Mana Langkah Bersih-Bersih Rumah ala Jepang Ini yang Sudah Kamu Kuasai?

Jum'at, 15 Mei 2020 00:01 Penulis: Wuri Anggarini
Mana Langkah Bersih-Bersih Rumah ala Jepang Ini yang Sudah Kamu Kuasai?
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Siapa sih yang bakal menyangka kalau Ramadan tahun ini harus dilalui dengan cara yang lebih ‘istimewa', yaitu di rumah aja? Semua kegiatan jadi berfokus dari rumah, mulai dari belajar, bekerja, sampai beribadah.  That's why penting banget menjaga sanitasi rumah demi kenyamanan dan kesehatan keluarga.

Biar kegiatan membersihkan rumah bisa memberikan hasil yang lebih maksimal, yuk waktunya belajar teknik bersih-bersih rumah ala Jepang berikut ini. Ada yang sudah dikuasai?

Teknik Pertama: Seiri

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Seiri mengandung arti memilah. Maksudnya, pilah-pilah dulu barang yang masih dibutuhkan atau tidak. Seringnya kamu menumpuk barang-barang yang sudah nggak dipakai di dalam rumah, misalnya saja kardus bekas atau baju-baju lama yang sudah tidak terpakai. Mau dibuang tapi sayang, ada yang merasa begitu?

Sekarang waktunya ubah mindset kamu. Jika barang-barang yang sudah menumpuk nggak pernah digunakan lagi, sebaiknya langsung buang atau berikan kepada yang lebih membutuhkan. Cukup kenangan mantan yang disimpan, benda-benda bekas nggak perlu.

Langkah Selanjutnya: Seiton

ŠShutterstockŠShutterstock

Teknik kedua adalah Seiton, atau mengelompokkan barang-barang sesuai dengan kategorinya. Misalnya, rapikan buku dengan buku, tata sepatu di rak sepatu, lalu masukkan barang-barang ke dalam kotak penyimpanan agar lebih rapi. Cara ini bisa membuat rumah terlihat lebih tertata, kamu pun bisa makin nyaman selama WFH.

Masuk Tahap Berikutnya: Seiso

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Langkah selanjutnya adalah Seiso yang artinya membersihkan. Maksudnya, kamu wajib menyediakan waktu buat membersihkan rumah secara menyeluruh. Saat sedang menjalani Ramadan di tengah pandemi seperti sekarang ini, wajib membersihkan rumah setiap hari agar makin betah WFH sekaligus menjaga kesehatan keluarga. Buat jadwal membersihkan rumah agar lebih efektif, misalnya di pagi hari sebelum melakukan kegiatan apapun. Kalau rumah bersih, kamu juga bakal makin nyaman WFH kan!

Pelajari Juga Teknik Berikutnya: Seiketsu

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Teknik membersihkan rumah ala Jepang berikutnya adalah Seiketsu alias standarisasi. Artinya, kamu wajib membuat standar kebersihan tempat tinggal masing-masing lewat aturan yang dibuat sendiri. Misalnya, simpan sepatu di rak yang ada di belakang rumah, letakkan pakaian kotor dalam laundry box yang ada di belakang, dan sebagainya. Dengan begitu, rumah jadi lebih tertata karena kamu nggak meletakkan barang secara sembarangan.

Langkah Terakhir: Shitsuke

ŠShutterstockŠShutterstock

Teknik terakhir adalah Shitsuke atau berkelanjutan. Maksudnya, kamu wajib membangun budaya disiplin menjaga kebersihan rumah dimulai dari diri sendiri. Jangan hanya selama masa menyambut Ramadan atau karena sedang musim pandemi saja. Tapi, menjaga kebersihan rumah juga wajib dilakukan secara terus-menerus agar rumah menjadi tempat yang nyaman dihuni dan kesehatan anggota keluarga juga terjaga dengan baik.

Jadi, di antara 5 langkah bersih-bersih rumah ala Jepang di atas, mana yang sudah sering kamu terapkan? Supaya lebih maksimal, saatnya buat rumah #SelangkahLebihBersih selama bulan Ramadan ini dengan So Klin Lantai Perfume Aromatic yang mampu membersihkan lantai dengan maksimal. Sensasi perfume aromatic-nya menghadirkan kenyamanan dengan keharuman tahan lama hingga ke sudut ruangan. Didukung dengan Teknologi Fast Dry untuk membuat lantai cepat kering kurang dari 1 menit dan Shine Lock Formula yang menjadikannya bersih dan kilap. Dengan aroma Sereh dan Orange Sparkle yang menyegarkan, rumah jadi #SelangkahLebihHarum dan bikin betah selama WFH. 

(c) Instagram/soklinlantaiid(c) Instagram/soklinlantaiid

Sekarang nggak perlu repot keluar rumah kalau ingin membeli So Klin Lantai untuk membersihkan rumah secara maksimal. Belanja secara online aja di Blibli.com dan dapetin promo hingga 20%! Jangan sampai kelewatan, karena periodenya hanya berlangsung sampai 23 Mei 2020 aja. Yuk, langsung aja klik di sini.

 

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI