Pyridam Farma Gelar PYFA Venture Competition untuk Tingkatkan Kualitas Digitalisasi di Industri Kesehatan Indonesia

Jum'at, 09 September 2022 16:08
Pyridam Farma Gelar PYFA Venture Competition untuk Tingkatkan Kualitas Digitalisasi di Industri Kesehatan Indonesia
PYFA Venture Competition / Credit Foto: Dokumentasi Pribadi


Kapanlagi Plus - PT Pyridam Farma (PYFA) menggelar sebuah kompetisi bertajuk PYFA Venture Competition dengan mengangkat tema 'kesehatan melalui dunia digital'. Kompetisi ini ditujukan untuk para mahasiswa dan berlangsung selama 4 bulan, yakni mulai September 2022 hingga Desember 2022 mendatang.

Untuk kelancaran kompetisi, Binus University ditunjuk jadi pilot project untuk penyelenggaraan perdananya ini. Tak menutup kemungkinan ke depannya nanti kompetisi serupa akan dibuka untuk kampus-kampus lainnya.

"Ini adalah tahun pertama PYFA Venture Competition diadakan oleh Pyridam Farma. Sedangkan kampus yang menjadi pilot project kompetisi ini adalah Binus University, dan tidak menutup kemunginan untuk tahun-tahun yang akan datang PYFA Venture Competition akan terbukan untuk para mahasiswa seluruh kampus di Indonesia," ungkap Kezia Mareshah, Corporate Communication Manager Pyridam Farma.

1. Mendukung Pergeseran Digitalisasi pada Industri Kesehatan dan Farmasi Global

Kezia menambahkan bahwa PYFA Venture Competition diadakan dalam rangka mendukung pergeseran digitalisasi pada industri kesehatan dan farmasi global. Digitalisasi kesehatan mutlak harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan kehidupan masyarakat dalam beberapa tahun  terakhir ini.

PYFA Venture Competition ini bertujuan mengajak para mahasiswa Binus University untuk melakukan riset, fact finding kesehatan yang faktual dan aktual selanjutnya dicari solusi untuk mengatasi apa yang ada di lapangan dalam bentuk program digital.

"Kompetisi ini dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan inovasi digital dalam perawatan kesehatan. Kami mendorong para mahasiswa untuk untuk mengekspresikan ide, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan mereka melalui kompetisi yang akan diadakan secara online. Peserta individu atau kelompok dengan maskimal 5 anggota memiliki kesempatan untuk mempresentasikan apa yang mereka yakini dapat menjadi game-changer dalam industri kesehatan di Indonesia sekaligus memperebutkan total hadiah sebesar Rp.47.500.000. Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika ada ide start-up kreatif yang berkualitas akan didukung dan di danai oleh Pyridam Farma," sambung Kezia Mareshah.

2. Pengembangan Health Tech Industry

Dalam kesempatan yang sama, Coach Aloysius B. Gunawan - BINUS Incubator mengatakan bahwa Binus University sangat bangga dijadikan pilot project PYFA Venture Competition. Ia juga menambahkan bahwa Health tech industry terbukti mampu menunjukkan manfaatnya saat pandemi melanda.

"Para mahasiswa kami pasti terpacu untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka bisa menjadi agen kesehatan masyarakat terlebih untuk mencari data kesehatan pasca pandemi dan mencoba memecahkan masalahnya," ujar Coach Aloysius B. Gunawan.

"Terima kasih kepada Pyridam Farma yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa Binus untuk terlibat dalam pengembangan health tech industry dengan menyelengarakan PYFA Venture Competition. Semoga semakin banyak Binusian yang terlibat dalam industri ini," tutupnya.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI