Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Penutupan Kawasan Wisata Bromo Diperpanjang

Sabtu, 28 Maret 2020 10:02 Penulis: Louvina Gita
Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Penutupan Kawasan Wisata Bromo Diperpanjang
Liputan6.com/Arya Manggala


Kapanlagi Plus - Masa penutupan kawasan wisata Gunung Bromo diperpanjang oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Penutupan ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, hingga dikeluarkan pemberitahuan lebih lanjut nantinya.

"Guna meminimalisir dampak risiko semakin meluasnya Covid-19 di Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) akan memperpanjang penutupan untuk seluruh kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sampai dengan pengumuman lebih lanjut," kata John Kenedie, Kepala Balai Besar TNBTS dalam surat keterangannya, Sabtu (28/3).

Berdasarkan surat sebelumnya, kawasan TNBTS dalam status ditutup terhitung sejak 19 sampai 31 Maret 2020 menyusul wabah Covid-19. Surat tersebut diperbarui dengan memperpanjang masa penutupan hingga batas yang belum diketahui.

1. Siagakan Petugas di 4 Akses Masuk

Keputusan perpanjangan penutupan untuk menyikapi perkembangan pandemi virus corona. Selain itu juga memperhatikan status kedaruratan bencana wabah penyakit akibat Covid-19 oleh BNPB yang diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Sementara Syarief Hidayat, Humas BB TNBTS mengatakan, petugas secara bergiliran ditempatkan di pintu akses empat kabupaten yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Mereka berjaga dan memberi penjelasan terkait penutupan tersebut.

"Prinsipnya mereka memahami dan mengapresiasi kebijakan yang diambil," ungkapnya.

2. Reschedule Tiket

Sementara terkait calon pengunjung yang terlanjur booking tiket secara online, pihak TNBTS akan memberlakukan sistem reschedule setelah dibuka kembali. Sesuai SOP, sebenarnya tidak berlaku refund, karena langsung masuk ke kas negara.

"Karena ini sifatnya pos majure ya di luar prediksi, kita memberikan diskresi. Mereka boleh melakukan reschedule, di luar masa penutupan. Kita kasih diskresi dengan menjadwal ulang, kalau misalnya melaksanakan kunjungan di 19-31 pas penutupan, nanti di luar tanggal tersebut, kita kasih untuk menjadwal ulang," jelasnya.

Fasilitas pemesanan tiket online langsung dinonaktifkan setelah penutupan ditetapkan. Sehingga tidak terlalu banyak wisatawan yang sudah terlanjur memesan tiket.

 

(kpl/dar/lou)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI