Nggak Cuma Asal Semprot, Ini Tips Layering Parfum Pria Biar Lebih Long Lasting
Ilustrasi pria menggunakan parfum. (c) belchonock/Depositphotos
Kapanlagi.com - Punya parfum yang wanginya enak itu penting, tapi yang bikin makin puas tentu saat aromanya bisa tetap terasa lebih lama. Apalagi buat pria yang aktivitasnya padat dari pagi sampai malam, mulai dari kerja, kuliah, meeting santai, ngopi, hangout, sampai datang ke acara spesial. Dalam situasi seperti itu, wangi yang cepat hilang jelas bisa bikin rasa percaya diri ikut turun.
Nah, salah satu trik yang sekarang makin sering dibahas adalah layering parfum. Teknik ini sebenarnya simpel, tapi efeknya cukup terasa. Bukan cuma bikin wangi lebih awet, layering juga membantu aroma parfum terasa lebih rapi, lebih menyatu, dan lebih "jadi". Nggak heran kalau topik seperti parfum pria, parfum lokal, sampai pilihan aroma untuk parfum Gen Z makin sering dicari, karena sekarang orang nggak cuma mau wangi, tapi juga mau tahu cara pakainya dengan benar.
Layering Parfum Itu Apa Sih?
Kalau dijelasin gampang, layering parfum adalah cara "menyiapkan" tubuh sebelum parfum utama dipakai. Jadi bukan langsung semprot begitu saja, tapi bikin dasar dulu supaya aroma bisa menempel lebih baik dan lebih tahan lama.
Advertisement
Biasanya, layering dimulai dari kondisi kulit yang bersih dan tidak kering. Setelah itu, baru masuk ke kombinasi body care dan parfum. Inilah kenapa layering sering terasa lebih premium, meski langkahnya sebenarnya gampang diikuti. Kuncinya bukan memakai banyak produk, tapi memakai urutan yang tepat.
Buat pria yang ingin tampil lebih rapi tanpa ribet, teknik seperti ini cocok banget. Apalagi kalau kamu termasuk tipe yang satu hari bisa punya banyak agenda. Saat tubuh dan kulit sudah siap, parfum biasanya terasa lebih stabil dari awal sampai akhir.
Jangan Asal Semprot, Ini Area yang Tepat dan Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah satu hal paling penting dalam layering adalah tahu area tubuh yang tepat untuk parfum. Parfum sebaiknya dipakai di titik-titik nadi seperti leher, belakang telinga, pergelangan tangan, dan bagian dalam siku. Area-area ini lebih hangat, jadi aroma parfum bisa keluar dan berkembang lebih maksimal.
Masalahnya, banyak orang masih asal semprot. Ada yang fokus ke pakaian, ada yang terlalu banyak di satu titik, ada juga yang langsung menggosok parfum setelah disemprot. Padahal, kebiasaan seperti ini justru bisa bikin aroma berubah lebih cepat dan hasil akhirnya kurang maksimal.
Kesalahan lain yang sering nggak disadari adalah memakai parfum di kulit yang terlalu kering. Ini salah satu alasan kenapa aroma cepat menguap. Kalau kulit dalam kondisi lembap, parfum biasanya lebih "nempel" dan lebih tahan lama. Jadi, langkah sederhana seperti memakai body lotion atau body oil sebelum parfum bisa sangat membantu.
Kombinasi Body Care dan Parfum yang Bikin Hasilnya Lebih Maksimal
Biar layering terasa benar-benar bekerja, body care juga punya peran penting. Saat kulit dibersihkan dengan baik dan tetap lembap, parfum akan punya dasar yang lebih bagus untuk menempel. Inilah alasan kenapa kombinasi body care dan parfum sering jadi game changer.

Dalam rutinitas seperti ini, FFAR Sigma Spirit 2 in 1 Face Wash & Shaving Foam bisa jadi salah satu pendukung yang menarik. Produk ini membersihkan wajah sekaligus membantu proses bercukur, dengan formula yang menjaga kelembapan kulit, membantu menenangkan kulit, dan memberi sensasi clean, fresh, masculine scent. Buat pria aktif yang suka hal praktis, langkah seperti ini terasa relevan karena tubuh jadi lebih siap sebelum parfum utama dipakai.
Setelah itu, kamu bisa lanjut dengan FFAR Sigma Spirit EDP sebagai parfum utama. Karakternya segar dan energik, dengan ketahanan hingga 8 jam. Bukaan aromanya datang dari ozone, lemon, bergamot, lavandin, dan Italian orange, lalu berkembang ke melon, nutmeg, patchouli, geranium, dan white floral, sebelum ditutup oleh vetiver, amber, musk, leather, dan cedar. Kombinasi ini bikin aromanya terasa fresh buat daily routine, tapi tetap punya sisi maskulin yang cukup matang untuk special occasion. Jadi buat yang sedang mencari parfum remaja yang naik kelas, atau parfum lokal dengan karakter lebih dewasa, tipe seperti ini terasa menarik.
Teknik layering seperti ini cocok untuk banyak aktivitas. Dipakai buat kerja atau kuliah masih aman. Dipakai buat dinner, ketemu teman, atau datang ke acara malam juga tetap pas. Dan karena wanginya tetap terasa rapi, ia juga cocok untuk pria yang suka tampil clean tanpa harus memakai aroma yang terlalu berlebihan, bahkan untuk yang biasa tertarik pada pilihan aroma fleksibel seperti parfum unisex.
Pada akhirnya, layering parfum bukan soal bikin rutinitas jadi ribet. Justru sebaliknya, ini cara sederhana biar parfum yang kamu pakai bekerja lebih maksimal. Saat kulit siap, area semprotnya tepat, dan produk yang dipilih memang mendukung, hasilnya akan terasa jauh berbeda. Temukan parfum signature FFAR untuk daily hingga special occasion.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/wri)
Advertisement
