Advertorial

Masih Bingung Beda EDT, EDP, dan Parfum? Ini Penjelasan Simpelnya Biar Nggak Salah Beli

Masih Bingung Beda EDT, EDP, dan Parfum? Ini Penjelasan Simpelnya Biar Nggak Salah Beli Ilustrasi pria muda sedang bekerja di depan komputer.

Kapanlagi.com - Pernah nggak sih kamu beli parfum karena wanginya enak banget, tapi ternyata pas dipakai malah nggak sesuai ekspektasi? Ada yang baru beberapa jam sudah samar, ada yang terasa terlalu kuat, ada juga yang ternyata kurang nyaman dipakai seharian. Nah, masalahnya sering kali bukan cuma di aromanya, tapi juga karena banyak orang belum benar-benar paham bedanya EDT, EDP, dan Parfum.

Padahal, tiga istilah ini penting banget kalau kamu ingin beli parfum dengan lebih "pinter". Soalnya, beda konsentrasi berarti beda karakter, beda ketahanan, dan beda juga momen pakainya. Buat kamu yang aktivitasnya padat dari pagi sampai malam, berangkat kerja, meeting, makan siang di luar, lanjut nongkrong atau dinner, memilih jenis parfum yang tepat bisa bikin penampilan terasa jauh lebih siap.

Jadi, sebelum asal checkout cuma karena wanginya enak waktu dicoba, ada baiknya kenali dulu perbedaannya.

Bukan Cuma Nama, EDT, EDP, dan Parfum Punya “Level” yang Berbeda

Kalau dijelasin simpel, perbedaan utama EDT, EDP, dan Parfum ada pada kadar konsentrasi minyak aromanya. Makin tinggi konsentrasinya, biasanya makin kuat juga karakter wanginya dan makin lama ketahanannya.

EDT atau Eau de Toilette biasanya punya karakter paling ringan. Wanginya terasa segar, ringan, dan enak dipakai untuk situasi santai. Tapi karena konsentrasinya lebih rendah, EDT juga cenderung lebih cepat hilang. Jadi, kalau kamu cari parfum untuk pemakaian singkat atau hanya butuh aroma yang tipis-tipis saja, EDT bisa jadi pilihan.

Naik satu level, ada EDP atau Eau de Parfum. Tipe ini biasanya lebih tahan lama daripada EDT dan aromanya terasa lebih stabil di kulit. Banyak orang merasa EDP adalah pilihan yang paling aman untuk harian, karena dia tetap nyaman dipakai, tapi performanya lebih bisa diandalkan. Jadi, kalau kamu butuh parfum untuk menemani aktivitas panjang, EDP biasanya lebih masuk akal.

Sementara itu, Parfum punya konsentrasi paling tinggi. Ini yang bikin wanginya paling kuat dan biasanya juga paling awet. Tapi karena intensitasnya cukup tinggi, jenis ini sering terasa lebih cocok untuk momen tertentu atau buat kamu yang memang suka aroma yang sangat tegas.

Kalau Dipakai Sehari-hari, Mana yang Paling Masuk?

Jawabannya tergantung aktivitasmu. Nggak semua orang butuh aroma yang paling kuat setiap saat. Kadang yang lebih penting justru parfum yang nyaman dipakai dan tetap relevan dari pagi sampai malam.

Kalau kamu hanya butuh wangi segar untuk keluar sebentar, aktivitas santai, atau suasana yang ringan, EDT bisa terasa pas. Karakternya nggak terlalu berat, jadi aman buat kamu yang nggak suka wangi terlalu dominan.

Tapi kalau harimu penuh agenda, EDP biasanya jadi pilihan yang lebih ideal. Jenis ini cocok buat dipakai saat berangkat kerja, lanjut rapat, pindah tempat, sampai tetap nyaman saat agenda berlanjut setelah jam kantor. Nggak heran kalau banyak orang merasa EDP punya keseimbangan paling pas, lebih tahan lama dari EDT, tapi tetap nggak terlalu berat seperti Parfum.

Kalau kamu sedang menyiapkan diri untuk acara malam, dinner penting, atau situasi spesial yang butuh kesan lebih kuat, Parfum bisa jadi pilihan. Karakternya memang lebih bold dan biasanya lebih intens.

Jadi, kalau pertanyaannya "mana yang paling tahan lama?", urutannya jelas, parfum paling kuat, EDP ada di tengah dengan daya tahan yang tetap nyaman untuk harian, dan EDT paling ringan. Tapi kalau pertanyaannya "mana yang paling masuk akal untuk aktivitas harian?", banyak orang justru akan lebih nyaman dengan EDP.

Saat Cari Parfum yang Awet tapi Tetap Enak Dipakai Harian

FFAR Sigma Spirit EDP. (FFAR)

Buat yang mencari parfum dengan karakter long-lasting tapi tetap nyaman dipakai dalam berbagai situasi, FFAR Sigma Spirit EDP bisa jadi salah satu opsi yang menarik. Jenis EDP sendiri memang banyak dicari karena menawarkan keseimbangan antara daya tahan dan kenyamanan.

FFAR Sigma Spirit EDP punya ketahanan hingga 8 jam, dengan bukaan aroma segar dari ozone, lemon, bergamot, lavandin, dan Italian orange. Setelah itu, aromanya berkembang dengan melon, nutmeg, patchouli, geranium, dan white floral, lalu ditutup dengan vetiver, amber, musk, leather, dan cedar. Hasilnya, ada kesan fresh di awal, tapi tetap punya jejak maskulin yang rapi dan terasa matang seiring waktu.

Karakter seperti ini pas untuk pria aktif yang nggak mau ribet gonta-ganti parfum. Dipakai buat berangkat pagi masih terasa cocok. Masuk ruang meeting aman. Lanjut aktivitas di luar kantor juga tetap relevan. Bahkan kalau malamnya masih ada agenda santai, aromanya tetap terasa pas. Di titik ini, tipe seperti ini juga terasa punya value for money, karena satu parfum bisa dipakai di banyak situasi tanpa perlu sering re-apply.

FFAR juga membawa persona pria yang confident, optimistic, dan classy, dengan semangat Keep Going yang cocok untuk mereka yang hidupnya aktif dan terus bergerak. Buat pria yang ingin tampil rapi, segar, dan tetap punya karakter, kombinasi seperti ini jelas menarik.

Pada akhirnya, memahami beda EDT, EDP, dan Parfum itu penting bukan cuma supaya kelihatan lebih paham parfum, tapi juga supaya nggak salah pilih. Karena parfum yang tepat bukan cuma soal aroma enak saat dicium pertama kali, tapi juga soal seberapa lama dia bertahan, kapan paling cocok dipakai, dan apakah dia benar-benar sesuai dengan ritme aktivitasmu.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/tsr)

Rekomendasi
Trending