Fenomena Hujan Es Terjadi di Magelang, Beberapa Pohon Tumbang

Rabu, 13 Maret 2019 19:50 Penulis: Guntur Merdekawan
Fenomena Hujan Es Terjadi di Magelang, Beberapa Pohon Tumbang
Ilustrasi Hujan Es © Liputan6/iStockphoto


Kapanlagi Plus - Hari ini, Rabu (13/3/2019), sebuah fenomena yang tak biasa terjadi di Wilayah Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sejak siang, turun hujan yang disertai butiran es yang sontak membuat beberapa orang kaget. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara tropikal yang tak memiliki musim dingin. Artinya, turunnya butiran es saat hujan adalah hal yang tidak terjadi pada umumnya.

Kabar tersebut diumumkan sendiri oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho lewat akun Twitter resminya, @Sutopo_PN. Bahkan menurutnya, hujan terjadi cukup lebat sampai mengakibatkan beberapa pohon tumbang.


"Hujan campur es di Pakis Kabupaten Magelang Jawa Tengah pada 13 Maret 2019 sekitar pukul 13.00 WIB. Hujan deras berlangsung di daerah Magelang hingga Yogyakarta. Beberapa pohon tumbang," tulis Sutopo dalam cuitannya.

1. Fenomena Hujan Es

Sebelumnya pada Bulan Januari lalu, laporan mengenai hujan es juga ditemukan di Magelang. Bahkan, tak cuma Magelang, kota-kota lain seperti Bandung dan Jakarta juga sempat mengalaminya. Lalu fenomena apakah ini sebenarnya? Setelah ditelusuri, hujan es atau yang sering disebut dengan kata-kata hail storm memang menungkinkan terjadi dalam kondisi cuaca yang buruk, seperti badai angin.

Lalu darimana datangnya butiran es itu? Ternyata, es tersebut merupakan debu-debu yang diterbangkan oleh angin, lalu bertabrakan dengan air dingin. Butiran es lalu terbentuk ketika air membeku di sekitaran objek yang berterbangan. Nah karena massa-nya yang terlalu berat, maka jatuhlah ke tanah. Dari fakta itu bisa disimpulkan bahwa hujan es malah kecil kemungkinannya terjadi di musim dingin.

Dilansir dari Liputan6.com, pihak BMKG Indonesia sendiri sempat menjelaskan fenomena hujan es yang terjadi di daerah tropis ini. "Penyebab utama adalah adanya kondensasi/pengembunan yang mendadak. Ini biasa terjadi pada awan Cb (cumulonimbus), yakni awan yang merupakan kumpulan uap air yang sangat padat, tebal, berat, hitam. Satu lagi, hal seperti ini atau hujan es ini durasinya pendek, hanya 5-10 menit saja. Meski demikian, waspada tetap diperlukan," kata Septima, prakirawan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI