Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa ini selama enam hari di bulan Syawal, dimulai sehari setelah Idul Fitri. Keutamaan puasa Syawal telah disebutkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW, salah satunya adalah hadits riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan lalu dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa selama setahun penuh.
Ulama menjelaskan bahwa puasa Syawal memiliki banyak manfaat, tidak hanya dari segi spiritual, tetapi juga dalam menyempurnakan ibadah Ramadan. Seperti halnya shalat sunnah yang menyempurnakan shalat wajib, puasa Syawal juga menjadi pelengkap bagi ibadah puasa Ramadan yang telah dijalankan.
Banyaknya keutamaan yang terkandung dalam puasa Syawal, umat Muslim diharapkan dapat mengamalkan ibadah ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah selama bulan Ramadan. Berikut adalah keutamaan dari puasa Syawal yang patut diketahui.
Advertisement
Puasa Syawal memiliki beberapa keutamaan yang sangat penting untuk diketahui, di antaranya:
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari setelah Idulfitri dan bisa dikerjakan berturut-turut atau tidak, selama masih dalam bulan Syawal. Berikut bacaan niat puasa Syawal
Niat Puasa Syawal Selama 6 Hari
Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal:
Arab:
Latin: Nawaitu shauma ghodin 'an sittati ayyamin min Syawwal lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa esok hari dari enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Selain itu, juga bisa membaca niat puasa syawal berikut ini
Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan
Nawaitu shauma ghodin min Syawwal lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa esok hari di bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Syawal
Tata cara puasa Syawal sama dengan puasa Ramadan, hanya berbeda pada niatnya. Niat puasa Syawal diucapkan pada malam harinya sebelum tidur. Kemudian, kita harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Berbuka puasa dilakukan setelah matahari terbenam dengan membaca doa berbuka puasa.
Puasa Syawal dapat dilakukan secara berurutan atau tidak berurutan, dan keutamaannya tetap didapatkan. Namun, mengerjakannya secara berurutan lebih dianjurkan. Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan, sebaiknya diutamakan untuk menunaikan qadha puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.
Advertisement
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/frr)
Advertisement
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera
Bingung Lebaran Mau Liburan Kemana? Ini 10 Rekomendasi Wisata Pantai Indah di Malang yang Cocok Dikunjungi
Biar Tak Melulu Pamer Jempol, Ini 8 Rekomendasi Pose dan Gaya Foto Lebaran yang Keren untuk Bapak-Bapak
Etika Bertamu Saat Lebaran yang Perlu Diterapkan Menurut Ajaran Islam
Jadikan Momen Rayamu Lebih Berkesan, Ini Rekomendasi Gaya Foto Keluarga Saat Lebaran Agar Tidak Gitu-Gitu Saja