dengan cara digoreng atau menggunakan santan, misalnya, akan meningkatkan kadar kolesterol dalam hidangan tersebut. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk memilih cara memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau memanggang, serta menghindari penggunaan santan yang berlebihan.

3. Pengaturan Konsumsi Jeroan Selama Lebaran

Momen Lebaran seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam mengontrol pola makan, apalagi setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Namun, penting untuk tetap menjaga kontrol atas porsi makanan yang dikonsumsi dan memilih bagian-bagian hewani yang lebih rendah kolesterol. Sebagai alternatif yang lebih sehat, Anda bisa memilih daging sapi atau ayam tanpa kulit yang lebih rendah kolesterol dibandingkan dengan jeroan atau kulit ayam.

Yang perlu diingat adalah, mengonsumsi jeroan bukanlah masalah selama dilakukan dengan moderasi. Disarankan untuk membatasi konsumsi makanan berlemak, seperti opor ayam atau sambel goreng ati, dan jika ingin menikmati jeroan, lakukan dengan porsi kecil serta tidak setiap hari. Dengan begitu, tubuh tetap dapat mengontrol kadar kolesterolnya dengan baik.

4. Tips Sehat Menikmati Hidangan Lebaran

Agar kadar kolesterol tetap terjaga selama Lebaran, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama, kontrol porsi makan Anda. Setelah berpuasa, nafsu makan cenderung meningkat, namun makan berlebihan justru dapat memperburuk kadar kolesterol. Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu mengontrol porsi makanan yang Anda konsumsi.

Selain itu, penting untuk tetap mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Serat memiliki peran dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh, serta membantu menjaga keseimbangan berat badan. Aktivitas fisik seperti jalan kaki santai atau jogging juga penting untuk membantu membakar kalori serta menjaga kesehatan jantung.

5. Menjaga Keseimbangan antara Kolesterol dan Hidangan Lebaran

Menjaga keseimbangan antara konsumsi makanan berlemak dan aktivitas fisik adalah kunci utama untuk mengontrol kolesterol tubuh. Meskipun jeroan adalah hidangan yang menggugah selera, penting untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya. Dengan mengatur pola makan yang sehat dan seimbang, Anda dapat mencegah lonjakan kolesterol yang bisa berujung pada masalah kesehatan lainnya.

Dengan beberapa langkah sederhana, seperti mengatur porsi makan, menghindari konsumsi jeroan secara berlebihan, dan tetap aktif bergerak, Anda dapat merayakan Lebaran dengan tetap menjaga kesehatan tubuh. Selamat menikmati momen Lebaran yang penuh kebahagiaan!

6. FAQ

Q: Apakah mengonsumsi jeroan secara berlebihan berbahaya bagi kesehatan?

A: Ya, mengonsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke.

Q: Apa yang harus dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol saat Lebaran?

A: Untuk menurunkan kadar kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berlemak tinggi seperti jeroan, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan serat. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki juga penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Q: Apakah daging tanpa kulit lebih aman untuk kolesterol?

A: Ya, daging tanpa kulit, seperti daging ayam atau sapi tanpa lemak, lebih aman untuk dikonsumsi dibandingkan bagian tubuh hewan yang berlemak tinggi, seperti kulit atau jeroan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)