Ngeri, BNPB Prediksikan Indonesia Akan Alami 2.500 Bencana Tahun 2019 Ini

Sabtu, 05 Januari 2019 07:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Ngeri, BNPB Prediksikan Indonesia Akan Alami 2.500 Bencana Tahun 2019 Ini
Tsunami Banten © Twitter Sutopo_PN


Kapanlagi Plus - Tahun 2019 ini, kita dihimbau untuk lebih waspada. Pasalnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jika Indonesia akan mengalami sekitar 2.500 bencana pada tahun ini.

Dari jumlah tersebut, bencana hidrometeorologi diprediksi akan lebih mendominasi. Sebanyak 95% bencana hidrometeorologi diperkirakan akan terjadi dibandingkan bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami dan erupsi.

"Jadi kita memperkirakan tidak asal-asalan, sudah punya basic pengetahuan sebelumnya. Sistem pendataannya juga kita sudah tahu, ditambah dengan prediksi-prediksi yang ada, bagaimana musimnya, cuaca. Ya kalau geologi kan, kita sudah tahu, tidak bisa diprediksi, tapi tahu daerah-daerah mana kan (yang berpotensi)," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dilansir dari Liputan6, Kamis (3/1).

1. Indonesia Tingkat Kegempaannya Tinggi

Lebih lanjut, BNPB menjelaskan bahwa secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Kondisi tersebut berpotensi rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, bahkan melebihi 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat.

2. Bencana Diakibatkan Oleh Banyak Faktor

Gempa bumi yang disebabkan karena interaksi lempeng tektonik berpotensi menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik, maka Indonesia termasuk daerah yang sering mengalami tsunami.

Bencana sendiri dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) mengelompokkan bencana menjadi bahaya geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydrometeorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (technological hazards) dan penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation).

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI