Galakkan Urban Farming, Pemkot Tangerang Serius Wujudkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

Selasa, 24 November 2020 13:13 Penulis: Iwan Tantomi
Galakkan Urban Farming, Pemkot Tangerang Serius Wujudkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
credit: Pemkot Tangerang

Kapanlagi Plus - Pandemi tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada sektor lain seperti perekonomian hingga ketahanan pangan. Demi meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus gencar melakukan program percepatan ketahanan pangan di tengah pandemi.

Program tersebut diterapkan di antaranya dengan memanfaatkan area-area terbuka dan lahan tidur untuk dialihfungsikan menjadi produktif. Pemkot Tangerang terus mendistribusikan bibit tanaman produktif untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Mulai dari bibit tanaman cabai, pakcoy, kangkung hingga terong, yang disebar ke 13 kecamatan.

credit: Pemkot Tangerangcredit: Pemkot Tangerang

Sejak Oktober lalu, program membagikan 380 ribu bibit ke warga-warga terdampak Covid-19 di Kota Tangerang sudah berjalan. Khusus untuk di wilayah Kecamatan Tangerang, telah diserahkan 1.000 bibit pohon cabai yang merupakan hasil pembibitan KWT Mawar Berseri.

Salah satu lahan yang menjadi percontohan yakni Ecofarm Mekarsari yang lokasinya berada tidak jauh dari Ecopark, Kecamatan Neglasari, yang melakukan panen raya sejumlah tanaman konsumsi.

Ecofarm Mekarsari dibuat dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 700 meter persegi dengan area tanam sebanyak sembilan titik serta berbagai tanaman hortikultura. Area ini merupakan hasil kolaborasi antara Disbudparman dan KWT Jagal (Jaga Aman Lingkungan) Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari.

credit: Pemkot Tangerangcredit: Pemkot Tangerang

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, di tengah masa pandemi yang melanda, pemkot terus berupaya memberikan solusi untuk warga agar tetap produktif, salah satunya melalui Program Ketahanan Pangan.

"Pemkot siapkan lahannya dan juga bibitnya sampai proses tanam," kata Arief baru-baru ini saat meninjau lahan tidur yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Melalui program ketahanan pangan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap, bisa turut mengurangi beban belanja harian warga Kota Tangerang. Melalui bibit sayuran ini, warga bisa menikmati panen dan tentunya mendorong kebiasaan bercocok tanam warga, serta menyuplai kebutuhan sayuran keluarga dengan tanaman di rumah sendiri.

Galakkan Urban Farming

credit: Pemkot Tangerangcredit: Pemkot Tangerang

Tak hanya memanfaatkan lahan tidur, Pemkot Tangerang juga mengubah lahan kumuh jadi lahan produktif. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang membangun urban farming, di bantaran Sungai Cisadane. Di tahap awal, DKP menyerahkan 600 bibit sayuran untuk diolah di lahan 3.800 meter persegi. Mulai dari sayuran kangkung, cabai, tomat, terong hingga porang.

"Program urban farming di bantaran Sungai Cisadane memang menjadi fokus DKP, setelah menggarap 380 ribu pohon produktif untuk warga terdampak pandemi Covid-19. Kali ini, DKP menggarap lahan-lahan tidur di pemukiman warga," kata Kepala DKP Kota Tangerang, Abduh Surahman.

Ia pun mengungkapkan, dalam program ini DKP membantu membuka lahan, pembagian bibit, hingga proses pengolahan lahan hingga panen. "Dengan memanfaatkan lahan di sini secara berkelanjutan, insyaallah nanti hasil panennya juga dapat dinikmati bersama-sama," kata Abduh.

Sementara itu, Gandi salah seorang warga yang ikut menggarap lahan bantaran Sungai Cisadane pun antusias untuk mengikuti program ketahanan pangan ini. Terlebih bagi dirinya, bisa membantu ia dan teman-teman lainnya sekaligus untuk mengisi waktu luang di masa pandemi ini, dengan kegiatan yang positif. (*)

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI