Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2021 Usai Digelar, Berupaya Kembangkan Industri Fashion Muslim Indonesia

Senin, 27 September 2021 09:33 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati
Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2021 Usai Digelar, Berupaya Kembangkan Industri Fashion Muslim Indonesia
Modest Fashion Project (MOFP) 2021 (Credit: Istimewa)


Kapanlagi Plus - Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2021 berakhir. Empat finalis terbaik menjadi juara di ajang tahunan yang digelar Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin. Empat finalis tersebut diantaranya Auke Kurnia (Juara 1), Ida Fahmi (Juara 2), Indra Syahri (Juara 3) dan Salsabilla Izzatin (Juara Favourite)

Acara yang digelar di Gedung Putih, Bintaro, Tangerang, Banten, Sabtu (25/9) sore ini ingin memberikan ruang kreatif bagi anak muda untuk berkreasi sebagai upaya untuk mengembangkan busana muslim guna menjadi destinasi fashion muslim di dunia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Ir Reni Yanita, M.si menjelaskan bahwa MOFP berupaya menumbuhkan anak-anak muda kita untuk terus berkreasi.

“Saya harap finalis MOFP bisa menjadi desainer fashion yang juga dapat berkarya di kancah dunia mempromosikan dan memajukan potensi industri fashion muslim nasional yang kelak akan jadi destinasi industri fashion muslim dunia,” ujar Reni Yanita di momen itu.

“Sudah banyak nama desainer fashion maupun brand fashion Indonesia yang mendunia, dan saya harap finalis MOFP bisa menjadi desainer fashion yang juga dapat berkarya di kancah dunia mempromosikan dan memajukan potensi industri fashion muslim nasional,” imbuhnya.

1. Bisa Bersaing

Modest Fashion Project (MOFP) merupakan salah satu kompetisi yang dihadirkan pemerintah untuk merangsang para designer muda melahirkan karya dan bisa bersaing dengan desainer dunia.

Melalui kompetisi ini, pemerintah ingin menumbuhkan anak muda terus berkreasi di tengah pandemi khususnya industri fashion muslimah. Mengingat, kata Reni, jumlah penduduk muslim Indonesia dan dunia cukup besar “Kita tahu fashion muslim terus berkembang,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ir E. Ratna Utarianingrum selaku Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia Sandang dan Kerajinan mengatakan dalam MFOP ini adalah tantangan buat para desainer untuk menggunakan kain khas Indonesia.

“Bagaimana dengan memasukan wastra (kain) tradisional khas Indonesia ikut mencitrakan Indonesia sebagai kiblatnya karena kita pengen jadi pusat muslim fashion di dunia inilah salah satu gerakan kita mau lihat dunia banyak desainer fashion muslim muda di Indonesia bahkan di gerakan bangga pakai buatan Indonesia beli produk Indonesia berwisata di Indonesia saja kita branding ini terus menerus," ungkapnya.

(kpl/tdr)



MORE STORIES




REKOMENDASI