Hukum dan Tata Cara Sholat Kusuf yang Dilaksanakan Saat Terjadi Gerhana Matahari

Minggu, 02 Mei 2021 12:44 Penulis: Anik Setiyaningrum
Hukum dan Tata Cara Sholat Kusuf yang Dilaksanakan Saat Terjadi Gerhana Matahari
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Sholat kusuf adalah ibadah yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari yaitu fenomena yang terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi.

Nah, sholat kusuf ini dilaksanakan sebagai bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT atas terjadinya fenomena alam yang demikian. Selain sholat kusuf, ada pula sholat khusuf atau gerhana bulan yang juga merupakan fenomena alam yang menunjukkan kebesaran Allah SWT.

Sholat kusuf atau sholat sunnah gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, sedangkan sholat gerhana bulan pada tahun kelima hijriyah dan menurut pendapat yang kuat (rajih) pada bulan Jumadal Akhirah.

"Sholat gerhana matahari disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah, sedangkan sholat gerhana bulan menurut pendapat yang kuat (rajih) pada tahun kelima Hijriyah bulan Jumadal Akhirah," (Lihat Ibrahim al-Baijuri, Hasyiyah al-Baijuri, Hasyiyatus Syeikh Ibrahim al-Baijuri, Indonesia, Darul Kutub al-Islamiyyah, 1428 H/2007 M, juz I, halaman 434).

Jika kalian ingin memahami lebih lanjut mengenai sholat kusuf ini, silakan simak beberapa informasi yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

 

1. Hukum Sholat Kusuf

Untuk melaksanakan suatu hal yang diyakini sebagai ibadah, alangkah lebih baik jika kalian mengetahui hukum mengenai hal tersebut, termasuk hukum tentang sholat kusuf. Berdasarkan informasi yang dilansir dari nu.or.id, mayoritas ulama menyatakan bahwa hukum menjalankan sholat gerhana baik gerhana matahari (sholat kusuf) maupun gerhana bulan (sholat khusuf) adalah sunah mu'akkadah. Penjelasan mengenai hal tersebut bisa kalian simak dalam keterangan berikut ini.

"Menurut kesepakatan para ulama (ijma) hukum sholat gerhana matahari dan gerhana bulan adalah sunnah mu'akkadah. Akan tetapi menurut Imam Malik dan Abu Hanifah sholat gerhana bulan dilakukan sendiri-sendiri dua rakaat seperti sholat sunnah lainnya," (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darul Hadits, 1431 H/2010 M, juz VI, halaman 106).

Pendapat ini didasarkan pada firman Allah SWT dan salah satu hadis Nabi SAW. Allah Ta'ala berfirman,

"Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya," (QS Fushilat [41]: 37).

Dari firman itu pula bisa dipahami bahwa sholat kusuf dilaksanakan atas dasar meyakini kebesaran Sang Pencipta yang menciptakan segala fenomena besar atau kecil di dunia.

 

 

2. Tata Cara Sholat Kusuf

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini dapat kalian ketahui bagaimana cara memahami fenomena alam gerhana matahari sekaligus cara menyikapinya.

"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta'ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan sholatlah kalian," (HR Bukhari-Muslim).

Perintah "bangkit dan sholatlah" tersebut bisa kalian pahami sebagai perintah untuk mengakui dan memahami kebesaran Allah SWT dengan melaksanakan sholat kusuf saat terjadi gerhana matahari dan sholat khusuf saat terjadi gerhana bulan.

Adapun tata cara sholat kusuf yang bisa kalian ikuti yaitu,

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.

2. Sholat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,"As-Sholatu jami'ah."

4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufus syams) atau gerhana bulan (khusuful qamar), menjadi imam atau ma'mum.

5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.

7. Setelah ruku pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali.

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhotbah.

 

 

3. Anjuran Dalam Melaksanakan Sholat Kusuf

Berdasarkan informasi yang dilansir dari nu.or.id, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dalam melaksanakan sholat kusuf

1. Ruku yang pertama dalam rakaat pertama lebih panjang dari yang kedua. Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab fikih madzhab Syafi'i, pada ruku pertama membaca tasbih kira-kira lamanya sama dengan membaca seratus ayat surat Al-Baqarah, sedang ruku kedua kira-kira delapan puluh ayat. Begitu seterusnya dalam rakaat kedua.

Untuk ruku pertama pada rakaat kedua membaca tasbih lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan ruku keduanya kira-kira lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.

2. Mengenai sujud, memang ada yang mengatakan tidak perlu lama. Tetapi menurut Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi, pendapat yang sahih adalah pendapat yang menyatakan bahwa sujud juga lama. Jawaban mengenai lamanya sujud ini yaitu, kira-kira sama seperti lamanya ruku.

Dengan kata lain, sujud pertama dalam rakaat pertama membaca tasbih lamanya kira-kira seratus ayat surat Al-Baqarah dan untuk sujud kedua kira-kira lamanya sama dengan membaca delapan puluh ayat. Sedang sujud pertama dalam rakaat kedua lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan sujud kedua dalam rakaat kedua lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.

Di samping itu bacaan surat dalam sholat kusuf atau sholat gerhana matahari boleh dipelankan, boleh juga dikeraskan, tetapi disunahkan pelan. Dalam sholat gerhana tidak ada adzan dan iqamah.

"Bertasbih dalam ruku pertama kira-kira lamanya seperti lamanya membaca seratus ayat dari surat Al-Baqarah, ruku kedua delapan puluh ayat, ketiga tujuh puluh ayat dan keempat lima puluh ayat. Saya berpendapat bahwa pendapat yang sahih adalah memanjangkan sujud sebagaimana dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari-Muslim dan pendapat imam Syafi'i yang terdapat dalam kitab Mukhtashar Al-Buwaithi bahwa ia memanjangkan sujud seperti memanjangkan ruku yang sebelum sujud. Wallahu a'lam. Karenanya, sujud yang pertama itu panjangnya seperti ruku' yang pertama begitu seterusnya. Sholat gerhana matahari sunah dilaksanakan secara berjamaah dan diseru dengan ungkapan ash-shalatu jami'ah. Disunahkan meninggikan suara ketika membaca surat dalam sholat gerhana bulan, bukan gerhana matahari bahkan memelankan bacaan suratnya karena sholat gerhana matahari merupakan sholat sunnah yang dilakukan siang hari," (Lihat Muhammad Az-Zuhri Al-Ghamrawi, As-Sirajul Wahhaj, Beirut, Darul Ma'rifah, tt, 98).

3. Setelah selesai sholat, dilanjutkan dengan dua khutbah sebagaimana khotbah Jumat. Namun jika sholat sunnah gerhana matahari dilakukan sendirian, tidak perlu ada khotbah. Begitu juga jika semua jamaahnya adalah perempuan. Tetapi jika ada salah satu dari perempuan tersebut yang berdiri untuk memberikan mauidlah tidak ada masalah (la ba'sa bih).

"Kemudian imam berkhotbah atau orang yang menggantikan imam. Khotbah dikhususkan bagi orang laki-laki yang yang mengikuti sholat tersebut secara jamaah. Karenanya, tidak ada khutbah bagi orang yang sholat sendirian juga bagi jamaah perempuan, (akan tetapi) jika salah satu dari jamaah perempuan berdiri dan memberikan mauidlah, tidak apa-apa sebagaimana dalam khotbah sholat 'ied," (Lihat Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatus Syeikh Ibrahim Al-Baijuri, Indonesia, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 1428 H/2007 M, juz I, halaman 438).

4. Pada fenomena gerhana matahari yang terjadi 21 Juni 2020 yang lalu, seperti yang dilansir dari liputan6.com, Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Kemenag menganjrkan masyarakat untuk membaca takbir, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya.

"Setelah sholat, Imam lalu menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya," ujar Kamaruddin.

Karena saat itu gerhana matahari terjadi saat pandemi covid, Kamaruddin juga menghimbau agar masyarakat berdoa agar pandemi segera berakhir.

"Jangan lupa berdoa agar wabah Covid-19 segera berakhir dan juga doa untuk keselamatan bangsa dan Negara," tandasnya.

Itulah penjelasan mengenai hukum, tata cara, dan anjuran sholat kusuf. Semoga bisa dipahami dan mendapatkan pencerahan.

 

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI