Mengintip Ajaibnya Catta, Mata Air Panas yang Jadi Destinasi Favorit di Skouw

Kamis, 20 Juni 2019 08:26 Penulis: Wuri Anggarini
Mengintip Ajaibnya Catta, Mata Air Panas yang Jadi Destinasi Favorit di Skouw
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Dulu mungkin nggak banyak yang mengenal nama Skouw, kawasan yang menjadi perbatasan Jayapura dan Papua Nugini. Sekarang, Skouw mulai banyak dikenal masyarakat, terutama negara tetangga seiring dengan Festival Crossborder yang sering diselenggarakan di area batas negara tersebut. Tahun ini, Festival Crossborder Skouw hadir pada 20-22 Juni 2019. Tertarik merasakan euforia pesta musik dan budaya di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) tersebut?

Kalau lagi mampir di Skouw dan menikmati meriahnya festival yang berlangsung, keseruannya nggak hanya berhenti di situ. Sempatkan juga buat mengunjungi beragam destinasi wisata unik yang cuma bisa dijumpai di Skouw. Salah satunya adalah Catta, yang terletak sekitar 8 km dari Kampung Mosso. Apa sih yang membuat destinasi satu ini jadi unik?

Catta adalah sumber air panas yang jadi salah satu destinasi andalan di Skouw. Kehadirannya ternyata dianggap anomali. Soalnya, kebanyakan sumber air panas berasal dari gunung berapi, sementara kawasan Skouw nggak punya satu pun gunung berapi. Kemunculannya jadi hal yang ajaib banget, kan?

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, Catta layak dikunjungi.

“Catta atau mata air panas menjadi fenomena unik. Sebab, di wilayah Skouw tidak memiliki gunung api. Mata air panas biasanya identik dengan gunung api yang ada di sekitarnya. Lazimnya selalu begitu, tapi Catta berbeda. Untuk itu, Catta juga wajib dikunjungi,” ungkap Ricky.

Ada 2 teori yang melatarbelakangi Catta. Pertama, air panas muncul akibat reaksi patahan atau sesar bumi. Efek ini ditimbulkan dari Sesar Jayapura yang melintasi Kota Jayapura. Asumsi lainnya diperkirakan sebagai aktivitas gunung berapi di wilayah Papua Nugini. 

“Latar belakang munculnya Catta menarik untuk disingkap. Silahkan saja bila wisatawan tertarik untuk ikut menyusun teori baru. Tapi, dasarnya harus tetap ilmiah. Mengunjungi Catta ini tidak ruginya, sebab ada banyak experience yang akan didapatkan wisatawan. Destinasi ini sangat eksotis,” lanjutnya.

Mata air panas ini berada pada jarak 8 Km dari Kampung Mosso. Waktu tempuhnya sekitar 3 jam dengan berjalan kaki. Perjalanan menuju Catta akan menjadi wisata trekking yang mengesankan. Sebab, para wisatawan akan disuguhi pemandangan eksotis khas Bumi Cenderawasih.

Wisatawan bisa merasakan kesegaran rimbunnya hutan tropis. Selain kesejukan iklim, udara yang dihasilkan sangat berkualitas. Wisatawan bisa memanen oksigen sebanyak mungkin. Tubuh akan semakin ringan melalui panorama menawan bebukitan lengkap dengan liukan sungai. Belum lagi, aneka suara burung yang terus terdengar di sepanjang perjalanan.

Beragam burung yang kerap ditemui di sini adalah Rangkong Papua. Ada juga Burung Kakaktua juga Nuri. Kekuatan vegetasinya, diantaranya tanaman pakis hutan.

“Perjalanan menuju Catta tentu menjadi gambaran menarik. Wisatawan dijamin akan mendapat paket liburan lengkap bila mengunjungi Catta. Selain alam eksotis, ada juga pesta reggae dari Festival Crossborder Skouw 2019,” jelas Ricky lagi.

Bukan hanya melihat, wisatawan juga bisa menikmati kehangatan Catta. Wisatawan bisa berendam, tapi spotnya agak jauh dari sumbernya. Venue terbaik ada di pertemuan aliran air panas dan Sungai Mosso. Dengan potensi besarnya, Catta terus didorong menjadi destinasi terbaik di crossborder. Destinasi ini bisa dikunjungi oleh semua, termasuk wisatawan asal PNG.

“Potensi besar memang dimiliki Catta. Kawasan ini akan menjadi destinasi wisata unggulan karena unik dan menarik. Fenomena air panas di Papua cukup langka ditemui. Bila berkunjung ke sana, wisatawan juga akan mendapatkan banyak kegembiraan. Catta akan ikut meningkatkan pergerakan wisatawan di Skouw, khususnya dari PNG,” papar Ricky.

Lalu lintas wisatawan di PLBN Skouw ini cukup tinggi. Mengacu data PLBN Skouw pada Agustus 2018, pergerakan rata-rata wisatawan PNG mencapai 1.000 orang per hari. Angka ini akan meledak hingga 5.000 orang per hari pada moment libur tertentu, seperti hari raya.

“Skouw secara keseluruhan sangat unik. Ada banyak potensi besar yang dimiliki destinasi ini. Catta atau mata air panas tentu menjadi komoditi yang sangat menarik. Kami yakin, destinasi Catta akan mendapat porsi branding besar dari panggung Festival Crossborder Skouw 2019. Apalagi, event ini selalu menarik wisatawan PNG dalam jumlah besar,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI