Prof. Deby Vinski Bawa Sains dan Budaya Indonesia ke Forum Dunia di Venice

Prof. Deby Vinski Bawa Sains dan Budaya Indonesia ke Forum Dunia di Venice
Prof. Deby Vinski di Forum Internasional Venice (Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Nama Prof. Dr. Deby Vinski kembali hadir dalam forum internasional di Venice, Italia, pada September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi panggung dengan sejumlah pakar dari bidang stem cell, regenerative medicine, dan longevity sekaligus membawa unsur budaya Indonesia melalui busana yang dikenakannya.

Forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. Elena Baranova, President World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Monaco; Prof. Jaime Rodriguez dari Barcelona; Dr. Daniel Pompa dari Amerika Serikat; serta Dr. Sara Caponigro dari Roma, Italia. Jalannya forum dimoderatori aktor Hollywood Clayton Norcross, yang dikenal melalui serial The Bold and the Beautiful.

Prof. Deby menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan perspektif Indonesia mengenai perkembangan kedokteran regeneratif sekaligus identitas budaya Nusantara.

1. Tampil dengan Kebaya dan Kain Karya Indonesia

Mr. Samir Mastaki , Prof. Dr. Deby Vinski , MSc, PhD , Irina Bizz & Mr. Clayton Norcros (Dok. Pribadi)

Saat menghadiri forum di Venice, Prof. Deby mengenakan kebaya Kutubaru berwarna pink handmade dengan detail payet dari Indonesian Heritage. Penampilannya dilengkapi kain karya Guruh Soekarno Putra serta clutch Ulos kombinasi crocodile dari Dekranasda Medan, Sumatera Utara.

Pilihan busana tersebut menjadi bagian dari cara Prof. Deby membawa unsur budaya Indonesia ke forum yang dihadiri para profesional dan pakar dari berbagai negara. Ia menyampaikan kebanggaannya dapat membawa identitas Indonesia dalam kesempatan tersebut.

"Saya bangga berdiri di Venice membawa Merah Putih. Saya ingin dunia melihat bahwa Indonesia memiliki ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus budaya yang luar biasa untuk dibanggakan," ujar Prof. Dr. Deby Vinski.

Dalam agenda tersebut, Prof. Deby juga didampingi sahabatnya, Lisa JK, yang turut mengenakan busana karya Indonesia. Kehadiran keduanya menambah unsur budaya Nusantara di tengah forum internasional tersebut.

2. Prof. Deby Siapkan Kolaborasi Film Hollywood

Perjalanan Prof. Deby di Venice juga membuka peluang di luar forum akademis dan medis. Dalam pertemuan dengan sejumlah bintang film dunia, muncul gagasan untuk mengangkat terapi medis ke dalam karya audiovisual.

Sebagai produser di Vinski Production, Prof. Deby kini menyiapkan produksi film Hollywood berskala internasional dan membuka peluang kolaborasi dengan production house lainnya. Proyek tersebut menggandeng aktor Hollywood Clayton Norcross dan Andy Garcia.

Film ini mengusung perpaduan genre romance science dan thriller action dengan mengeksplorasi konsep longevity therapy. Pendekatan tersebut dijelaskan sebagai konsep medis modern yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga berkaitan dengan kualitas dan keberlanjutan kehidupan.

Rencana pengambilan gambar akan menggunakan sejumlah lokasi di Indonesia, mulai dari Jimbaran di Bali, Vinski Tower di Jakarta, hingga lanskap Pangkalan Bun, Kalimantan.

Proyek tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan konsep kesehatan sekaligus destinasi Indonesia melalui industri perfilman internasional.

3. Fokus pada Stem Cell hingga Longevity

Di bidang medis, Prof. Deby Vinski dikenal aktif membawa isu preventive medicine, regenerative medicine, stem cell, dan longevity ke sejumlah forum internasional.

Aktivitasnya juga berkaitan dengan pengembangan layanan kesehatan yang menekankan privasi dan pelayanan personal bagi para pimpinan negara serta kalangan VVIP.

Vinski Tower dan CELLTECH Stem Cell Centre di Indonesia menjadi bagian dari ekosistem layanan yang dikembangkan Prof. Deby. Konsep pelayanan yang diusung menggabungkan teknologi, kerahasiaan, dan pendekatan personal.

Dari sisi teknologi, Prof. Marhaen Hardjo dari Komite Sel Punca menyampaikan bahwa teknologi Quantum yang diterapkan dalam ekosistem layanan Prof. Deby memiliki keberadaan yang terbatas secara global. Teknologi tersebut disebut dapat diakses di Vinski Tower Indonesia dan salah satu fasilitas medis ternama di Jepang.

Selain itu, layanan stem cell Prof. Vinski telah mendapat pengakuan sebagai Centre of Excellence dari BD, perusahaan teknologi medis asal Amerika Serikat. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari perkembangan CELLTECH Stem Cell Centre Vinski Tower sebagai pusat layanan terapi sel punca berbasis teknologi.

4. Dari Venice Menuju Agenda Internasional Berikutnya

Kehadiran Prof. Deby di Venice membawa dua sisi yang berjalan bersamaan, yakni perkembangan bidang kedokteran regeneratif dan pengenalan identitas budaya Indonesia. Busana Nusantara yang dikenakannya menjadi bagian dari penampilan tersebut, sementara isu stem cell, regenerative medicine, dan longevity menjadi topik utama yang dibawanya.

Setelah agenda di Venice, Prof. Deby dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke World Consensus di London, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan 15 tahun WOCPM.

Agenda tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Prof. Deby untuk mempertemukan gagasan ilmiah, perkembangan teknologi, serta jejaring internasional dalam bidang preventive medicine, regenerative medicine, dan longevity.

Di sisi lain, persiapan proyek film Hollywood bersama Clayton Norcross dan Andy Garcia menjadi bagian lain dari aktivitas Prof. Deby di ranah internasional. Produksi yang direncanakan mengambil sejumlah lokasi di Indonesia tersebut masih menunggu pengumuman lebih lanjut mengenai detail proyek dan jadwal produksinya.

(kpl/gtr)

Rekomendasi

Trending