Lima Tokoh Animasi Korea Selatan Bakal Hadir di Dunia Hiburan Indonesia

Selasa, 03 September 2019 08:40 Penulis: Gogor Subyakto
Lima Tokoh Animasi Korea Selatan Bakal Hadir di Dunia Hiburan Indonesia
Hello Jadoo. Credit: ATOONZ


Kapanlagi Plus - Dalam waktu dekat, orang tua yang memiliki anak kecil tak perlu lagi khawatir soal tontonan untuk putra atau putri tercintanya. Studio Shoh Entertainment (SSE) mengembangkan konten animasi asal Korea Selatan sebagai tontonan segar bagi anak-anak Indonesia di antaranya Hello Jadoo dari ATOONZ, Mini Force dari SAMG Animation, Go Go Dino dari Lotta Animation dan Mogozzi Studio, Carrie and Friends dari Carrie Soft Co. Ltd, dan FrienZoo dari Grafizix.co.

"Kami memulai bisnis kami dengan IP (intellectual property) Korea, tapi itu memulai dulu. Kemudian, tujuan kami adalah membuat IP sendiri, yaitu Indonesia untuk IP pasar dunia dari studio kami lalu kami melakukan bisnis untuk pasar Indonesia dan dunia," kata Seung Hyun Oh, President Director SSE di Jakarta Selatan, belum lama ini.

1. Hello Jadoo Jadi Favorit

Dari lima konten animasi ini, Hello Jadoo bisa dikatakan menjadi yang terfavorit. Bahkan, saat ditayangkan di SCTV, Hello Jadoo mendapat rating yang cukup tinggi saat itu.

"Kita ada Hello Jadoo di SCTV, itu share-nya cukup tinggi pernah mencapai delapan. Acarnya jam 07.30 merupakan cukup bagus," kata Rina Novita, CEO PT Digital Network Aesthetic (DNA).

2. Mengemas Konten

Ditambahkan Rina, saat ini SSE juga sedang mempelajari bagaimana mengemas konten mereka agar disukai oleh anak-anak Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuat cerita-cerita seperti Upin Ipin yang dibawa Rina ke Indonesia dengan tema-tema persahabatan. Penyuntingan bahasa pun juga harus dipikirkan menurut Rina.

"Memang yang harus dipikirkan bagaimana local engagement. Ini yang sedang kita pikirkan supaya anak-anak jadi bisa mencintai, menjadi lovable character untuk anak Indonesia. Ini memang perlu pendalaman. Hello Jadoo kemarin di-dubbing bahasa Indonesia karena anak-anak enggak bisa subtitling. Upin & Ipin dan Boboiboy itu subtitling tapi bahasa Malaysia, gampang. Kalau Korea enggak bisa, harus dubbing," tambah Rina menjelaskan.

3. Bikin Animasi Berkualitas

SSE sendiri baru membuka cabangnya di Indonesia pada awal tahun 2019. Di dalamnya, terdapat ratusan animator muda berbakat Indonesia yang terlibat. Harapannya, ke depannya animator Indonesia bisa menghasilkan karya animasi yang terbaik dan mampu bersaing.

"Kami memiliki ratusan animator Indonesia, kecuali aku, semuanya orang Indonesia. Mereka menciptakan, menulis cerita, mendesain, membuat animasi. Jadi ini adalah IP dari Indonesia. Kami akan membuat animasi berkualitas baik dari studio di Indonesia," kata Seung Hyun Oh.

(kpl/pur/ssm)

Reporter:

Mathias Purwanto.



MORE STORIES




REKOMENDASI