Jadi Inspirasi Kaum Muda, 2 Sosok Keren Ini Sukses Kejar Passion Sekaligus Menjaga Lingkungan

Rabu, 11 Mei 2022 13:54
Jadi Inspirasi Kaum Muda, 2 Sosok Keren Ini Sukses Kejar Passion Sekaligus Menjaga Lingkungan
Sosok yang menginspirasi kaum muda (credit: dok.pribadi)


Kapanlagi Plus - Menjaga lingkungan memang menjadi tugas semua orang. Nggak perlu lewat hal yang muluk-muluk. Sederhananya, kamu bisa memulai dengan tidak membuang sampah sembarangan atau sekedar menghemat pemakaian listrik.

Dan di tengah situasi saat ini, sudah banyak konsep green jobs yang diterapkan hingga menjadi sebuah tren. Beberapa tokoh inspiratif pun sukses menjadikan passion yang dimiliki dan tetap berkontribusi terhadap lingkungan. Di antaranya adalah dr. Alvi Muldani dan Tenny Kristiana.

Seperti apa sih kisah dr. Alvi dan Tenny Kristiana? Yuk simak cerita lengkapnya berikut ini.

 

 

1. Cerita dr. Alvi di Kalimantan

Berprofesi sebagai seorang dokter membuat dr Alvi Muldani tergerak untuk berbuat lebih selama menjalankan pekerjaannya. Ia pernah menjadi salah satu tenaga medis Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) yang beroperasi di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Saat bertugas kala itu, dr. Alvi tak hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat, namun juga mensosialisasikan pentingnya menanam pohon bagi kehidupan manusia. Dalam praktiknya, dr. Alvi memperbolehkan pasiennya membayar biaya pengobatan menggunakan bibit pohon untuk ditanam pada area Taman Nasional Gunung Palung, di Kalimantan Barat.

 

 

2. Tertarik pada Isu Lingkungan

Rupanya dr. Alvin memang sudah punya ketertarikan lebih pada petualangan di alam bebas. Kondisi lingkungan yang semakin terancam pun membuatnya ingin berkontribusi untuk ikut menyelamatkannya.

"Sedari dulu memang saya suka berpetualang di alam seperti hiking dan kegiatan olah raga air, sehingga saya memiliki rasa sayang terhadap lingkungan. Ketika melihat fakta kesehatan alam sedang terancam membuat saya tergerak dan ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kesehatan lingkungan, dan saya bersyukur bisa bergabung di Yayasan Alam Sehat Lestari, selain bisa menjaga kesehatan manusia sebagai dokter saya berkontribusi langsung menjaga lingkungan," ujar dr. Alvi.

 

 

3. Ada Peran Penting

Menjalani aktivitas sebagai dokter di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) membuat dr. Alvi juga semakin serius memperhatikan kondisi lingkungan lain yang tidak kalah penting seperti polusi udara dan hubungan diet dengan lingkungan.

Bagi dr. Alvi, dokter juga memegang peranan penting dalam menyuarakan isu-isu positif seperti kelestarian lingkungan. Menurutnya, dokter menjadi salah satu profesi yang dipercaya perkataannya.

"Saya pernah membaca penelitian yang mengatakan jika perkataan dari perawat di urutan pertama. Kemudian di urutan kedua adalah dokter sangat dipercaya oleh masyarakat, bahkan perkataan hairdresser lebih dipercaya dibandingkan perkataan menteri. Hal inilah yang menjadikan tenaga medis dan profesi lain yang dekat dengan masyarakat memegang peranan penting dalam menyuarakan isu lingkungan ke masyarakat," jelas dr. Alvi.

 

 

4. Bayar Biaya Pengobatan dengan Bibit Pohon

Dilansir dari Klinik ASRI yang terletak di Taman Nasional Gunung Palung, pasien yang berobat bisa membayar dengan bibit pohon yang dikonversi ke nilai uang yang nominalnya sama dengan biaya perawatan.

Ada beberapa jenis bibit pohon yang bisa dijadikan metode pembayaran saat pasien berobat ke Yayasan Alam Sehat Lestari. Terdapat kategori pohon terancam punah seperti pohon belian atau ulin, hingga bibit buah-buahan yang akan diterima oleh ASRI sebagai medium pembayaran.

"Yang bisa dipakai untuk pembayaran pengobatan adalah tanaman kayu, yang nantinya akan ditanam di hutan terdegradasi, bibit yang ditanam disesuaikan kombinasi spesiesnya sehingga bisa mendekati ekosistem hutan di tempat itu,” tambah dr. Alvi.

 

 

5. Sosok Tenny Kristiana

Selain dr. Alvi, ada sosok inspiratif lain yang juga berhasil menyeimbangkan passion sambil menerapkan aktivitas untuk menjaga lingkungan. Ia adalah Tenny Kristiana. Tenny merupakan salah satu associate researcher di International Council on Clean Transportation yang berbasis di Washington, D.C.

Perkerjaan yang dilakoni Tenny berfokus pada sektor bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Ia tertarik bekerja di bidang lingkungan setelah melihat beragam transportasi publik di luar negeri yang sangat berkualitas.

"Sebenarnya aku tertarik di dunia energi bersih bukan 100% karena bekerja di NGO, namun sejujurnya semua bermula ketika aku kagum dengan kualitas public transportation di luar negeri. Banyak negara maju yang kualitas hidupnya bagus, udaranya bersih, jadi menjalani kehidupan pun jadi nyaman dan menjadi personal happines buat aku," ujar Tenny.

 

 

6. Kesadaran Menjaga Lingkungan

Walaupun Tenny memiliki latar belakang pendidikan yang berseberangan, ia mengatakan dirinya sangat antusias dengan beragam teknologi berbasis ramah lingkungan.

"Terus terang aku excited ketika menyadari bahwa teknologi itu hand in hand dengan isu lingkungan. Menariknya, ternyata kita bisa memanfaatkan hal sesimpel sampah dan residu untuk banyak hal termasuk menggantikan bahan bakar fosil dengan jerami. Penggunaan jerami menjadi bahan bakar ini juga sudah ada teknologinya sehingga bisa diterapkan. Penemuan ini yang membuat aku semakin antusias," tambah Tenny.

Di mata Tenny, kesadaran masyarakat untuk peduli dan saling membantu menjaga lingkungan masih sangat rendah. Masih banyak orang yang belum menyadari dampak lingkungan lantaran masih ada topik yang dijadikan prioritas lainnya seperti ekonomi hingga politik.

"Lingkungan bukanlah isu yang paling penting bagi masyarakat. Pamornya masih kalah dengan ekonomi, jadi tantangan terberat memang memberikan kesadaran kepada kelompok masyarakat di seluruh dunia tentang pentingnya menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih baik," jelas Tenny.

 

 

7. Passion Bisa Dibentuk

dr. Alvi Muldani dan Tenny Kristiana punya pendapat yang sama bahwa passion bisa dibentuk dan ditumbuhkan sesuai kesukaan masing-masing. Namun mereka juga berpesan untuk tetap berusaha berkontribusi terhadap lingkungan apapun passion yang dijalani.

"Passion itu bisa dibentuk. Apa yang saya lakukan merupakan wujud kecintaan saya sedari dulu. Pada awalnya juga saya pernah bergabung ke Red Cross ketika kuliah. Di sana saya diajarkan mengenai penanganan kebencanaan, bakti sosial, operasi pengobatan gratis, dan masih banyak lagi. Di situlah saya merasa bahwa ini passion pribadi yang membuat saya tergerak untuk mengembangkan lagi demi kebaikan kita bersama," ujar dr. Alvi.

 

 

8. Jaga Lingkungan Lewat Hal Sederhana

Nggak perlu lewat hal yang besar, Tenny mengatakan jika berkontribusi menjaga lingkungan tak harus menjadi seorang peneliti dulu. Dirinya mengungkapkan jika hal terkecil memegang peranan krusial.

"Tanpa harus muluk-muluk, menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana seperti mencabut pengisi daya smartphone ketika sudah selesai dipakai, hemat listrik, menggunakan kendaraan umum, dan masih banyak lagi," ujar Tenny.

Hal ini pun diamini oleh dr. Alvi yang mengatakan jika kebiasaan kecil akan sangat berdampak positif bagi lingkungan. Mengembangkan diri sendiri serta menumbuhkan awareness bagi masyarakat merupakan cara yang ditempuh dr. Alvi dalam membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

"Saya ingin mengembangkan diri melalui serangkaian studi entah itu medis maupun lingkungan. Saya masih perlu belajar lagi, mengikuti beberapa course, sebelum akhirnya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan," jelas dr. Alvi.

 

 

(kpl/lou)



MORE STORIES




REKOMENDASI