Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun Jadi Ajang Pesta Budaya Meriah di Batam

Senin, 29 April 2019 10:37 Penulis: Wuri Anggarini
Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun Jadi Ajang Pesta Budaya Meriah di Batam
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Kekayaan budaya di tanah air jadi salah satu warisan bangsa yang bikin bangga. Begitu pun yang dirasakan oleh Kota Batam yang baru-baru ini mengadakan sebuah event untuk memperlihatkan kekayaan budaya yang dimilikinya. Momen ini adalah Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun pada Sabtu (27/4) di Ibis Style, Batam, Provinsi Riau.

Kegiatan ini terbilang sukses karena dihadiri oleh 219 wisatawan mancanegara yang hadir berpartisipasi. Keren banget, kan! Para wisatawan mancanegara yang hadir ini berasal dari Singapura. Ada alasan khusus mengapa mereka ingin berpartisipasi pada acara seperti itu. Para wisatawan ini merupakan keturunan Suku Bugis Melayu sehingga ingin merasakan euphoria acara tersebut. 

“Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengangkat kembali kejayaan Melayu Bugis. Juga untuk merajut kebesaran sejarah Bugis Melayu yang pernah gemilang melalui kuliner, pentas musik, dan tarian,” ujar Trindiana yang menghadiri acara tersebut.
Selain perwakilan Kementerian Pariwisata, event ini juga dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wuryanta.

“Rangkaian acara pada kegiatan Kunjungan Muhibah Bugis Melayu Serumpun sangat padat. Dan, sangat kental dengan budaya. Khususnya budaya Bugis dan Melayu. Ini juga yang menjadi daya tarik bagu wisatawan,” terang Diana.

Salah satu kebudayaan yang ditampilkan adalah Tari Bugis, Paduppa. Tarian ini dibawakan dengan sangat indah oleh Sanggat Wan Sendari. Paduppa merupakan tari sambutan buat tamu yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Selain itu, diperdengarkan juga lagu-lagu Melayu dan Bugis. Antara lain lagu Balo Lipa, Tak Akan Melayu Hilang di Dunia, Tana Ogi Wanuakku, dan Zapin Pusaka. Nuansa budaya makin kental terasa saat tari Melayu, Pulau Putri, ditampilkan. Namun yang paling seru, saat seluruh undangan diajak mengikuti Joget Lambak Bersama-sama.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati, memberikan acungan jempol untuk pelaksanaan event ini.

“Selain mampu menyajikan atraksi-atraksi modern, Batam juga mempertahankan budayanya. Bahkan diperkenalkan. Seperti dalam Muhibah Bugis Melayu ini,” kata Dessy memberikan apresiasinya.

Hal senada disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia mengingatkan betapa berharganya melestarikan kebudayaan.

“Budaya itu semakin dilestarikan akan semakin meeyejahterakan. Nilainya akan semakin tinggi. Dan culture ini juga menjadi magnet untuk menarik wisatawan. Muhibah Bugis Melayu ini adalah contoh yang baik. Apalagi merupakan perpaduan dua budaya yang berbeda,” katanya.

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI