Hukum Mengucapkan Selamat Idul Fitri: Apa yang Perlu Anda Pahami

Penulis: Fardi Rizal

Diterbitkan:

Hukum Mengucapkan Selamat Idul Fitri: Apa yang Perlu Anda Pahami
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di berbagai belahan dunia kerap saling mengucapkan selama

Kapanlagi.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di berbagai belahan dunia kerap saling mengucapkan selamat sebagai bentuk kegembiraan atas kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ucapan seperti "Selamat Hari Raya Idul Fitri", "Minal 'Aidin wal Faizin", atau "Taqobbalallahu minna wa minkum" sering terdengar, baik secara langsung maupun melalui pesan digital. Namun, apakah ada tuntunan khusus dalam Islam terkait pengucapan selamat Idul Fitri?

Dalam ajaran Islam, setiap perbuatan memiliki hukum tersendiri, termasuk dalam hal memberikan ucapan selamat. Beberapa ulama menilai bahwa ucapan ini merupakan bagian dari tradisi (adat) yang diperbolehkan, sementara sebagian lainnya berpandangan bahwa ucapan tertentu tidak memiliki dasar dalam sunnah Nabi. Lalu, bagaimana pandangan para ulama terkait hal ini?

Artikel ini akan mengupas tuntas hukum mengucapkan selamat Idul Fitri, dalil-dalil yang mendukungnya, serta pendapat ulama tentang beberapa frasa yang umum digunakan. Dengan memahami perspektif yang lebih luas, umat Islam dapat lebih bijak dalam menyampaikan ucapan selamat di hari yang fitri.

1. 1. Dasar Hukum Mengucapkan Selamat Idul Fitri dalam Islam

Ucapan selamat Idul Fitri telah menjadi bagian dari budaya umat Islam, namun apakah ada dalil yang mendukungnya? Dalam Islam, terdapat kaidah bahwa hukum asal dalam hal adat atau kebiasaan adalah boleh, kecuali jika ada dalil yang melarangnya.

Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan adalah dari Jubair bin Nufair, yang menyatakan bahwa para sahabat Rasulullah biasa mengucapkan "Taqobbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian) ketika bertemu pada Hari Raya. Hadis ini dinilai memiliki sanad yang hasan menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyebutkan bahwa mengucapkan selamat Idul Fitri diperbolehkan karena terdapat contoh dari para sahabat. Namun, beliau sendiri tidak memulai ucapan tersebut, melainkan hanya menjawab jika ada yang lebih dulu mengucapkannya. Hal ini mengindikasikan bahwa ucapan selamat bukanlah suatu kewajiban, tetapi tetap diperbolehkan dalam Islam.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. 2. Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Ucapan Selamat Idul Fitri

Meskipun terdapat riwayat sahabat yang mengucapkan selamat Idul Fitri, para ulama tetap memiliki pandangan yang beragam mengenai hal ini. Syekh Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi Lil Fatawi menyatakan bahwa ucapan selamat Idul Fitri hukumnya mubah, bukan sunnah maupun bid'ah.

Di sisi lain, Imam Malik pernah mengatakan bahwa di Madinah, ucapan semacam ini tidak dikenal. Ini menunjukkan bahwa ada sebagian ulama yang tidak menjadikan ucapan selamat sebagai suatu tradisi dalam perayaan Idul Fitri. Namun, hal ini lebih bersifat kebiasaan regional dan bukan berarti melarang secara mutlak.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin juga menegaskan bahwa ucapan selamat Idul Fitri dibolehkan, selama tidak mengandung makna yang bertentangan dengan syariat Islam. Dengan demikian, ucapan seperti "Selamat Idul Fitri", "Ied Mubarak", atau "Minal 'Aidin wal Faizin" tetap diperbolehkan, selama niatnya baik dan tidak dianggap sebagai suatu ritual ibadah.

3. 3. Kontroversi Ucapan "Minal 'Aidin wal Faizin" dan Mohon Maaf Lahir Batin

Salah satu ungkapan yang sering digunakan di Indonesia adalah "Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin". Namun, apakah frasa ini benar-benar memiliki dasar dalam Islam?

Secara bahasa, "Minal 'Aidin wal Faizin" berarti "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan menang". Ucapan ini tidak ditemukan dalam hadis maupun riwayat sahabat, tetapi tetap memiliki makna yang baik. Oleh karena itu, sebagian ulama membolehkan penggunaannya sebagai bagian dari tradisi budaya.

Adapun tambahan "Mohon Maaf Lahir dan Batin", ini lebih merupakan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan Hari Raya sebagai momentum saling memaafkan. Meskipun tidak diajarkan secara khusus dalam Islam, esensinya sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya meminta dan memberi maaf kepada sesama.

4. 4. Ucapan yang Lebih Dianjurkan Saat Idul Fitri

Dari berbagai pendapat ulama, ucapan yang lebih dianjurkan saat Idul Fitri adalah yang berasal dari riwayat sahabat, yaitu:

  • Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian)
  • Iedukum Mubarak (Semoga hari raya Anda diberkahi)
  • Kullu 'aamin wa antum bikhair (Semoga sepanjang tahun Anda selalu dalam kebaikan)

Ucapan-ucapan ini memiliki makna yang baik dan lebih dekat dengan ajaran Islam. Namun, jika seseorang tetap ingin menggunakan ucapan lain seperti Minal 'Aidin wal Faizin, hal ini tidak menjadi masalah selama tidak diyakini sebagai sunnah atau kewajiban.

5.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/frr)

Editor:

Fardi Rizal