Profil Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB yang Mengundurkan Diri Secara Tiba-tiba
Yuddy Renaldi (credit: bankbjb.co)
Kapanlagi.com - Dunia perbankan Indonesia tengah bergetar dengan berita mengejutkan: Yuddy Renaldi, yang selama ini menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB, resmi mengundurkan diri. Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Maret 2025. Dalam pernyataannya, Bank BJB mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Yuddy telah diterima dan akan menjadi agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2024.
Meskipun Yuddy menyebutkan "pertimbangan pribadi" sebagai alasan di balik keputusan mendadaknya, banyak pihak penasaran dengan langkah yang diambilnya ini. Sebab, Yuddy telah memimpin Bank BJB sejak 2019 dan dikenal sebagai sosok yang membawa banyak perubahan positif bagi bank daerah ini.
Di bawah kepemimpinannya, Yuddy fokus pada penguatan peran Bank BJB dalam mendukung sektor UMKM serta menjadikan bank ini lebih kompetitif di pasar. Ambisius, ia bahkan menargetkan Bank BJB untuk naik kelas menjadi bank BUKU IV, dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun.
Advertisement
Lalu, siapa sebenarnya Yuddy Renaldi? Bagaimana perjalanan kariernya di industri perbankan yang penuh tantangan ini? Mari kita telusuri lebih dalam profil Yuddy Renaldi, yang dirangkum oleh Kapanlagi.com dari berbagai sumber pada Rabu (5/3/2025).
1. Awal Karier dan Pendidikan Yuddy Renaldi
Yuddy Renaldi, pria kelahiran Bogor tahun 1964, menapaki jalan gemilang di dunia perbankan berkat pendidikan ekonomi yang ia tempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta, di mana ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990. Tak puas hanya sampai di situ, ia melanjutkan studi pascasarjana dengan mengambil Magister Manajemen di STIE IPWI Jakarta pada tahun 2000.
Ketertarikan mendalamnya di sektor perbankan membawanya bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang kemudian bertransformasi menjadi Bank Mandiri, tempat ia mengasah keterampilan dan membangun reputasi sebagai bankir ulung.
Berkat dedikasi dan pengalaman yang mengesankan di berbagai posisi strategis di bank-bank besar kategori BUKU IV, Yuddy akhirnya dipercaya untuk memimpin Bank BJB pada tahun 2019, menandai puncak dari perjalanan kariernya yang inspiratif.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Perjalanan Karier: dari Bank Mandiri hingga Bank BJB
Sebelum menapaki karirnya di Bank BJB, Yuddy Renaldi telah mengukir jejak yang gemilang di dunia perbankan dengan pengalaman yang kaya. Ia pernah memimpin sebagai Group Head Subsidiaries Management di Bank Mandiri antara 2016 hingga 2017, di mana ia mengelola anak perusahaan dengan penuh tanggung jawab.
Tak berhenti di situ, Yuddy melanjutkan perjalanan karirnya di Bank BNI sebagai SEVP Remedial & Recovery dari 2017 hingga 2019, berfokus pada penanganan kredit bermasalah dan pemulihan aset.
Puncaknya, pada tahun 2019, ia diangkat sebagai Direktur Utama Bank BJB, membawa segudang pengalaman dari bank-bank besar untuk mengantarkan Bank BJB melangkah lebih jauh sebagai bank nasional yang kompetitif.
3. Kepemimpinan Yuddy Renaldi di Bank BJB
Di bawah kepemimpinan Yuddy Renaldi, Bank BJB melesat dengan pertumbuhan yang mengesankan, menjadikannya salah satu bintang di dunia perbankan.
Dengan ambisi menjadikan Bank BJB sebagai Bank BUKU IV—bank dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun—Yuddy tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat. Langkah ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi yang ingin memperkokoh sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian daerah.
Tak hanya itu, Yuddy juga memperkuat peran Bank BJB dalam mendukung pembangunan infrastruktur, di mana Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, memberikan mandat kepada bank ini sebagai lembaga keuangan andalan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur strategis.
4. Mengapa Yuddy Renaldi Mengundurkan Diri?
Meskipun secara resmi Yuddy Renaldi mengundurkan diri dengan alasan pribadi, misteri di balik keputusannya masih membayangi publik. Banyak yang penasaran, mengingat perannya yang krusial dalam kemajuan Bank BJB dan seharusnya masih memimpin hingga akhir masa jabatannya.
Berbagai spekulasi pun beredar di kalangan analis keuangan, mulai dari konflik internal perusahaan hingga kemungkinan Yuddy beralih ke posisi strategis di lembaga keuangan lain.
Menariknya, ada juga yang mengaitkan pengunduran dirinya dengan dugaan skandal korupsi terkait mark up iklan BJB yang mencapai ratusan miliar rupiah, meski pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi.
Semua mata kini tertuju pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024, di mana keputusan krusial tentang masa depan Bank BJB akan ditentukan pasca-kepergian Yuddy.
5. FAQ
1. Siapa Yuddy Renaldi?
Yuddy Renaldi adalah bankir profesional yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB sejak 2019 hingga Maret 2025.
2. Mengapa Yuddy Renaldi mengundurkan diri dari Bank BJB?
Alasan resmi yang disampaikan adalah "pertimbangan pribadi", namun belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
3. Apa kontribusi Yuddy Renaldi untuk Bank BJB?
Ia mendorong penguatan Bank BJB sebagai bank nasional yang lebih kompetitif serta fokus pada pembiayaan UMKM dan infrastruktur daerah.
4. Siapa pengganti Yuddy Renaldi di Bank BJB?
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama Bank BJB.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/rmt)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
