From 9 to 5 Bebas Burnout, Ini Strategi Atur Jadwal Kerja biar Produktivitas Maksimal

Kamis, 21 Juli 2022 17:11 Penulis: Wuri Anggarini
From 9 to 5 Bebas Burnout, Ini Strategi Atur Jadwal Kerja biar Produktivitas Maksimal
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Jadi pekerja kantoran dengan kesibukan yang padat merayap memang rentan memicu burnout. Salah satu cara menciptakan work life balance bisa dilakukan dengan membuat manajemen waktu yang baik saat bekerja, sehingga deretan task dan deadline bisa diselesaikan dengan tepat waktu tanpa harus lembur.

Masih bingung gimana cara mengatur waktu yang tepat saat bekerja? Beberapa strategi ini bisa diterapkan untuk mencapai produktivitas maksimal tanpa bikin burnout.

Buat Gambaran Besar Rutinitas yang Biasa Dijalani

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Dalam rangka mengatur waktu bekerja yang efektif, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Langkah pertama adalah membuat ganmbaran besar apa saja rutinitas pekerjaan yang dijalani sehari-hari. Hal ini penting untuk memudahkanmu dalam mengatur waktu bekerja.

Catat apa saja yang biasa dilakukan saat bekerja, misalnya saja mengecek dan membalas email, meeting, hingga mengerjakan task personal. Dengan mengetahui apa saja rutinitas harian, kamu bisa dengan mudah membagi waktu saat menyelesaikan pekerjaan.

Atur Pembagian Jadwal yang Ideal

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Setelah mengetahui apa saja rutinitas harian yang dijalani, langkah selanjutnya adalah mulai mengatur waktu melakukan pekerjaan. Jika pagi hari diawali dengan meeting bersama tim, selanjutnya tinggal mengatur urutan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan.

Secara umum, puncak produktivitas seseorang ada di antara jam 8-12 siang. Jadi, inilah waktu ideal untuk menyelesaikan pekerjaan paling penting atau yang tergolong berat. Misalnya saja task personal yang memiliki deadline ketat.

Menjelang sore hari, biasanya otak mulai lelah sehingga fokus pun berkurang. Nah, kamu bisa mengatur pekerjaan untuk menyelesaikan tugas ringan. Misalnya saja membalas email, update jadwal meeting, atau catch up dengan progress project yang sedang ditangani.

Beri Jeda untuk Istirahat

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Waktu istirahat siang bukan hanya diperlukan untuk mengisi perut yang lapar saja. Di momen ini penting juga untuk mengistirahatkan otak dan membuatnya lebih rileks setelah ngebut melakukan berbagai pekerjaan.

Jadi, setelah makan siang idealnya kamu melakukan sesuatu yang bisa menyegarkan pikiran. Misalnya ngobrol dengan teman kerja, mendengarkan musik yang bikin rileks, atau nonton video yang menghibur. Begitu waktu istirahat selesai, pikiran pun bisa kembali merasa segar.

Yang Perlu Dilakukan Sebelum Pulang Kerja

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Jika jam kerja sudah berakhir, jangan buru-buru pulang dulu. Sebelum cabut dari meja kerja, ada baiknya recap kembali apa saja yang sudah dikerjakan hari ini dan lakukan persiapan untuk keesokan harinya.

Jika ada task yang belum selesai, kamu bisa mencatatnya dalam to do list tentang progress dan apa yang harus dilakukan besok. Begitu pun jika ada pekerjaan yang belum ter-handle, catat dulu supaya tidak terlupa. Jadi, keesokan harinya kamu nggak perlu kembali menyisir pekerjaan apa yang harus dilakukan sehingga lebih efektif.

Work life balance bukan cuma wacana saja kok selama kamu bisa melakukan strategi yang tepat. Selamat bekerja!  

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI