Jelang Hari Raya Imlek, Warga Tionghoa di Malang Mandikan Rupang Dewa

Minggu, 19 Januari 2020 18:00 Penulis: Canda Dian Permana
Jelang Hari Raya Imlek, Warga Tionghoa di Malang Mandikan Rupang Dewa
Jelang hari raya imlek © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Jelang Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571, warga Tionghoa di Kota Malang bergotong royong memandikan rupang para dewa. Ratusan patung dewa di Klenteng Eng An Kiong dibersihkan berikut altar dan aksesoris pendukungnya.

Satu per satu patung dewa diturunkan dari altar dan dimandikan di halaman bagian belakang klenteng. Patung dijajar di sebuah menja, dan secara bergiliran dibersihkan dengan dimandikan.

1. Proses Pembersihan Patung

Proses memandikan diawali dengan menyiramkan air sabun ke patung, sambil dibersihkan bagian sela-sela lipatan. Setelah dianggap bersih, patung selanjutnya disiram air kembang, sebelum dijemur di tempat terik matahari.

Sebagian warga lain membersihkan patung dewa di beberapa altar. Patung tersebut cukup besar sehingga tidak diturunkan, tetapi cukup dibersihkan di tempatnya.

"Patung dewa-dewa ini dibersihkan agar kembali suci seiring memberikan bimbingan dan menunjukkan jalan kami dalam setahun ke depan," kata Bonsu Anton, Humas Klenteng Eng An Kiong, Jalan Martadinata Kota Malang, Rabu (30/1).

2. Bersihkan Sela-Sela Ukiran

Warga juga membersihkan sela-sela ukiran dengan kain lap basah, menurunkan kain kelambu yang menutup sebagian altar serta menata buku-buku di altar. Proses pembersihan patung dewa diperkirakan akan tuntas dalam tiga hari. Patung dewa akan dikembalikan pada posisinya sebelum perayaan Tahun Baru Imlek.

"Pembersihan ini juga bertujuan agar saat perayaan Tahun Baru Imlek nanti, jamaah yang datang ke klenteng bisa nyaman dan kusyuk," katanya.

3. Klenteng Menjadi Pusat Ibadah

Klenteng Eng An Kiong dibangun 1825 dan menjadi pusat ibadah penganut Tri Darma yakni Khong Hu Cu, Tao dan Buddha Mahayana Kota Malang.

Sementara itu, Sabtu (28/1) kemarin, di tempat yang sama digelar upacara Sung Sien atau mengantar roh suci kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para roh suci membawa tugas untuk menyerahkan catatan amal manusia selama di bumi selama setahun kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upacara Sung Sien digelar sekali dalam setahun, tepatnya seminggu sebelum Tahun Baru Imlek. Upacara dilaksanakan di hadapan 24 altar dewa yang sekaligus sebagai penutup sembahyang akhir tahun.

(kpl/dar/CDP)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI