Hidup Sebatang Kara Tak Punya Rumah, Kakek Ini Mandi di Selokan
© Facebook.com/Desta Tama
Kapanlagi.com - Seperti yang telah tertera dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 34, fakir miskin dan anak-anak terlantar akan dipelihara oleh negara. Golongan yang disebutkan dalam pasal ini merupakan tanggung jawab dari Kementerian Sosial. Meski demikian, masih banyak ditemui gelandangan dan pengemis yang belum dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sendiri sebetulnya telah menganggarkan sekitar 40 hunian tetap bagi para tuna wisma, sayangnya gerakan ini baru dicanangkan di Kota Malang. Sementara daerah lain di Indonesia belum diketahui apakah akan mencanangkan program yang sama atau tidak, di Sukabumi, Jawa Barat contohnya.

Seorang kakek yang namanya tak diketahui belakangan menarik perhatian netizen. Sebab kakek yang lahir pada tahun 1942 tersebut hidup sebatang kara dan tidak memiliki sanak keluarga atau tempat tinggal. Maka dari itu, sang kakek terpaksa tinggal beralas tanah dan beratap langit.
Advertisement
"Seumur hidup beliau tinggal di jalanan, tanpa keluarga, tanpa rumah, dan tanpa harapan. Tubuhnya kurus kering karena beliau makan 2 hari sekali. Bahkan beliau mandi di selokan yang kotor," tulis pemilik akun Facebook Desta Tama.

Beserta tulisan tersebut, Desta juga membagikan foto serta video sang kakek yang menggunakan bahasa Sunda. "Keinginannya tidak besar, beliau hanya ingin memiliki tempat untuk pulang, tidur, dan mandi yang layak. Apakah dia akan mati di jalanan seperti binatang yang diabaikan?" lanjutnya.
Saat diwawancarai oleh Desta, sang kakek mengaku tidak memiliki istri atau anak karena belum pernah menikah. Dia mengatakan bahwa dirinya adalah anak bungsu sementara semua saudara kandungnya telah meninggal. Sejak kecil, beliau hidup berpindah-pindah. Miris banget kan? Well, semoga Kementerian Sosial segera menanggapi kisah menyedihkan kakek ini ya :(
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/agt)
Advertisement
