Keren, Bali Jadi Tuan Rumah The 9th Congress of Mediators Beyond Border International

Jum'at, 08 November 2019 11:29 Penulis: Wuri Anggarini
Keren, Bali Jadi Tuan Rumah The 9th Congress of Mediators Beyond Border International
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Apa sih yang bikin Bali jadi tujuan wisata seru? Keindahan alam sudah pasti nomor satu. Nggak hanya itu, kekayaan budaya dan kuliner juga menambah sisi eksotisme dari Pulau Dewata.

Bali memang punya pesona luar biasa yang memikat para wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Nggak hanya sekadar traveling, bahkan banyak juga yang menjadikan Bali sebagai tujuan business leisure yang menyenangkan. Pulau Dewata ini juga sudah sering menjadi tuan rumah MICE internasional, lho. Yang terbaru, Bali terpilih menjadi lokasi The 9th Congress of Mediators Beyond Borders International pada 6-8 November di Hotel Intercontinental.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani kegiatan ini merupakan kongres perdamaian dunia yang ke 9.

"The 9th Congress of Mediators Beyond Borders International adalah kongres perdamaian dunia. Event ini melibatkan para global leaders, pioneers, dan change-makers," tutur Rizki, Kamis (7/11).

Event ini diikuti 176 peserta dari 26 Negara. Terdiri dari 61 delegasi asal Indonesia, 4 Timor Leste, 2 Myanmar, 8 Singapore, 5 Filipina, 2 China, 1 Jepang, 2 Taiwan, 1 Hongkong, 2 India, 1 srilanka, 40 Amerika, 12 Canada, 2 Kenya, 1 Cameroon, 1 South Africa, 1 Mali, 2 Libya, 20 Australia, 1 New Zealand, 1 Fiji, 1 Perancis, 1 Bosnia, 1 Croatia, 1 Brazil, 1 Colombia, 1 Peru.

Hadir dalam pembukaan Presiden ke-2 Timor Leste Jose Ramos-Horta, yang juga penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1996.

Kemudian Dewi Wahab, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, Past Rotary International President K.R. Ravinran, Pimpinan Rotary Indonesia (Retory District 3420 Governor) Febri Dipokusumo, Chair MBBI Dave Joseph, serta President and CEO MBBI Prabha Sankaranarayan.

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh Ricky Fauziyani, mengatakan seluruh peserta diperkenalkan dengan budaya khas Bali.

"Ada tarian kontemporer Bali sebagai tarian pembukaan acara. Peserta terlihat sangat menikmati acara yang disuguhkan. Apalagi mereka bisa saling membaur satu sama lain. Impactnya bagus. Karena, banyak peserta yang rata-rata menginap di Bali selama 2 minggu. Hampir seluruh peserta yang menghadiri acara kongres ini menggunakan biaya pribadi untuk datang ke Indonesia," papar Ricky.

Peserta juga diajak mengikuti pemutaran video Sri-Chinmoy Oneness Home Peace Run. Video tersebut menunjukkan bahwa obor perdamaian sudah mengelilingi berbagai Negara.

Selanjutnya, para peserta menuju taman untuk menyaksikan pertunjukan penampilan paduan suara. Mereka menyanyikan lagu tentang perdamaian dunia dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Bali dan Bahasa Inggris,

"Paduan suara yang tampil adalah siswi-siswi SMP Sunari Loka. Kemudian dilakukan penggiliran obor perdamaian diantara seluruh peserta. Dan dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati yang menandakan acara atau kegiatan telah dibuka secara resmi," papar Ricky.

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI