Heboh! Temuan BPOM Terbaru Indikasikan Samyang Tidak Halal?

Agista Rully | Senin, 19 Juni 2017 08:18
Heboh! Temuan BPOM Terbaru Indikasikan Samyang Tidak Halal?
© istimewa

Kapanlagi.com - Sejak industri hiburan Korea Selatan menginvasi Indonesia besar-besaran, kuliner khas negeri Ginseng pun jadi favorit penggemar. Sebut saja kimbap, tteokboki, bulgogi, dan mie instan ramen. Sejak beberapa tahun terakhir, salah satu mie ramen pedas jadi kegemaran warga Indonesia. Namun sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, timbul keraguan apakah mie ramen instan tersebut halal atau tidak?

Berdasarkan press release perusahaan yang diterima oleh KapanLagi.com® pada 2016 lalu, distributor Samyang selaku perusahaan produsen mie pedas memberikan bukti bahwa mie dengan varian Bul Dak Bokkum Myeon (Spicy Chicken Ramen) adalah halal dan telah mendapat sertifikasi KMF (Korean Muslim Federation). Sementara untuk saat ini Bul Dak Bokkum Myeon, mie Samyang dengan bungkus hitam tengah menjalani sertifikasi halal MUI seperti yang telah dijelaskan dalam artikel berikut ini.

Mie yang terdapat dalam gambar tersebut dinyatakan mengandung babi oleh BPOM © istimewaMie yang terdapat dalam gambar tersebut dinyatakan mengandung babi oleh BPOM © istimewa

Bila masih ragu mengenai halal atau tidaknya Bul Dak Bokkum Myeon, bisa dicek dalam penjelasan dalam artikel ini. Tapi akhir pekan lalu, penggemar mie instan Korea Selatan kembali dihebohkan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan pengumuman bahwa beberapa varian mie Samyang dan mie instan Korea Selatan lain mengandung babi.

Melalui surat yang diterbitkan tanggal 15 Juni 2017 ini, Mie Samyang jenis U-Dong dan Rasa Kimchi menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi tapi tidak mencantumkan peringatan mengandung babi pada label. Begitu juga produk Nongshim Shin Ramyun dan Ottogi Yeul Ramen.

Surat edaran BPOM yang menyatakan sejumlah varian mie instan Korea Selatan tidak halal © BPOMSurat edaran BPOM yang menyatakan sejumlah varian mie instan Korea Selatan tidak halal © BPOM

Berdasarkan surat edaran tersebut, BPOM juga meminta sejumlah mie instan itu ditarik dari peredaran. "Kami informasikan target pemantauan antara lain sarana distribusi retail produk penjual termasuk importir distributor, toko, supermarket, hipermarket, pasar tradisional," tulis surat tersebut.

Jadi, jangan salah kaprah dulu ya KLovers. Mari kita tunggu lebih lanjut surat edaran pemerintah lain agar merasa lebih aman mengkonsumsi mie ramen instan ini. Dan ingat, tidak semua mie ramen instan dari Korea Selatan mengandung babi ;)

(kpl/agt)




PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI