Jadi Atlet Tertua, Orang Terkaya Indonesia Ini Sumbang Medali Perunggu di Asian Games

Minggu, 26 Agustus 2018 22:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Jadi Atlet Tertua, Orang Terkaya Indonesia Ini Sumbang Medali Perunggu di Asian Games
Michael Bambang Hartono © Liputan 6


Kapanlagi Plus - Sosok Michael Bambang Hartono sedang dibicarakan di social media. Dirinya adalah salah satu atlet tertua yang dikirimkan oleh Indonesia untuk berlaga dalam Asian Games 2018. Michael sendiri berlaga di cabang olahraga Bridge.

Yang lebih mengejutkan lagi, dirinya ternyata adalah salah satu orang terkaya se-Indonesia. Dirinya adalah pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.

Hebatnya lagi, Michael rupanya berhasil menambah pundi-pundi perunggu untuk Indonesia! Ya, Michael berhasil membuat koleksi perunggu Indonesia bertambah dari cabang olahraga Bridge.

1. Kebanggaan Indonesia

Tentu saja hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya, walaupun menjadi atlet tertua yang dimiliki oleh Indonesia, namun Michael nyatanya mampu menyumbangkan medali untuk tanah air.

Dikatakan pula jika Michael Bambang Hartono adalah sosok yang memperjuangkan bridge agar bisa dimasukkan ke dalam salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Bahkan demi terwujudnya keinginan tersebut, beliau sampai harus melobi Komite Olimpiade Asia dahulu.

Perjuangan Michael tentunya terbayar lunas dengan medali tersebut. Kita tunggu atlet-atlet Indonesia lainnya untuk memberikan medali lebih banyak lagi untuk tanah air. Siapa kita? Indonesia!

2. Aries Susanti Persembahkan Emas Ke-8

Pundi-pundi medali emas Indonesia di ajang Asian Games 2018 kembali bertambah. Kali ini sosok yang sukses mempersembahkan emas ke-8 bagi Indonesia itu bernama Aries Susanti dari cabang Panjat Tebing nomor speed climbing putri. Istimewanya, di pertandingan final Aries juga menghadapi sesama climber asal Indonesia, Puji Lestari yang meraih medali perak.

Sementara itu untuk cabang Panjat Tebing nomor speed climbing putra, Indonesia cuma berhasil menyabet peringkat ke-3 alias medali perunggu lewat Aspar Jaelolo. Sebelumnya di babak semifinal, Ia harus mengakui ketangguhan dari atlit asal Iran, Reza Alipour, yang pada akhirnya keluar sebagai juara.

Tambahan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu di cabang Panjat Tebing nomor speed climbing putra dan putri masih belum membuat posisi Indonesia beranjak dari peringkat 5 klasemen sementara. Sejauh ini, Indonesia total sudah mengumpulkan 8 emas, 6 perak dan 10 perunggu.

3. Aries Sang Spider Woman

Gadis berhijab yang usianya baru 23 tahun ini bukanlah atlit panjang tebing kemarin sore. Ia memang salah satu talenta besar produk asli Indonesia yang namanya sudah diakui dunia.

Bahkan karena kecepatannya dalam urusan panjat tebing, Ia sampai dijuluki Spider Woman. Hal itu memang dibuktikannya lewat sebuah kemenangan penting di cabang Panjat Tebing nomor speed climbing putri hari ini, Kamis (23/8).

4. Juara Dunia Panjat Tebing

Ini bukan kali pertama Susi mengharumkan nama Indonesia. Bulan Juni lalu, Ia bahkan sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC World Cup 2018 untuk kategori speed climbing yang digelar di Chongqing, Cina.

Aries kala itu mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva di babak final. Catatan kecepatan Aries juga sangat impresif, yakni 7,51 detik. Dan hebatnya lagi, kemenangan ini diraih saat Aries menjalani ibadah puasa.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI