'Pekan Wayang Indonesia' Sukses Digelar, Jadi Upaya Wujudkan Rumah Wayang Dunia

Rabu, 09 November 2022 10:16 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati
'Pekan Wayang Indonesia' Sukses Digelar, Jadi Upaya Wujudkan Rumah Wayang Dunia
'Pekan Wayang Indonesia' Sukses Digelar (Credit: Istimewa)


Kapanlagi Plus - Pekan Wayang Indonesia berlangsung selama tiga hari yakni 7-9 November 2022. Tanggak itu sekaligus juga menandai acara Kongres Ke-10 SENA WANGI Tahun 2022 serta Hari Wayang Nasional Ke-4 Tahun 2022. Acara dilanjutkan dengan Living Intongible Culturol Heritage Forum For Wayong Puppet Theoter In Indonesia Ke-2.

Kegiatan Pekan Wayang Indonesia disemarakkan dengan berbagai kegiatan seni, seperti Pergelaran Wayang Kulit Purwa, Pergelaran Wayang Revolusi, Pergelaran Drama Wayang Swargaloka, Fragmen Wayang Orang Bharata, Talkshow, Seminar Wayang, Pameran dan Bazzar UMKM Wayang.

Digelar juga pameran Lukisan Wayang dan Lukisan Wayang Daun. Workshop Lukis Wayang Daun dan Tata Sungging Wayang, serta Pemecahan Rekor Muri Lukis Wayang Daun Tercepat.

“Pekan Wayang Indonesia diselenggarakan lima tahun sekali. Acara utamanya yaitu Kongres SENA WANGI guna memilih Ketua Umum baru. Disusul pembentukan struktur dan personalia SENA WANGI untuk periode lima tahun ke depan,” ujar Sekretaris Umum SENAWANGI, Sumari, S.Sn. yang juga Ketua Pelaksana Acara Pekan Wayang Indonesia ini.

1. Wujudkan Rumah Wayang Dunia

Di saat yang sama Kepala Bidang Humas SENA WANGI, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM., menjelaskan bahwa kegiatan Pekan Wayang Indonesia adalah rentetan perjuangan mewujudkan cita-cita besar Indonesia sebagai Rumah wayang Dunia.

“Wayang Indonesia memiliki posisi terhormat di dunia internasional. Kita terus perkuat potensi maupun kekuatan seni dan budaya Indonesia khususnya wayang, agar fondasi Indonesia sebagai Rumah Wayang Dunia semakin kokoh,” ujarnya.

2. Satukan Bangsa

Drs. Suparmin Sunjoyo selaku Ketua Umum SENA WANGI menyebut betapa wayang telah menyatukan rakyat dan bangsa Indonesia.

“Wayang itu bukan Jawa sentris, tetapi Indonesia sentris. Karena ada Wayang Golek, Wayang Bali, Wayang Sasak, Wayang Banjar, Wayang Si Gale-Gale, Wayang Potehi, Wayang Orang, Wayang Revolusi dan lain-lain termasuk wayang kontemporer. Jadi Wayang lebih menyatukan rakyat dan bangsa Indonesia,” tegas Suparmin Sunjoyo.

(kpl/tdr)



MORE STORIES




REKOMENDASI