Kisah Pilu Bocah SD yang Mendadak Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal Dunia Terkena Covid, Diurus Tetangga - Buka Donasi Untuk Kebutuhan Harian

Jum'at, 23 Juli 2021 09:28
Kisah Pilu Bocah SD yang Mendadak Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal Dunia Terkena Covid, Diurus Tetangga - Buka Donasi Untuk Kebutuhan Harian
Istimewa


Kapanlagi Plus - Kisah sedih datang dari Kalimantan Timur. Vino, seorang bocah kelas 3 sekolah dasar di Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur tiba-tiba saja menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal terpapar Covid-19.

Sang ibu bernama Lina Safitri, 31 tahun dan meninggal dunia pada hari Senin (19/7) dalam kondisi 5 bulan hamil. Seakan hal tersebut belum cukup, sang ayah Kino Raharjo, 31 tahun ikut menyusul mereka sehari setelahnya. Keduanya meninggal saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar, Kutai Barat, karena positif Covid-19.

Vino sebenarnya juga terpapar oleh virus tersebut. Hanya saja dirinya tidak bergejala dan akhirnya hanya menjalani isolasi mandiri di rumah saja. “Vino hanya mendengar kabar dari rumah bahwa kedua orangtuanya sudah meninggal di rumah sakit. Saat ini dia masih isolasi mandiri,” ungkap tetangga Vino, Mistari, dilansir Kompas.com (22/7).

Vino sendiri saat ini diurus oleh sang paman bernama Margono dan juga tetangga-tetangganya. "Ayah Vino ini profesinya penjual pentol keliling. Di sini (rumah) ada beberapa penjual (pentol) juga semua perantauan dari Jawa, rumah berdampingan di situ, mereka yang urus Vino," ujar Mistari. "Di sebelahnya itu ada paman Vino, Mas Margono. Mas Margono ini yang antarkan makanan, disimpan depan pintu, baru dia ambil sendiri,” tambahnya.

 

1. Temani Vino

Para tetangga pun ikut menemani Vino tidur saat malam, kendati dirinya masih melakukan isolasi mandiri. Tetangga dan rekan penjual sang ayah tidur depan pintu rumah beratapkan tenda. Sementara Vino tidur beralasan bentangan ambal dan juga kasur di ruang tengah depan televisi.

Sang paman, Margono mengatakan jika Vino tidak ikut menyaksikan penguburan Covid-19 karena isolasi mandiri tersebut. "Kami sampaikan ke dia, ayah dan ibunya sudah meninggal. Respons dia menangis. Kata dia, kok bisa meninggal, ayah dan ibu kan masih muda," ujarnya. "Tapi setelah itu terhibur lagi, banyak keluarga, saudara beri dia makanan, di rumah ramai banyak yang nemani," tambahnya.

Karang Taruna Margo Mulyo bersama pihak Kampung Linggang Purworejo berinisiatif menggalang donasi untuk Vino. Petinggi Kampung Linggang Purworejo, Slamet Dullah, mengatakan sudah mengeluarkan surat persetujuan penggalangan donasi bagi Vino oleh Karang Taruna Margo Mulyo.

2. Buka Donasi

Donasi akan dibuka sampai Minggu (25/7/2021) melalui nomor rekening 0112907947 Bank Kaltimtara atas nama Karang Taruna Margo Mulyo, dan diharapkan dapat membantu segala kebutuhan harian dan sekolah Vino. "Ada yang sudah sumbang dan sudah diserahkan," ungkap Slamet.

Ketua Tim Penggalangan Donasi dari Karang Taruna Margo Mulyo, Mistari, berharap selain donasi yang terkumpul, dirinya juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan akses sekolah Vino tanpa biaya apa pun.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI