Jumlah Pendaftar Mengalami Peningkatan, Bukti Jika STP Bali Makin Diminati

Kamis, 23 Mei 2019 16:20 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Jumlah Pendaftar Mengalami Peningkatan, Bukti Jika STP Bali Makin Diminati
(c) shutterstock

Kapanlagi Plus - Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali semakin membuktikan diri menjadi salah satu sekolah favorit dan paling banyak diminati. Hal tersebut ditunjukkan oleh meningkatkanya minat calon mahasiswa baru yang melakukan pendaftaran. Setelah mengikuti seleksi lewat SBM - PTNP, sekarang STP Bali menggelar SMM - PTNP dari tanggal 2 Mei sampai 31 Mei 2019.

Ada alasan peminat STP Bali terus meningkat. Pertama karena kualitas. Lulusan STP Bali 100 persen terserap oleh industri pariwisata. Selain itu, sekolah di STP Bali paling murah dari PTN lain di Indonesia. Mau tahu? Di STP Bali tidak dikenakan uang bangunan maupun uang praktek dikarenakan biaya tersebut dibebankan kepada pemerintah.

“Biaya pendaftaran maupun biaya perkuliahan, dan lain-lain baik SBM-PTNP maupun SMM-PTNP beban biayanya sama. STP Bali adalah kampus yang memiliki kualitas baik, fasilitas lengkap namun terkait biaya STP Bali paling murah dibandingkan kampus lain. Di STP Bali sendiri calon mahasiswa tidak dipunguti biaya terkait uang bangunan maupun uang praktek dikarenakan biaya tersebut dibebankan kepada Kementrian Pariwisata,” kata Ketua STP Bali, Dewa Gede Byomantara, Rabu (22/5).

(c) kemenpar(c) kemenpar

Pria yang akrab disapa Byo ini mengatakan, peminat mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan di STP Bali melalui SMM-PTNP terus mengalami peningkatan. STP Bali pun juga sampai saat ini masih terus melayani pertanyaan terkait jalur SMM-PTNP ini melalui sosial media. Diharapkan calon mahasiswa yang ingin mendaftar di STP Bali dapat memutuskan pilihannya dengan tepat.

“Ya betul kita telah melaksanakan SBM-PTNP dan saat ini sedang membuka kesempatan kembali melalui jalur SMM-PTNP. Untuk SMM-PTNP ini tak hanya calon mahasiswa yang tidak mengikuti SBM-PTNP namun juga bagi mahasiswa yang tidak lolos SBM-PTNP diperbolehkan untuk mendaftar kembali melalui jalur SMM-PTNP,” kata Byo.

SMM-PTNP adalah Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata dimana seleksi ini diadakan di masing-masing PTNP. Ada perbedaan dalam SMM-PTNP dengan SBM-PTNP. Di antaranya terletak pada pendaftarannya saja.

Untuk SMM-PTNP calon mahasiswa dapat mendaftar secara online di http://pensisba.ac.id atau mahasiswa dapat mendaftar secara langsung ke STP Bali. Kemudian calon mahasiswa harus melakukan penyerahan berkas dan pembayaran pendaftaran secara langsung yang dilakukan di Gedung Perpustakaan STP Bali.

STP Bali patut berbangga karena semua program studi yang ada di STP Bali telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI). Dari 8 program studi yang diusulkan, 6 program studi terakreditasi A, dan 2 prodi termasuk kategori B.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani menyebutkan, daya saing dan keberadaan Sekolah Tinggi dan Akademi Pariwisata binaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dinilai sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah pendaftar yang terus mengalami kenaikan.

“Itu menunjukkan bahwa pamor dan reputasi sekolah-sekolah yang melahirkan professional di bidang pariwisata makin dibutuhkan,” kata Giri.

Giri menambahkan, mutu pendidikan di sekolah kepariwisataan negeri itu semakin diakui di dunia kerja. Selain itu, sektor pariwisata sendiri semakin hidup, bergairah, dan membutuhkan banyak tenaga terdidik.

"Karena itu, sistem pendidikan dari model rekrutmen atau penerimaan mahasiswa barunya harus betul-betul dijaga agar out put sarjananya tetap memegang teguh standar kualitas yang ditentukan,” tegas Giri.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata memang sedang menjadi trending topic saat ini. Lulusan STP Bandung dan STP Bali misalnya, 40% bekerja di luar negeri. Lulusan Poltekpar Medan 30% juga direkrut oleh perusahaan asing.

"Rata-rata dari kampus binaan Kemenpar itu 30 persen bekerja di luar negeri. Sisanya, terserap habis di sektor Pariwisata, bahkan selalu kekurangan. Sehingga mahasiswa yang belum lulus pun sudah menjadi rebutan perusahaan," kata Menpar Arief Yahya.

Jadi tunggu apa lagi, ayo bergabung menjadi Keluarga Besar STP Bali. Byomantara juga menghimbau untuk peserta yang sudah lulus seleksi tahap I, untuk segera lakukan pemeriksaan kesehatan dan mengumpulkan hasil pemeriksaan kesehatan paling lambat 24 Mei 2019. Dan yang belum lolos tetap semangat, jangan putus asa, belajar lebih giat dan mencoba lagi pada jalur SMM-PTNP STP Bali.

 

(*/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI