Playboy Italia Tewas di Usia 63 Tahun Saat Berhubungan Intim Dengan Turis Muda

Playboy Italia Tewas di Usia 63 Tahun Saat Berhubungan Intim Dengan Turis Muda
Maurizio Zanfanti ©

Kapanlagi.com - Playboy bernama Maurizio Zanfanti tewas di usia 63 tahun. Sang playboy meninggal saat melayani pelanggan yang merupakan turis muda berusia 23 tahun.

Pria yang lahir pada tahun 1955 tersebut meninggal dunia pada Selasa malam (25/9/2018). Selain dikenal sebagai seorang playboy, Maurizio juga terkenal sebagai promotor klub malam di kota tepi pantai Rimini di era tahun 70-an.

1. Meninggal Saat Hibur Turis Muda

Seperti yang dilansir dari Liputan6, pria yang akrab disapa Zanza tersebut meninggal saat sedang melayani pelanggan yang berasal dari Rumania. Zanza menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung fatal.

Dua turis Rumahnia tersebut langsung menghubungi paramedis namun sayangnya Zanza gagal untuk diselamatkan dan dinyatakan meninggal. Walikota Rimini, Andrea Gnassi, mengucapkan belasungkawa yang mendalam untuk Zanza. Menurutnya, Italia begitu kehilangan sang legenda yang disebut 'legenda malam'.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Mulai Karirnya di Usia 17 Tahun

Diketahui Zanza memulai karirnya pada tahun 1972 di usianya yang ke-17 tahun. Zanza mulai bekerja di sebuah klub malam bernama Blow Up saat itu.

Saat itu ia mengalami sedikit kesulitan dalam pekerjaan karena penampilannya yang menarik. Pekerjaannya saat itu adalah berkomunikasi dengan para wisatawan Jerman dan Skandinavia di jalan agar tertarik untuk masuk ke klub malam tersebut.

Pada masa jayanya, di musim panas ia mengklaim bisa tidur dengan 200 wanita. Beberapa kekasih bahkan mendirikan sebuah patung lilin untuknya di sebuah kota di Swedia.

3. Tiduri 6000 wanita

Pria berasal dari Italia mendapat julukan Romeo dari Rimini. Playboy tersebut diketahui telah tidur dengan 6000 wanita. Pada tahun 1986, media Italia L'Espresso menjulukinya 'Pecinta paling sukses di Italia'.

Bahkan, sebuah surat kabar Bologna menuliskan, Zanza menginginkan cara semacam itu untuk meninggal. Menurut Zanza, apa yang dilakukan itu terbaik, ia begitu mencintai wanita.

"Zanza meninggal setelah melakukan apa yang dia lakukan paling baik, mencintai wanita," tulis surat kabar Bologna, Il Resto Del Carlino.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(lip/mit)

Rekomendasi
Trending