Hidup Kadang Sebercanda Itu, Tapi Anak Muda Wajib Tahu Cara Menikmati Waktu Bersama Pasanganmu

Senin, 19 September 2022 17:45
Hidup Kadang Sebercanda Itu, Tapi Anak Muda Wajib Tahu Cara Menikmati Waktu Bersama Pasanganmu
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Artikel ini ditulis oleh dr. Sang Arifianto, Sp.OG

Coba diingat-ingat dulu, pernah nggak sih mengalami kejadian nggak terduga yang bikin panik? Misalnya saja ban bocor yang terjadi saat lagi asyik mengendarai mobil, atau tangan yang tersundut api kompor waktu lagi bereksperimen resep masakan yang viral di TikTok. Merasa familiar dengan kondisi nggak terduga seperti itu, KLovers?

Tapi, nggak perlu panik karena sebercanda apapun hidup, selalu ada solusi yang membantu keluar dari berbagai masalah tersebut. Misalnya minta bantuan teman saat ban bocor di jalan, atau segera melakukan tindakan P3K saat tersundut api kompor.

Nggak terkecuali dengan hubungan bersama pasangan. Setelah bertahun-tahun memasuki dunia pernikahan, pasti banyak cerita pasang surut yang dilalui bersama. Nggak terkecuali tentang masalah kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang tepat.

Pasang surut pernikahan bisa saja terjadi dengan berbagai kondisi darurat. Misalnya yang pernah dialami Mawar, ibu dua anak yang bekerja di sebuah bank ini menjalani LDM alias long distance marriage dengan suaminya. Jadwal bertemu yang nggak tentu membuat jadwal berhubungan seksual juga nggak bisa diduga. Jika hamil di luar perencanaan, tentu bisa membuatnya kewalahan karena kini memiliki 2 anak saja cukup menyita waktunya.

Belum lagi cerita Melati, ibu rumah tangga dengan 3 anak. Sang suami bekerja sebagai driver ojol dengan penghasilan yang nggak tentu setiap bulannya. Memiliki anak lagi tentu saja bisa mempengaruhi kondisi keuangan keluarga.

Berbagai cerita di atas bisa jadi contoh bagaimana kehamilan yang tidak direncanakan bisa terjadi. Jika nggak disiapkan secara matang, tentunya bisa mempengaruhi berbagai hal seperti kondisi fisik dan emosional sang ibu. Kalau diteruskan, bisa juga memberikan dampak terhadap kondisi janin, lho. Stunting, anemia, hingga pertumbuhan janin yang terhambat bisa jadi risiko yang dialami ketika menghadapi kondisi nggak terduga tersebut.

Dari kasus tersebut, nggak jarang juga yang memutuskan untuk mengakhiri kehamilan dengan cara aborsi. Fakta mencengangkan adalah ternyata sekitar 2 juta perempuan Indonesia melakukan aborsi setiap tahun dan ada juga yang menempuh aborsi dengan cara tidak aman, yaitu lewat tenaga non medis yang bisa mengancam nyawa sang ibu. Belum lagi masalah ekonomi yang juga bisa terjadi karena jumlah anak yang banyak. Inilah pentingnya mengedukasi diri tentang perencanaan kehamilan yang tepat untuk mencegah berbagai kasus kehamilan yang nggak direncanakan.

Solusi Darurat untuk Menikmati Waktu Bersama Pasangan

Bukan berarti nggak bisa menikmati waktu bersama pasangan yang menyenangkan dan tanpa beban. Selalu ada solusi untuk kondisi darurat sekalipun, salah satunya adalah kontrasepsi emergensi yang sudah banyak tersedia. WHO (World Health Organization) merekomendasikan dalam bentuk pil kontrasepsi darurat atau Postpil. Kandungannya berisi derivat hormon progesteron atau yang dikenal dengan nama levonogestrel. Ada 2 pil yang harus dikonsumsi secara bersamaan dalam waktu maksimal 72 jam (3 hari) pasca berhubungan seksual tanpa pengaman.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bagi yang belum tahu, mekanisme cara kerjanya adalah mempengaruhi terjadinya ovulasi, sehingga menunda pelepasan sel telur, mengentalkan lendir serviks hingga motilitas sperma juga ikut turun. Hal ini nantinya mencegah penempelan embrio atau zigot pada dinding endometrium rahim. Jadi, pil kontrasepsi darurat nggak bisa memicu terjadinya keguguran. Jika memang sudah terbentuk janin dalam kandungan, maka pil darurat sudah nggak efektif lagi.

Nggak hanya itu, pil darurat ini juga aman, efektif dan mudah dikonsumsi. Cukup dengan sekali konsumsi dalam rentang waktu 24 jam, bisa mengurangi risiko kehamilan hingga 90%.

Lalu apakah aman jika sering dikonsumsi? Kalau secara teori, kamu bisa mengonsumsinya hingga maksimal 3x dalam sebulan. Jika terlalu sering, disarankan buat mengganti kontrasepsi rutin lain seperti IUD, pil KB rutin, suntik atau implan (susuk).

Pil kontrasepsi ini juga efektif bagi yang sudah menggunakan pil regular tapi terlewat, salah menghitung masa subur bagi yang menggunakan KB kalender, kondom robek saat berhubungan, atau bagi perempuan yang sama sekali tidak pernah menggunakan kontrasepsi.

Percayalah kalau selalu ada solusi untuk kondisi darurat apapun dalam hidup. Jadi, masih bisa kok menikmati waktu yang menyenangkan bersama pasangan. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kesayanganmu dan jangan lupa ingatkan untuk memberikan kemudahan dalam mengakses pil kontrasepsi emergensimu.

(adv/wri)



MORE STORIES




REKOMENDASI