Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Agama Islam, Beserta dengan Tugasnya

Rabu, 25 Agustus 2021 11:33 Penulis: Dhia Amira
Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Agama Islam, Beserta dengan Tugasnya
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Nabi dan Rasul merupakan manusia yang memperoleh wahyu dari Allah SWT tentang agama dan misinya. Mempelajari kisah para Nabi dan Rasul adalah kewajiban bagi setiap muslim yang beriman. Dalam Al-Quran pun, Allah Ta'ala mengingatkan 'sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal'. Tentu saja, ada perbedaan Nabi dan Rasul dalam menjalankan tugas mereka.

Sebenarnya diketahui bahwa, ada banyak nama-nama Nabi dalam Islam dengan jumlahnya hingga ratusan ribu bahkan tak terhitung. Namun dari banyaknya nama-nama Nabi tersebut hanya ada 25 urutan Nabi yang wajib umat Islam imani serta ketahui. Dan diantara nama-nama Nabi tersebut, ada beberapa Rasul yang diutus oleh Allah SWT dalam membagikan ajaran yang mulia, terutama untuk menyembah Allah SWT.

Dan berikut ini beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang harus kita pahami sebagai seorang muslim, yang telah dilansir dari berbagai sumber. Yuk langsung saja dicek KLovers.

 

1. Pengertian Nabi dan Rasul

Sebelum mengetahui apa saja perbedaan dari Nabi dan Rasul, kita juga harus mengetahui pengertian dari Nabi dan Rasul itu sendiri. Ya, Nabi dan Rasul mempunyai beberapa perbedaan. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait perbedaan tersebut, sebaiknya kita pahami lebih dulu pengertian dari Nabi dan Rasul. Beberapa kali Nabi dan Rasul muncul dalam ayat-ayat Al - Quran. Salah satunya yaitu pada surat Al-Hajj ayat 52. Ayat tersebut mempunyai arti sebagai berikut:

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, kecuali apabila ia mempunyai sebuah keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Hajj : 52).

Dari segi bahasa, Nabi berasal dari kata naba yang berarti dari tempat yang tinggi. Akan tetapi secara umum, nabi sering diartikan sebagai seorang manusia yang diberi kepercayaan berupa wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri. Maksudnya, wahyu yang diterima Nabi dari Allah tidak wajib disampaikan maupun diajarkan kepada umatnya. Melainkan, kewajiban nabi sebatas pada mengamalkannya pada diri sendiri.

Sementara itu, Rasul berasal dari kata Risala yang artinya penyampaian. Seorang Rasul juga menerima wahyu dari Allah SWT, sama seperti para nabi. Namun yang membedakannya selain untuk diamalkan bagi diri sendiri, Rasul juga wajib mengajarkan wahyu tersebut pada umatnya untuk berjalan di jalan Allah SWT.

 

2. Perbedaan Nabi dan Rasul

Terdapat beberapa perbedaan antara Nabi dan Rasul yang penting untuk diketahui. Beberapa perbedaan-perbedaan tersebut wajib kalian ketahui, dan berikut perbedaan antara Nabi dan Rasul:

1. Pertama, Nabi menerima wahyu dari Allah untuk diamalkan sendiri. Sementara, Rasul menerima wahyu untuk disampaikan pada umatnya.

2. Kedua, Nabi mendapat tugas atau diutus kepada kaum yang sudah beriman. Sedangkan untuk Rasul diutus pada kaum yang belum beriman pada Allah SWT atau masih kafir.

3. Ketiga, Nabi memiliki jumlah yang lebih banyak daripada Rasul.

4. Nabi bukan berarti Rasul, akan tetapi Rasul sudah pasti Nabi.

5. Nabi menerima wahyu Allah SWT melalui mimpi. Sedangkan Rasul menerima wahyu melalui mimpi dan disampaikan melalui malaikat. Selain itu, Rasul juga berkemampuan untuk langsung melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat.

6. Perbedaan Nabi dan Rasul yang keenam yaitu, ada sebagian Nabi yang meninggal karena dibunuh oleh kaumnya. Sedangkan Rasul akan diselamatkan Allah SWT dari berbagai percobaan pembunuhan.

 

3. Jumlah Nabi dan Rasul

Selain mengetahui perbedaan Nabi dan Rasul, kalian juga perlu mengetahui ada berapa jumlah Nabi yang ada di dunia ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah, bahwa Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, "Berapa jumlah persis para nabi?"

Lalu beliau menjawab, "Jumlah para Nabi ada 124.000 orang, 315 di antara mereka adalah Rasul. Banyak sekali." (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam alMisykah).

Namun dalam salah satu ayat Al-Quran, jumlah Nabi dan Rasul tidak disebutkan secara pasti. Dalam salah satu ayatnya, Allah berfirman sebagai berikut:

"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawah suatu mujizat melainkan dengan seizin Allah." (Qs. Al-Ghafir: 787).

Namun dari begitu banyak Nabi, ada 25 nama Nabi yang yang wajib umat Islami pahami, dari Nabi pertama hingga Nabi terakhir. Adapun daftar urutan Nabi sebagai berikut:

1. Nabi Adam As.

2. Nabi Idris As.

3. Nabi Nuh As.

4. Nabi Hud As.

5. Nabi Saleh As.

6. Nabi Ibrahim As.

7. Nabi Luth As.

8. Nabi Ismail As.

9. Nabi Ishaq As.

10. Nabi Yaqub As.

11. Nabi Yusuf As.

12. Nabi Ayyub As.

13. Nabi Syu'aib As.

14. Nabi Musa As.

15. Nabi Harun As

16. Nabi Zulkifli As.

17. Nabi Daud As.

18. Nabi Sulaiman As.

19. Nabi Ilyas As.

20. Nabi Ilyasa As.

21. Nabi Yunus As.

22. Nabi Zakaria As.

23. Nabi Yahya As.

24. Nabi Isa As.

25. Nabi Muhammad SAW

 

4. Gelar Ulul Azmi

Di antara urutan Nabi di atas, ada beberapa nabi yang memiliki gelar Ulul Azmi. Gelar Ulul Azmi sendiri sebuah gelar yang dimiliki oleh para Nabi pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Urutan Nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ini diketahui sebagai seorang yang memiliki ketabahan, kesabaran, dan keuletan yang luar biasa dalam menjalankan tugas sucinya sebagai Rasul, walaupun menghadapi berbagai rintangan. Dan berikut ini beberapa urutan nabi yang bergelar Ulul Azmi:

1. Nabi Nuh AS.

2. Nabi Ibrahim AS.

3. Nabi Musa AS.

4. Nabi Isa AS.

5. Nabi Muhammad SAW.

 

5. Keutamaan Sifat Wajib Rasul

Selain perbedaan tugas antara Nabi dan Rasul, diketahui pula bahwa Rasul memiliki sifat-sifat yang mulia. Ini karena, para Rasul mengemban tugas yang lebih berat dari pada para Nabi. Pasalnya, selain harus menjaga keimanan dan ketaqwaannya, Rasul juga harus menyebarkan ajaran agama Islam dan wahyu yang diterimanya. Oleh karena itu, Rasul diketahui mempunyai sejumlah sifat wajib dan utama. Sifat- sifat tersebut antara lain, yaitu:

1. Bersifat Shidiq yang artinya benar atau jujur. Tidak mungkin Rasul memiliki sifat Kadzib atau suka bohong.

2. Bersifat amanah artinya dapat dipercaya, tidak mungkin seorang rasul bersifat khianat.

3. Bersifat tabligh artinya menyampaikan. Tidak mungkin Rasul bersifat kitman atau menyembunyikan ajarannya.

4. Bersifat Fathonah artinya cerdas, tidak mungkin Rasul bersifat pelupa.

 

6. Tugas Para Nabi dan Rasul

Pada dasarnya semua Nabi dan Rasul yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki satu tujuan. Dan tujuan tersebut adalah menjadikan Allah SWT sebagai Tuhan yang patut untuk disembah. Berikut ini beberapa tugas para Nabi dan Rasul yang harus dilakukan:

1. Mengajak manusia untuk beribadah.

2. Mencegah dari semua larangan.

3. Mengajak manusia kepada Allah Ta'ala.

4. Menjadi uswatun hasanah (teladan terbaik).

5. Mengingatkan manusia bahwa diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah.

6. Mengingatkan agar tidak fokus kepada dunia saja.

7. Menegakkan dan menyampaikan agama Allah Ta'ala.

8. Memberitahukan batas-batas Allah SWT.

9. Membuat perdamaian dan komunikasi.

10. Membuat peraturan berbagai cara.

 

7. Tempat Para Nabi dan Rasul di Utus

Selain mengetahui perbedaan Nabi dan Rasul, dari tugas dan sifatnya. Tentu kita juga harus mengetahui tempat-tempat para Nabi dan Rasul yang di utus oleh Allah SWT. Berikut ini beberapa tempat para Nabi dan Rasul diutus:

1. Jazirah Arab:

Nabi Adam AS.

Nabi Ismail AS.

Nabi Shaleh AS.

Nabi Hud AS.

Nabi Syuaib AS.

Nabi Muhammad SAW.


2. Irak:

Nabi Idris AS.

Nabi Nuh AS.

Nabi Ibrahim AS.

Nabi Yunus AS.


3. Syam (Palestina, Suriah, Yordania, Lebanon)

Nabi Luth AS.

Nabi Ishaq AS.

Nabi Ya'qub AS.

Nabi Ayub AS.

Nabi Zulkifli AS.

Nabi Daud AS.

Nabi Sulaiman AS.

Nabi Ilyas AS.

Nabi Ilyasa AS.

Nabi Zakariya AS.

Nabi Yahya AS.

Nabi Isa AS.


4. Mesir

Nabi Yusuf AS.

Nabi Musa AS.

Nabi Harun AS.

Itulah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang bisa kita ketahui dan pahami sebagai seorang muslim. Semoga pengetahuan tentang perbedaan Nabi dan Rasul di atas dapat menjadi sebuah ilmu bagi kalian.

 

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI