PPKM Darurat Segera Dibuka Bertahap, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Jum'at, 23 Juli 2021 08:05 Penulis: Iwan Tantomi
PPKM Darurat Segera Dibuka Bertahap, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Protokol Kesehatan
credit via shutterstock

Kapanlagi Plus - Dalam beberapa hari ke depan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan segera berakhir. Meski begitu, pemerintah mengingatkan jika kepatuhan protokol kesehatan serta cakupan kinerja posko menjadi modal penting dalam kesiapan daerah menghadapi pembukaan bertahap PPKM Darurat.

Kesadaran Memakai Masker Meningkat

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Kepatuhan memakai masker di tingkat desa atau kelurahan sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan persentase desa atau kelurahan yang tidak patuh di bawah 30% di tujuh Provinsi Jawa-Bali.

Menjaga Jarak Masih Jadi PR Tersendiri

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Sementara kepatuhan menjaga jarak masih menjadi kendala di banyak desa maupun kelurahan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten. Tiga Provinsi ini lebih dari 30% desa/kelurahannya tidak patuh menjaga jarak.

Hasil Laporan Kinerja Posko PPKM Darurat

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Jika dilihat pada cakupan laporan kinerja posko, sebagian besar provinsi kurang dari 50% poskonya melaporkan kinerja. Provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

"Saya apresiasi untuk DKI Jakarta, DIY dan Bali yang pelaporan kinerja poskonya sudah dilakukan oleh lebih dari 50% posko di daerah masing-masing," ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, Kamis (22/7).

Berkaca dari hal tersebut, Prof. Wiku Adisasmito meminta Pemerintah DKI Jakarta meningkatkan angka kesembuhan dan meningkatkan desa atau kelurahan di wilayahnya untuk patuh menjaga jarak.

Sementara Pemerintah Jawa Tengah dan Banten untuk menurunkan angka kematian, meningkatkan desa atau kelurahan di wilayahnya untuk patuh menjaga jarak, serta meningkatkan pelaporan kinerja posko pada posko- posko yang sudah terbentuk.

Adapun untuk Pemerintah Jawa Barat dan Jawa Timur, Prof. Wiku meminta untuk menurunkan angka kematian serta meningkatkan pelaporan kinerja posko pada posko-posko yang sudah terbentuk. Sedangkan untuk Pemerintah DIY agar meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

"Kepada Pemerintah Bali saya meminta untuk menurunkan angka kasus positif, kematian, dan Bed Occupancy Ratio (BOR) isolasi," katanya.

Angka Kesembuhan Covid-19 Bisa Ditingkatkan

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Prof. Wiku menambahkan, angka kesembuhan dapat ditingkatkan dan secara bersamaan menurunkan angka kematian. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara sedini mungkin menangani pasien Covid-19. Selain itu, perlu juga meningkatkan pelayanan di rumah sakit.

Penelusuran kontak juga penting, agar kasus dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan. Penurunan kasus positif, BOR, serta jumlah desa atau kelurahan yang tidak patuh protokol kesehatan tetap dapat diupayakan.

Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan dan tindak tegas pada pelanggaran protokol kesehatan hingga tingkat desa atau kelurahan. Dengan upaya pencegahan, Prof. Wiku yakin penularan di tengah masyarakat dapat dikendalikan dan kasus dapat ditekan.

Kinerja Posko Masih Perlu Ditingkatkan Lagi

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Terakhir, pelaporan kinerja posko dapat ditingkatkan dengan memastikan pembentukan posko di tiap desa atau kelurahan. Di samping itu, fungsi-fungsinya juga perlu dilaksanakan dengan baik oleh seluruh unsur yang terlibat.

Menurutnya, pelaporan kinerja posko penting untuk melihat apakah pengendalian Covid-19 hingga tingkat RT/RW sudah diimplementasikan dengan baik atau masih butuh perbaikan.

Apabila seluruh indikator tersebut dapat segera diperbaiki, bukan tidak mungkin masing-masing wilayah nantinya dapat siap melakukan pembukaan kembali secara bertahap tanpa berdampak pada kenaikan kasus yang signifikan.

"Tentunya ini menjadi tanggung jawab seluruh unsur daerah, yaitu pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakatnya untuk memastikan kesiapan daerahnya menghadapi pembukaan bertahap nantinya," katanya.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI