Famtrip ke Bali, Cara Seru Kenalkan Pariwisata Indonesia kepada Vietnam

Senin, 13 Mei 2019 10:24 Penulis: Wuri Anggarini
Famtrip ke Bali, Cara Seru Kenalkan Pariwisata Indonesia kepada Vietnam
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Keindahan wisata di tanah air memang sudah mendunia. Sebut saja Bali dan Lombok yang sering menjadi destinasi wisata primadona bagi para wisatawan asing. Potensi wisata yang kaya mulai dari keindahan alam, budaya, hingga keramahan penduduk lokal memang jadi beberapa alasan yang bikin banyak wisatawan dari luar negeri liburan ke tanah air.

Biarpun punya nama yang sudah dikenal di dunia, tapi pemerintah lewat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tetap terus mempromosikan pariwisata di tanah air. Salah satu yang kini tengah dilakukan adalah untuk membidik pasar Vietnam. Kemenpar bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Ho Chi Minh City bakal menggelar kegiatan wisata pengenalan alias familiarization trip (famtrip). Kegiatan ini akan berlangsung 12-16 Mei 2019.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, kegiatan ini akan diikuti oleh 7 peserta dari Hanoi. Mereka terdiri dari 4 orang TA/TO, 2 awak media lokal Vietnam, dan 1 pendamping dari KBRI Hanoi. Kegiatan ini juga diikuti oleh VITO untuk pasar Thailand dan Indochina.

"Famtrip ini dilaksanakan untuk lebih memperkenalkan pariwisata Indonesia, khususnya Bali, ke pasar Vietnam. Hal tersebut dipandang perlu mengingat hingga saat ini Bali masih merupakan destinasi tujuan utama wisatawan asal Vietnam di Indonesia," ujarnya, Minggu (12/5).

Rizki menambahkan, famtrip ini juga dilaksanakan dalam rangka mempromosikan pembukaan rute baru maskapai Vietjet Air, yaitu rute Ho Chi Minh City (SGN) – Denpasar (DPS). Penerbangan perdana rute langsung (inaugural direct flight) tersebut, dijadwalkan pada tanggal 29 Mei 2019. Bali dipilih menjadi destinasi pertama Vietjet di Indonesia karena Bali sangat populer di pasar Vietnam. Dengan perpaduan antara keindahan dan kekayaan alam, budaya, serta religi menjadikan Pulau Dewata sebagai pusat pariwisata Indonesia.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, famtrip dirancang agar para peserta dapat explore Bali dan merasakan berbagai macam jenis wisata yang tersedia. Para peserta akan dimanjakan dengan aneka kuliner khas Bali yang sangat lezat, dan juga menikmati keindahan alam. Serta kearifan lokal yang disuguhkan oleh masyarakat Bali yang kental akan budaya dan tradisi. Tak luput juga beraneka jenis pusat perbelanjaan yang turut meramaikan destinasi-destinasi wisata di Bali.

"Pada pelaksanaan famtrip kali ini, peserta akan mengunjungi berbagai destinasi menarik selama 3 hari penuh. Peserta akan mengunjungi Finns Beach Club yang menawarkan pemandangan laut yang indah dan berselancar di pantai Berawa. Kemudian mengunjungi Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, explore Uluwatu dan menyaksikan Tari Kecak Api yang fenomenal (sunset time), serta mencoba VW safari ride, white water rafting, dan SPA. Peserta juga bakal menikmati seafood dinner di Jimbaran (Resto Kayu Manis), serta berbagai kegiatan dan destinasi menarik lainnya di Bali," bebernya.

Kegiatan Famtrip ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dalam rangka merealisasikan pencapaian target 20 juta wisman sepanjang tahun 2019, khususnya wisatawan asal Vietnam. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan baik antara Vietnam dan Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Bali memang menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Iya yakin, kegiatan semacam Famtrip sangat mengena bagi promosi wisata di Tanah Air. Sebab, para peserta baik travel agen maupun media dapat menyaksikan dan mengalami langsung atraksi wisata yang disajikan.

"Dengan menyaksikan langsung, maka media akan lebih akurat dan menarik dalam menyajikan tulisan atau tayangan mereka. Penyajian yang lengkap dan menarik ini akan mendorong wisman berkunjung ke Indonesia. Sementara para travel agen pun bisa mempresentasikan atau mempromosikan destinasi yang dikunjungi dengan lebih real," jelasnya.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI