Masih Kecil Sudah Kejam, Bocah SMP Ini Bully dan Keroyok Temannya

Agista Rully | Senin, 17 Juli 2017 12:18
Masih Kecil Sudah Kejam, Bocah SMP Ini Bully dan Keroyok Temannya
ilustrasi istimewa

Kapanlagi.com - Bullying merupakan bentuk intimidasi atau penindasan dari individu/kelompok yang lebih kuat pada sosok yang lebih lemah. Menurut data yang dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah laporan anak yang jadi korban kekerasan di sekolah sepanjang tahun 2015 mencapai 147 kasus sementara pada tahun 2014 sebanyak 159 kasus.

Penindasan yang dilakukan di usia sekolah ini memiliki efek jangka panjang bersifat negatif pada korban. Korban bisa menderita gangguan kecemasan, depresi, sakit punggung, cedera fisik, dan juga gangguan stabilitas emosi. Sayangnya, tindakan bullying masih menjamur hingga saat ini.

Seorang bocah SMP jadi korban bully teman-temannya di Mall Thamrin City  instagram.comSeorang bocah SMP jadi korban bully teman-temannya di Mall Thamrin City instagram.com

Belum lama ini, beredar sebuah video bullying yang dilakukan oleh segerombolan siswa SMP di Mall Thamrin City. Diketahui bahwa pelaku sekaligus korban adalah siswa SMP Kelas 7 di daerah Tanah Abang. Dalam video tersebut, korban yang mengenakan baju seragam putih-putih dijambak, diseret, serta dipukuli.

Korban yang tampak pasrah dan tak bisa melawan tersebut juga diminta untuk mencium tangan dan kaki pelaku bullying. Tentu saja netizen geram setelah menonton video yang jadi viral pada Minggu (15/07) kemarin ini.

Korban telah melaporkan tindakan penganiayaan dan mendapatkan permintaan maaf dari pelaku bullying  instagram.comKorban telah melaporkan tindakan penganiayaan dan mendapatkan permintaan maaf dari pelaku bullying instagram.com

Merasa miris dengan kondisi penindasan yang dialami korban, seorang netizen menghubungi aparat keamanan dan Kemendikbud DKI Jakarta. Saat ini kasus bullying ini telah ditangani oleh polisi karena korban juga melaporkan tindakan penganiayaan yang dialaminya.

Berdasarkan info terbaru, diketahui bahwa keluarga penganiaya telah meminta maaf pada keluarga korban. Berkaca dari kejadian ini, rasanya pengawasan terhadap anak-anak harus lebih diperhatikan agar tak timbul peristiwa serupa ya KLovers?

(kpl/agt)




LATEST UPDATE




REKOMENDASI