Lahir Dengan Satu Mata, Bayi Ini Diduga Terpapar Merkuri & Obat-Obatan

Jum'at, 14 September 2018 16:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Lahir Dengan Satu Mata, Bayi Ini Diduga Terpapar Merkuri & Obat-Obatan
Bayi Bermata Satu © Liputan 6


Kapanlagi Plus - Viral di social media tentang bayi yang lahir dan hanya memiliki satu mata. Berita tersebut ternyata benar adanya, sang bayi lahir di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.

Terlahir secara caesar, sang bayi lahir dengan tidak memiliki hidung dan bermata satu. Dugaan sementara kenapa sang bayi bisa memiliki satu mata dikarenakan terpapar merkuri dan obat-obatan.

"Orangtua bayi itu warga perantau dari Pulau Jawa. Kita menduga terkena virus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, Syarifuddin Nasution dilansir dari Liputan 6.

1. Keluarga Masih Tertutup

Diketahui jika orangtua bayi ini bekerja di salah satu tambang yang diduga ilegal. Bayi malang ini merupakan anak kelima dari pasangan tersebut, dan lahir dengan berat 2400 gram.

Syarifuddin mengatakan pula jika kasus ini tergolong sangat langka. Dari seluruh dunia, kasus di Indonesia ini adalah kasus ketujuh, dan sebelumnya, kasus kelahiran yang sama pernah terjadi di Mesir.

"Kita masih sulit mendapat informasi, karena keluarga bayi masih tertutup," tutupnya.

2. Kasus Yang Amat Langka

Kasus kelahiran yang langka terjadi di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara. Seorang bayi berjenis kelamin perempuan lahir dengan hanya memiliki satu buah mata.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina, Syarifuddin Nasution, mengatakan bayi tersebut lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, pada Kamis, 13 September 2018, sekitar pukul 15.25 WIB.

"Kita sudah melakukan pengecekan. Tapi, belum sempat menemui orangtuanya, karena masih syok," ungkap Syarifuddin seperti dilansir Liputan6.com.

3. Kondisinya Memprihatinkan

Bayi tersebut kondisinya cukup memprihatinkan. Terlahir secara caesar, sang bayi lahir dengan tidak memiliki hidung dan bermata satu. Selain hidung dan mata, bayi tersebut memiliki kondisi organ tubuh lain yang lengkap.

Dikatakan jika kondisi ini merupakan kasus yang sangat langka. Dari keterangan dokter, didapat keterangan jika harapan hidup bayi ini sangatlah kecil.

"Kasus-kasus sebelumnya, satu sampai tiga hari. Tadi dokter bilang, lima jam saja sudah syukur. Kondisi umumnya, bayi mengalami gangguan pernafasan dan jatung. Denyut jantung di bawah 100," tutupnya.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI