Marie Kondo, Pencetus Metode Bersih-Bersih Rumah yang Dicintai juga Dibenci

Selasa, 05 Februari 2019 19:16 Penulis: Tyssa Madelina
Marie Kondo, Pencetus Metode Bersih-Bersih Rumah yang Dicintai juga Dibenci
Marie Kondo, pencetus metode Konmari (Credit: Instagram/mariekondo)


Kapanlagi Plus - Membersihkan rumah mungkin jadi salah satu hal yang sudah biasa banget kita lakukan sehari-hari. Namun bagi para pekerja kantoran atau ibu rumah tangga yang waktunya tersita untuk anak, rumah rapi bisa jadi hal yang cukup mustahil.

Kalau kamu adalah salah satu orang yang bermasalah dengan urusan kebersihan, maka nggak ada salahnya kamu belajar dari perempuan asal Jepang bernama Marie Kondo. Penulis buku world wide best seller bertajuk The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Orginizing ini dikenal sebagai perempuan paling bersih dan rapi di dunia.

Lewat bukunya pun, kita akan belajar banyak bagaimana cara ringkas untuk merapikan rumah. Sejak diluncurkan di tahun 2012, buku karya Marie Kondo itu sudah terjual lebih dari enam juta kopi lho.

1. Suka Bersih-Bersih Sejak Kecil

Bagaimana seorang Marie Kondo bisa menjadi konsultan gaya hidup dan penulis buku best seller? Dilansir dari Nextshark, Marie menemukan kecintaannya untuk merapikan barang sejak ia berusia lima tahun.

Kala itu, ia masih duduk di sekolah dasar dan sering terlihat merapikan rak buku di ruang kelas. Tentu saja itu pemandangan yang tak lazim ya, mengingat anak-anak seusianya lebih memilih untuk bermain di luar.

"Setiap hari sepulang sekolah, hal favorit yang saya lakukan adalah bersih-bersih, yang artinya bahwa aku terus membuang barang-barang yang ada di dalam rumah setiap hari. Ini membuatku melupakan pentingnya menghargai sebuah objek," jelas Marie Kondo, ketika diwawancara oleh Nextshark.

2. Munculnya Metode Konmari

Dari rasa tertekannya karena bersih-bersih itu lah, Marie Kondo menemukan metode lain yang lebih cocok untuk dirinya. Ia akan memilih dan menyimpan barang-barang yang hanya bisa memicu kebahagiaan, atau yang kini lebih dikenal dengan Konmari.

"Ketika memegang sebuah benda, rasakan bagaimana perasaan tubuh anda? Apakah bahagia atau tidak," cetus Marie.

Setelah memilah dan memilih barang yang bisa disimpan, Marie juga mengajarkan bagaimana cara menyimpan baju dengan benar. Yakni dengan menggulungnya sekecil mungkin dan ditata ke dalam lemari. Dengan cara itu, maka seseorang akan lebih menemukan baju untuk dikenakan.

3. Jadi Konsultan Gaya Hidup

Di usia 18 tahun, Marie Kondo sempat bekerja paruh waktu sebagai 'maiden' di kuil Shinto. Ini mungkin bisa menjelaskan kenapa sebelum membersihkan rumah, Marie Kondo akan meminta penyewa jasanya untuk memejamkan mata serta beterima kasih kepada rumah yang telah melindungi mereka.

Selama lima tahun bekerja, Marie Kondo akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikn sosiolog di pergurun tinggi. Ia pun memutuskan untuk menjadi konsultan gaya hidup yang disambut antusias oleh pelanggannya.

Di tahun 2010, Kondo berniat untuk membagi sebagian ilmunya ke dalam sebuah buku. Sejak saat itulah namanya mulai dikenal luas oleh publik bahkan dibuat serialnya sendiri di Netflix.

4. Marie Kondo Punya Haters?

Rasanya agak mustahil membayangkan seorang wanita seramah dan serapi Marie Kondo punya haters. Namun itu lah faktanya. Jika ada banyak orang terbantu dengan metode Konmari, beberapa justru merasa hal itu hanya buang-buang waktu.

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Conctance Grady di kanal Vox. Soal metode Konmari, ia merasa Marie Kondo terlalu menjual fantasi atas kontrol penuh isi rumah. Barang yang memicu kebahagiaan dinilai terlalu abstrak untuk diukur secara individu dan Marie Kondo pun tak menjelaskan lebih banyak soal hal itu.

5. Jual Kotak Penyimpanan

Lalu ada pula yang menuding Marie Kondo terlalu matrealistis karena meraup banyak keuntungan dengan menjual kotak penyimpanan barang. Ya, meskipun itu tidak wajib untuk dibeli juga sih tapi haters kan memang selalu menemukan cara untuk dibenci.

Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu tertarik mencoba metode Konmari atau sudah mempraktekannya di kehidupan sehari-hari?

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI