CLOSE

Sebut Industri Kreatif Masih Terpukul Dampak Pandemi, DNA Productions Minta Kebijakan Pembayaran

Sebut Industri Kreatif Masih Terpukul Dampak Pandemi, DNA Productions Minta Kebijakan Pembayaran
DNA Productions soroti industri kreatif yang masih terpukul oleh dampak pandemi (Credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Masih bisa diingat, pandemi Covid-19 begitu berdampak hebat bagi seluruh sektor kehidupan tak terkecuali industri kreatif. Hal itu diakui oeh Rina Novita, CEO DNA Productions.

DNA Productions sendiri merupakan rumah produksi kreatif yang dikenal karena karya-karyanya dalam dunia film animasi di Indonesia. Selama pandemi, usaha DNA Productions tergantung pada pinjaman sebuah bank swasta.

Namun, pasca pandemi, DNA Productions masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya. Oleh karena itu, Rina Novita berharap agar pihak perbankan, khususnya bank swasta nasional, dapat lebih bersahabat dengan para debiturnya.

1. Dukung Kebangkitan

DNA Productions soroti industri kreatif yang masih terpukul oleh dampak pandemi (Credit: Istimewa)

Dia juga mengharapkan agar pihak bank dan pemerintah mendukung bangkitnya industri kreatif, bukan sebaliknya, di mana bank sebagai kreditur menunjukkan sikap keras bahkan mencoba untuk menjatuhkan para debiturnya hingga pailit.

"Sebagai pelaku industri kreatif, dampak Covid-19 bagi kami masih sangat terasa. Misalnya, pembayaran dari stasiun TV juga terhambat. Oleh karena itu, saya meminta restrukturisasi utang kepada pihak bank, namun malah diancam akan dipailitkan," kata Rina Novita kepada wartawan baru-baru ini.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Surati OJK dan Parekraf

"Beri kami kesempatan. Saya tidak akan melarikan diri. Meskipun pada saat yang sama, saya juga telah meminta perlindungan hukum dari DPR. Tolong berikan kami kesempatan, saat ini kami sedang berusaha bangkit," imbuhnya lagi.

Selain mengirim surat ke DPR untuk meminta perlindungan hukum, Rina juga telah mengirim surat kepada OJK dan Parekraf. Rina berharap agar pihak bank tidak hanya mengikuti peraturan perbankan yang berlaku, yang mungkin mengarah pada pailitnya para debitur.

"Saya hanya meminta untuk bernegosiasi terlebih dahulu. Jika ada kemungkinan restrukturisasi utang, itu akan sangat membantu," tambahnya.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending