IMF Habiskan Dana Hingga 6 Triliun Rupiah, Sam Aliano Lempar Kritik Keras

Senin, 08 Oktober 2018 15:40 Penulis: Guntur Merdekawan
IMF Habiskan Dana Hingga 6 Triliun Rupiah, Sam Aliano Lempar Kritik Keras
Sam Aliano / Credit: KapanLagi - Fikri Alfi Rosyadi


Kapanlagi Plus - Selain Asian Para Games 2018, ada satu lagi event tahunan bertaraf Internasional yang dihelat di Indonesia saat ini; IMF-World Bank. Meeting yang bakal dihadiri oleh para petinggi dunia itu digelar sejak tanggal 8 hingga 14 Oktober mendatang di Bali.

Salah satu langkah yang dilakukan pihak pemerintah jelang IMF adalah pendanaan berbagai fasilitas, seperti, pembangunan Underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung, Garuda Wisnu Kencana dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Suwung. Pengusaha Sam Aliano menyebut jika langkah pemerintah ini buang-buang uang, mengingat ada hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian lebih dan didahulukan, seperti korban gempa di Palu dan Donggala.

"Bandara Jakarta sebagai ibu kota juga kalah bagusnya dari bandara Bali. Artinya bandara Bali begitu megahnya, besar dan bagus, sudah lebih dari cukup. Tapi kenapa harus mengeluarkan dana lagi yang fantastis ke bandara Ngurah Rai sebanyak 6 triliun hanya karena alasan kehadiran tamu IMF? Sungguh aneh dan tidak bisa diterima, ini dana sejarah terbesar yang habis untuk IMF," kata Sam kepada pewarta hari Selasa, 9 Oktober 2018.

1.

Hari ini, Senin (8/10), Sam mengunjungi korban gempa di Palu. Ia turut memberikan bantuan donasi pada mereka yang membutuhkan. Sebelumnya, Sam juga mengunjungi Lombok yang juga dilanda gempa besar.

"Banyak yang membutuhkan (bantuan), termasuk Lombok dan Palu atau bahkan untuk memperbaiki bandara di provinsi tertinggal. Kan Indonesia bukan Bali Saja. Siapa dia IMF? Merusak ekonomi bangsa dan ekonomi rakyat, ngapain hanya karena membahagiakan manusia istimewa (IMF) tapi di atas penderitaan rakyat," lanjut Sam.

"Apalagi negara banyak musibah alam. Indonesia tidak butuh IMF, Indonesia negara kaya bisa menghasilkan uang sendiri, jelas terbukti kehadiran IMF malah membuat ekonomi Indonesia dan mata rupiah semakin turun, ini bukti bahwa IMF membawa buruk ke Indonesia. Dana 6,9 triliun itu berasal dari pinjaman IMF sendiri yang berbunga berat, malah uang itu dihabiskan kepada IMF," ungkap dia.

2. Ekomoni Hadapi Situasi Fatal

Sam memang sosok yang cukup vokal jika bicara mengenai ekonomi Indonesia. Menurutnya, perekonomian negara saat ini tengah berjalan ke arah yang salah dan berbahaya.

"Indonesia saatnya menghapus hutang luar negeri bukan malah nambah hutang lagi. Jika sistem hutang terus-menerus membesar maka ekonomi Indonesia akan menghadapi situasi yang fatal," kata Sam.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI