Pohon Berusia 300 Tahun - Arti Warna Biru Bagi Warga Korea, Fakta Seputar Blue House

Kamis, 24 Januari 2019 16:01 Penulis: Mita Anandayu
Pohon Berusia 300 Tahun - Arti Warna Biru Bagi Warga Korea, Fakta Seputar Blue House
Blue House Istana Kepresidenan Korea Selatan © Wikipedia


Kapanlagi Plus - Blue House atau Rumah Beratap Biru, merupakan istana kepresidenan Korea. Dalam bahasa Korea, Blue House disebut dengan Cheong Wa Dae. Kalau di Amerika Serikat disebut dengan White House, sedangkan istana kepresidenan Korea disebut sebagai Blue House dikarenakan memiliki atap bangunan berwarna biru.

Istana kepresidenan yang terletak di kawasan Jongno, Seoul, Korea Selatan ini dibangun dengan bentuk rumah tradisional Korea namun dengan struktur yang modern.

1. Ciri Khas Blue House

Ketika memasuki kawasan Blue House, beberapa tanda khas Blue House bisa dilihat di sana yaitu atap yang berwarna biru yang halus dan indah yang berhias Gunung Bugaksan sebagai latar belakangnya. Atap dengan bentuk melengkung pun didesain dengan elegan.

Selain itu Blue House juga terdiri dari Kantor Pusat, Yeongbingwan (Guest House), Chunchugwan (Paviliun Musim Semi dan Musim Gugur), Nokjiwon (Rumput Hijau), Lembah Mugunghwa, dan Tujuh Istana. Menariknya, semua bangunan memiliki bentu yang khas dan dirancang dengan gaya tradisional Korea.

2. Butuh 150 Ribu Ubin

Dilansir dari Visit Korea, dijelaskan bahwa butuh 150 ribu ubin yang menyusun atap Blue House. Lebih menariknya lagi, masing-masing dipanggang secara individual yang membuatnya cukup kuat untuk digunakan selama ratusan tahun.

Lantas, apa sebenarnya makna warna biru bagi warga Korea Selatan? Ternyata, warga Korea punya alasan bersejarah sehingga memilih warna biru untuk istana Kepresidenan Republik Korea.

3. Melambangkan Perdamaian

Seperti yang dikutip dari Instagram Kedutaan Besar Korea Selatan @koremb.idn, Ada tiga fakta menarik kenapa istana kepresidenan Republik Korea dinamakan Blue House. Fakta-fakta ini pun memiliki asumsi.

Jadi yang pertama, pemerinta menciptakan nama Blue House pada bulan Agustus 1960 sebagai upaya untuk meredam sentimen negatif dari rakyat terhadap kediaman pemerintah sebelumnya yang dicurangi dalam pemilihan. Atap biru melambangkan perdamaian dan pemberontakan yang demokratis di tahun 1960.

4. Dibuat dengan Kerja Keras

Selain itu, warna biru telah sering digunakan di Korea karena Teori Yin-Yang dan Lima Elemen dan lokasinya di Asia. Berdasarkan pandangan tradisional Asia mengenai alam dan dunia, teori ini menganggap biru adalah warna Asia Timur.

Kemudian yang terakhir, untuk memproduksi genteng biru dibutuhkan keterampilan dan usaha yang jauh lebih besar dibandingkan genteng hitam polos biasa. Karena alasan ini, hanya keluarga bangsawan yang mampu tinggal di rumah-rumah beratap biru. Sejarah mencatat bahwa banyak atap di istana-istana utama Korea juga berwarna biru, tetapi telah hancur karena Perang Korea, kecuali Aula Seonjeongjeon di Istana Changdeokgung.

5. Pohon Berusia 300 Tahun

Jika mengunjungi Blue House, setelah melewati kantor utama nantinya akan bertemu dengan Chunchugwan jika berbelok ke kanan. Atap Chunchugwan sendiri terbuat dari ubin tanah. Ini merupakan gedung untuk konferensi pers presiden. Sedangkan di sebelah kiri kantor utama, ada Yeongbingwan, yang dirancang untuk konferensi besar maupun acara resmi bersama dengan tamu-tamu asing. Di sekitar Blue House juga terdapat pohon tua yang sudah berusia 300 tahun lebih lho.

Nah, sekarang sudah tahun kan kenapa istana kepresidenan Republik Korea dinamakan Blue House dan makna warna biru bagi warga Korea. Semoga dalam waktu dekat kamu bisa mengunjungi Korea ya!

(kpl/mit)

Editor:

Mita Anandayu



MORE STORIES




REKOMENDASI