Harga Plastik Melonjak, Ini 5 Rekomendasi Pembungkus Makanan yang Lebih Eco-Friendly

Harga Plastik Melonjak, Ini 5 Rekomendasi Pembungkus Makanan yang Lebih Eco-Friendly
Rekomendasi Pembungkus Makanan yang Lebih Eco-Friendly (c) unsplash.com

Kapanlagi.com -

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak di masyarakat. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan harga minyak dunia meroket. Di Indonesia, hal ini juga berdampak pada naiknya harga berbagai produk berbahan plastik. Tekanan pun dirasakan para pelaku bisnis kuliner yang rata-rata menggunakan plastik sebagai kemasan produknya.

Namun sebenarnya kemasan plastik bukanlah satu-satunya bahan yang bisa dipakai untuk membungkus produk kuliner. Ada beberapa rekomendasi pembungkus makanan yang bisa dijadikan opsi. Beberapa rekomendasi kemasan ini bahkan juga lebih eco-friendly, sehingga dengan menggunakannya berarti turut menjaga ekosistem lingkungan.

Penasaran, apa saja rekomendasi kemasan pembungkus makanan yang lebih eco-friendly? Langsung saja simak ulasannya berikut ini.

1. Pembungkus Kemasan Kertas Kraft 

Pembungkus Kemasan Kertas Kraft (c) unsplash.com

Bagi Anda yang menjual produk kuliner kering, kertas kraft adalah pilihan. Kertas kraft dirancang khusus untuk membungkus makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak. Jadi, Anda tidak perlu lagi menambahkan lapisan plastik tambahan di bagian dalam kemasan. Makanan tetap higienis dan tampilan kemasan tidak akan terlihat kusam akibat rembesan minyak.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Paper Bowl dan Paper Cup

Paper Bowl dan Paper Cup (c) unsplash.com

Jika Anda pelaku bisnis kuliner makanan berkuah atau minuman, ada wadah kertas berbentuk mangkuk dan gelas yang bisa jadi solusi praktis. Material ini memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap paparan suhu panas tinggi. Dengan kemasan ini, konsumen dapat menikmati makanan dan minuman hangat tanpa perlu khawatir risiko bocor.

Nilai plus lain dari kemasan ini ialah relatif mudah untuk didaur ulang. Artinya, dengan memakai kemasan ini, Anda turut membantu mengurangi mengurangi masalah sampah secara nyata. Selain itu, desainnya juga cenderung modern sehingga dapat menambah nilai jual produk.

3. Inovasi Wadah Organik dari Ampas Tebu 

Ampas atau limbah sisa pengolahan tebu diproses menjadi wadah makanan yang sangat kokoh dan kuat. Kini, inovasi olahan ampas tebu atau yang dikenal sebagai bagasse juga bisa digunakan untuk produk kemasan. Keunggulan utama dari produk inovasi ini adalah kesolidannya.

Kemasan ini mempunyai struktur material yang solid mampu menahan beban cukup berat. Kemasan ini juga sangat aman untuk digunakan di dalam microwave. Bicara soal ramah lingkungan, inovasi wadah kemasan ini dipastikan dapat terurai secara alami dan cepat di dalam tanah.

4. Kantong Nabati dari Pati Singkong dan Jagung

Kantong Nabati dari Pati Singkong dan Jagung (c) unsplash.com

Selain ampas tebu, pati dari singkong dan jagung kini juga telah dikembangkan jadi produk bio-plastic. Secara visual dan juga ketahanan, produk inovasi kantong berbahan nabati ini sangat mirip plastik sungguhan.

Namun perlu diketahui bahwa, kantong nabati ini dapat larut dalam air. Artinya, inovasi ini tidak akan cocok untuk kemasan makanan yang bersifat cair dan juga tidak cocok untuk minuman. Nilai plusnya, hal ini baik untuk ekosistem karena sifatnya yang sangat mudah terurai.

5. Pembungkus Alami dari Daun dan Pelepah Tanaman

Pembungkus Alami dari Daun dan Pelepah Tanaman (c) unsplash.com

Penggunaan pembungkus makanan ramah lingkungan sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia. Sebelum muncul berbagai inovasi teknologi, masyarakat Indonesia terdahulu telah menggunakan berbagai macam pembungkus makanan alami seperti dengan daun atau pelepah tanaman. Bahkan sampai sekarang, hal ini masih bisa dijumpai di berbagai tempat seperti pasar tradisional.

Di saat produk kemasan plastik mulai langka dan harganya melambung, penggunaan kembali pembungkus tradisional bisa Anda jadikan opsi. Ada banyak sekali pilihan bahan alami yang bisa dipergunakan sebagai pembungkus makanan, seperti daun pisang, daun jati, janur, pelepah pinang, dn sebagainya.

Tidak hanya ramah lingkungan, pembungkus alami ini juga bisa memberikan aroma yang khas pada makanan. Selain itu dengan sedikit kreativitas, berbagai material pembungkus alami seperti daun dan pelepah tanaman juga bisa disulap jadi kemasan produk yang lebih bernilai estetika.

6. FAQ

Bagaimana dampak penutupan Selat Hormuz terhadap harga kemasan plastik di Indonesia?

Penutupan Selat Hormuz mengganggu distribusi minyak dunia yang merupakan bahan dasar plastik. Hal ini menyebabkan harga plastik melonjak dan otomatis meningkatkan beban biaya operasional kuliner.

Apakah kemasan berbahan ampas tebu benar-benar aman jika digunakan dalam microwave?

Iya, wadah bagasse atau ampas tebu memiliki ketahanan panas yang sangat luar biasa. Material ini tetap stabil dan tidak mengeluarkan zat berbahaya saat terkena suhu tinggi.

Seberapa cepat kantong pati singkong dapat terurai jika dibandingkan dengan plastik biasa?

Kantong pati singkong dapat hancur dalam hitungan bulan saja atau larut dalam air. Plastik konvensional membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk bisa benar-benar hancur sepenuhnya.

Apakah penggunaan daun pisang sebagai kemasan modern sudah terjamin aspek kebersihannya?

Tentu saja, daun pisang untuk kemasan modern melalui proses sterilisasi dan pembersihan khusus. Hal ini memastikan tidak ada kuman yang menempel pada sajian makanan yang dihidangkan.

Temukan berbagai artikel menarik lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending