Mobilitas Masyarakat Turun Setelah 12 Hari PPKM Darurat, Pemerintah Meminta Dukungan Lawan Pandemi

Senin, 19 Juli 2021 08:00 Penulis: Jeffrey Winanda
Mobilitas Masyarakat Turun Setelah 12 Hari PPKM Darurat, Pemerintah Meminta Dukungan Lawan Pandemi
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - PPKM Darurat yang bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat mulai menunjukkan hasil. Kegiatan yang diharapkan mampu menekan angka penularan COVID-19 tersebut telah berhasil mengalami kemajuan.

Berdasarkan data hasil pantauan di lapangan, hampir seluruh wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Banten mengalami kemajuan dalam penurunan mobilitas masyarakat. “DKI Jakarta mengalami penurunan mobilitas hingga minus 21,3%, hanya wilayah Jakarta Timur yang masih cukup padat. Wilayah Jawa Barat juga mengalami penurunan, meski di wilayah pantura masih ada pergerakan masyarakat yang cukup tinggi,” tutur Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi saat menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan implementasi PPKM Darurat, Rabu (14/7).

Berikan Apresiasi Serta Meminta Dukungan Kepada Semua Pihak Atasi Pandemi

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Dalam kesempatan tersebut, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyebutkan jika pemerintah melalui Koordinator PPKM Darurat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemda, TNI, Polri, Satpol PP, dan tentunya masyarakat umum yang patuh dan taat dalam menjalankan aturan PPKM Darurat. Dedikasi semua pihak tersebut yang membuat penurunan mobilitas ini bisa terjadi selama masa PPKM Darurat.

Dedy juga mengingatkan bahwa penurunan mobilitas masyarakat adalah agenda yang menjadi prioritas saat ini untuk menekan laju penyebaran COVID-19 secara signifikan. “Koordinator PPKM Darurat mengimbau agar seluruh pihak terus bekerja menekan mobilitas masyarakat hingga minus 30%, dan pada akhirnya mencapai minus 50%,” ujar Dedy.

Selain PPKM Darurat, Vaksinasi Juga Berperan Penting dalam Menekan Penularan Virus Corona

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Nggak cuma PPKM Darurat, pada kesempatan ini Dedy Permadi juga menyampaikan tentang perkembangan status mengenai COVID-19 serta program vaksinasi di Tanah Air. “Dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa jumlah kasus baru pada hari ini kembali mencapai yang tertinggi selama pandemi, yaitu sebanyak 54.517 kasus baru. Sedangkan untuk kasus aktif pada hari ini mencapai 443.473 kasus. Dengan berat hati juga kami sampaikan hari ini kita kehilangan 991 saudara kita yang meninggal dunia karena COVID-19,” kata Dedy.

Adanya peningkatan kasus positif yang melonjak tajam ini sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk mengupayakan yang terbaik dalam pencegahan virus Corona. Termasuk dalam hal ini adalah disiplin melaksanakan protokol kesehatan serta mematuhi PPKM Darurat. Dedy menjelaskan jika mobilitas memang mulai turun, namun itu belum cukup. Masih perlu diturunkan lagi hingga mencapai 50%.

Selain PPKM Darurat, meningkatkan jumlah masyarakat untuk vaksinasi juga nggak kalah penting. Hingga Selasa (13/7) pukul 18.00 WIB, sekitar 52,3 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 37 juta orang untuk dosis pertama serta 15,3 juta orang untuk dosis kedua, dari total 208,2 juta orang yang menjadi sasaran vaksinasi.

Dedy pun berpesan kepada masyarakat untuk mengikuti vaksinasi tanpa keraguan. “Masyarakat kami mohon untuk tidak ragu dengan vaksin yang ada. Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia. Badan POM dan WHO sudah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat,” kata Dedy.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan vaksinasi, Pemerintah juga terus menjaga tersediaan stok vaksin. Hingga 13 Juli, Indonesia telah menerima sekitar 137,6 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku. Dalam tiga hari ke depan, akan datang lagi tambahan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

(kpl/jef)

Reporter:

Jeffrey Winanda



MORE STORIES




REKOMENDASI