Ini Foto & Riwayat Salman Abedi, Pelaku Bom Konser Ariana Grande

Jum'at, 26 Mei 2017 12:18 Penulis: Agista Rully
Ini Foto & Riwayat Salman Abedi, Pelaku Bom Konser Ariana Grande
© istimewa

Kapanlagi Plus - Berita duka datang di awal minggu ini, tepatnya pada Selasa (23/05) lalu telah terjadi insiden ledakan bom di konser Ariana Grande, tepatnya di Manchester Arena. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya terdapat 22 orang korban meninggal dan 119 orang terluka. Belum lagi ada sejumlah anak hilang yang hingga kini belum ditemukan sebelumnya.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian Manchester dan bekerja sama dengan badan intelijen Amerika Serikat, didapatkan sebuah nama yakni Salman Abedi. Pria berusia 22 tahun ini dilaporkan pergi dari London menuju Manchester menggunakan kereta dan melakukan aksi tersebut setelah konser Ariana Grande berakhir.

Salman Abedi, pemuda berusia 22 tahun yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri Konser Ariana Grande © twitter.com/BreakingNLiveSalman Abedi, pemuda berusia 22 tahun yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri Konser Ariana Grande © twitter.com/BreakingNLive

Berselang beberapa hari dari identifikasi yang dilakukan oleh kepolisian Manchester, foto Salman Abedi akhirnya rilis ke publik. Setelah ditelusuri lebih lanjut, pria keturunan Libya ini rupanya pernah terbang ke Suriah dan mengikuti sebuah kamp radikal.

Abedi diduga telah merencanakan aksi pengeboman ini sejak lama setelah dirinya mengunjungi Libya kamis lalu. Diketahui anak kedua dari empat bersaudara ini berbelanja ransel Karrimor lewat kamera CCTV. Dia juga diyakini menghabiskan akhir pekan dengan merakit alat peledak yang digunakannya pada Selasa (23/05) lalu.

Nama Abedi mencuat setelah kepolisian Inggris diberi informasi oleh badan Intelijen AS, diduga Abedi sempat mengikuti kamp radikalis © The GuardianNama Abedi mencuat setelah kepolisian Inggris diberi informasi oleh badan Intelijen AS, diduga Abedi sempat mengikuti kamp radikalis © The Guardian

"Ini bukan lah yang bisa kamu rakit begitu saja hanya dengan membaca buku atau nonton Youtube. Dia bisa jadi telah mengikuti kamp pelatihan di suatu tempat, kemungkinan di Libya sehingga dia bisa merakit (bom)," jelas aparat kepolisian Inggris, David Videcvette dikutip dari Express.co.uk.

Sementara itu, rekan-rekan yang mengenali Abedi secara personal menyatakan bahwa pemuda ini adalah pemuda normal. "Dia selalu ramah dan tak pernah berlaku kasar. Sejujurnya dia normal," aku rekannya di komunitas Libya saat diwawancarai Telegraph.co.uk.

Ramadan Abedi, ayah Salman yang menjadi pengungsi dari Libya ke Inggris karena kepemimpinan Moammar Khadafi © Express.co.ukRamadan Abedi, ayah Salman yang menjadi pengungsi dari Libya ke Inggris karena kepemimpinan Moammar Khadafi © Express.co.uk

Salman Abedi sendiri berasal dari keluarga pengungsi Libya, Ramadan Abedi dan Samia Tabba yang pindah ke Inggris karena kepemimpinan Moammar Khadafi. Abedi lahir dan tumbuh besar di Inggris. Abedi memiliki seorang kakak laki-laki yang berusia satu tahun lebih tua, Ismail Abedi dan dua orang adik yakni Hashim Abedi dan Jomana Abedi.

Diduga Abedi terlibat dengan jaringan terorisme Manchester yang juga terkait dengan organisasi ISIS. Di Inggris, aksi terorisme nampaknya semakin sering terjadi. Setelah aksi di depan gedung parlemen, kini timbul aksi bom bunuh diri oleh Salman Abedi. Well, semoga tak ada lagi aksi terorisme di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia ya KLovers!

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI