Rangkul Para Pekerja Seni, Serumpun Lima Sukses Tembus ke Final Festival Kreatif Lokal 2020

Kamis, 05 November 2020 07:00 Penulis: Iwan Tantomi
Rangkul Para Pekerja Seni, Serumpun Lima Sukses Tembus ke Final Festival Kreatif Lokal 2020
credit: Serumpun Lima

Kapanlagi Plus - Menekuni bisnis di bidang seni boleh dibilang susah-susah gampang di negeri ini. Apalagi jika seni tradisional, yang di era modern ini mulai ditinggalkan. Namun, hal ini tak membuat Serumpun Lima patah arang.

Dengan komitmen dan keyakinan yang kuat, ia tetap menjalankan bisnis pertunjukan yang mengangkat kesenian tradisional. Menariknya, Serumpun lima menuai kesuksesan, hingga terpilih sebagai salah satu dari 18 finalis Festival Kreatif Lokal 2020 dalam kategori pertunjukan. Yuk, intip profil selengkapnya dari Serumpun Lima berikut ini.

Lestarikan Kesenian Tradisional

Serumpun Lima didirikan oleh Andin Destian yang berasal dari Balikpapan. Bukan hal mudah bagi Andin untuk mengembangkan bidang usaha ini. Menurutnya, UMKM pertunjukan tak hanya sekadar merangkai gerakan, lagu, atau komposisi talent saja.

Lebih dari itu, ia juga harus mempelajari terlebih dahulu tentang budaya mana atau kesenian mana yang akan dipertunjukkan. Bahkan, kadang ia harus berangkat terlebih dahulu menuju daerah yang akan saya bawakan untuk bisa mempelajari budayanya secara detail dan dapat sharing kepada para tetua yang memang paham budaya tersebut.

Enggan Menghilangkan Orisinalitas

Lebih lanjut, Andin menjelaskan jika dalam kesenian tradisional, ada yang sudah menjadi pakem atau ketetapan, tak boleh diubah dan harus mengikuti akar budaya
adat yang sudah ada. Meski begitu, ada pula yang bisa dikembangkan atau dikreasikan tapi tidak membuang nilai-nilai keasliannya.

credit: Serumpun Limacredit: Serumpun Lima

Tak Melupakan Aspek Sosial

Dari usaha yang Serumpun Lima jalani, ada beberapa aspek penting yang juga pendiri junjung tinggi, yaitu masalah sosial terhadap sekitar. Andin selalu mengajak para pekerja seni yang tergabung bersama saya untuk banyak berbuat hal bermanfaat dibidang sosial, bahkan selalu terjadwal dalam setahun akan dilakukan 2-3 kali.

Mulai dari bakti sosial ke panti asuhan, panti jompo, berbagi makan sahur, tebar Al-Quran, dll. Juga kita beberapa kali melakukan Gathering, nongkrong bareng, nginap bareng, yang bertujuan untuk mempererat komunikasi, kekompakkan, dan juga tali persaudaraan didalam tim.

Menurut Andin, dalam seni pertunjukkan tak hanya dibutuhkan skill saja, melainkan sinerginya antara 1 talent dengan talent lainnya. Kerennya hampir semua pekerja seni yang dirangkul masih berusia 15-25 tahun.

Kini, Serumpun Lima memiliki 53 karyawan yang digaji per event, karena basic talent-nya berbeda, seperti dokumentasi maupun back stage. Rata-rata gaji talent di Serumpun Lima sebesar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan. Sementara omzet per bulannya sekitar Rp8 juta sampai Rp9 juta. Kamu bisa mengintip kegiatan mereka lewat akun instagram @serumpunlima.

Itulah profil singkat sebagai salah satu finalis Festival Kreatif Lokal 2020. Sebagai informasi tambahan Festival Kreatif Lokal 2020 adalah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Adira Finance bekerjasama dengan Kemenparekraf RI bertemakan #BangkitBersamaSahabat yang diadakan mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021 mendatang. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Adira Finance terhadap program Kemenparekraf RI #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI