Kapal Pelni Difungsikan Sementara Sebagai Tempat Isolasi Mandiri untuk Warga Makassar

Senin, 02 Agustus 2021 19:45
Kapal Pelni Difungsikan Sementara Sebagai Tempat Isolasi Mandiri untuk Warga Makassar
Credit: ANTARA


Kapanlagi Plus - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut ambil bagian dalam penanganan wabah Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menyiapkan sebuah kapal milik PT. Pelni sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) para pasien penderita Covid-19 dengan gejala ringan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengatakan, Kemenhub telah memberikan izin dan terus berkoordinasi dengan BUMN tersebut terkait dengan penyediaan kapal. Di sisi lain, terkait operasional isolasi dan penyediaan tenaga kesehatan (nakes) akan dikoordinasikan oleh Pemda setempat.

"Hal ini dilakukan dalam rangka membantu Pemkot Makassar menyusul tingginya angka kasus positif Covid-19 dan terbatasnya ruang perawatan di Makassar," kata Agus pada Kamis (15/7) lalu dikutip dari Antara.

Dirjen Agus mengatakan bahwa PT Pelni menyiapkan kapal penumpang KM Umsini untuk isolasi apung. Kapal tersebut telah tiba pada Rabu (14/7) di Pelabuhan Makassar.

Kapal KM Umsini yang saat ini tengah berhenti beroperasi sementara waktu (port stay) karena adanya PPKM Darurat, memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 1.995 unit. Kapasitas yang digunakan maksimal 50 persen dari kapasitas total yaitu sebanyak 868 unit dengan 68 unit diantaranya untuk nakes (via merdeka.com).

1. Tahap Persiapan

Credit: detik.comCredit: detik.com

Di lain kesempatan, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Antoni Arif Priyadi menyebutkan bahwa penyediaan kapal untuk isolasi apung ini masih dalam tahap persiapan. Beberapa aspek yang tengah disiapkan untuk isolasi apung ini salah satunya adalah penetapan status kapal sebagai tempat isolasi mandiri oleh Ditjen P2P Kementerian Kesehatan.

"Sedang dipersiapkan juga mengenai jangka waktu pelaksanaan, posisi kapal sandar/berlabuh," ujar Antoni Arif Priyadi dikutip dari merdeka.com.

Fasilitas isolasi apung terdiri dari tempat tidur, kru kapal, alat kesehatan, APD untuk kru kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi dan penanganan limbah medis.

"Saat ini untuk crew kapal yaitu hanya ABK inti dan proses rolling setiap dua minggu sekali," imbuhnya.

2. Tes PCR untuk Semua Kru

Kapal untuk isolasi apung ini posisinya tidak berlayar. Kapal ini berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae yang berjarak kurang lebih 1,6 kilometer dari kota Makassar. Lokasi tersebut dipilih guna memudahkan pihak Pemkot Makassar melakukan pengawasan dan pendistribusian logistik dan obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

Semua kru yang bertugas akan dicek kesehatannya secara berkala. Agar warga yang isoman merasa aman, maka setiap pergantian shift kru yang bertugas akan dilakukan tes PCR terlebih dahulu.

"Nantinya akan dilakukan juga monitoring kesehatan tenaga kesehatan dan kru yang bertugas secara berkala. Dan setiap rolling, mereka akan dilakukan test RT-PCR terlebih dahulu," pungkasnya.

(kpl/ums)



MORE STORIES




REKOMENDASI