Kisah Abil, Siswa Berseragam Pramuka Yang Tertidur Saat Berjualan
© twitter.com/SekolahRelawan
Kapanlagi.com - Secara ekonomi, Indonesia memang masuk sebagai peringkat ke-16 terbesar di dunia karena memiliki wilayah yang luas dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Meski demikian jika dinilai dari pendapatan per kapita, Indonesia menempati peringkat ke-126 dunia, tertinggal dengan Malaysia, Thailand, bahkan Srilanka.
Potret kesejahteraan masyarakat Indonesia ini sering ditemui di sosial media. Contohnya saja foto seorang siswa sekolah dasar yang sedang tertidur karena mengenakan baju Pramuka satu ini. Foto anak yang bernama Abil tersebut lantas menjadi viral dan nasibnya jadi perbincangan hangat netizen.

Abil diketahui berdagang di sekitar kampus Unindra, Jagakarsa. Mulanya foto Abil ini diunggah oleh seorang pengguna Facebook yang merasa kagum sekaligus trenyuh pada semangat bocah yang kini berusia 13 tahun tersebut. Tak lama netizen berbondong-bondong untuk mencari tahu jati diri Abil dan memberikan bantuan.
Advertisement
Beberapa hari setelah postingan tentang Abil menjadi viral, bantuan datang dan seorang wakil Relawan mengunjungi bocah yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar ini. Relawan tersebut mewawancarai Abil sedikit mengenai latar belakangnya berjualan. Dan alasannya bikin nangis!
Video Abil saat bersama #TimSDR @SekolahRelawan pic.twitter.com/j06etdhl1E
— IG: Sekolah Relawan (@SekolahRelawan) March 20, 2017
"Bapak jualan cilor (aci pakai telor), kadang jualan seblak, pendapatan paling gede Rp 50.000 per hari. Abil pindah-pindah dari Jakarta ke Bandung makanya sampai usia 13 tahun Abil baru duduk di kelas 4." cerita bocah tersebut.
Ternyata Abil bersama ayahnya juga masih tinggal di rumah kontrak, hingga saat ini Abil dan sang ayah kesusahan membayar kontrakan dan terancam diusir karena belum dapat membayar kontrakan bulan ini. Abil memiliki dua kakak yang putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang tak stabil.

Ketika ditanya mengapa Abil berjualan, "Buat nambahin uang jajan dan bantuin orang tua. Dulu sempat dikasih Rp 5.000 per hari tapi sekarang engga lagi." dalam video yang diunggah oleh Sekolah Relawan tersebut, Abil sempat terlihat menyeka air matanya. Well, Abil membuat kita semua belajar untuk bersyukur dan pantang menyerah mengusahakan apapun. Abil saja masih semangat menjalani hidupnya yang kekurangan, kita harus bisa mensyukuri hidup kita yang berkecukupan dong KLovers. Setuju?
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/agt)
Advertisement
