SMP Labschool Kebayoran Bawa Pulang Medali Emas di Kompetisi Internasional IWISE dan Xpertstem 2026 di London

SMP Labschool Kebayoran dengan seragam iWise. (SMP Labschool Kebayoran)
Kapanlagi.com - SMP Labschool Kebayoran kembali mengukir prestasi di level internasional melalui partisipasi di International World Innovative Student Exhibition (IWISE) dan International STEM Competition (Xpertstem) London, UK 2026. Delegasi Indonesia dari sekolah ini beranggotakan 23 siswa dan tampil di University of Surrey, Inggris, pada 2–7 Agustus 2026.
Dalam dua ajang tersebut, para peserta membawa pulang medali dari beragam kategori serta menempati posisi teratas pada beberapa cabang lomba. Capaian datang dari bidang STEM, talent, iTech, hingga kompetisi akademik seperti creative writing dan spelling bee.
Kegiatan tahun ini terselenggara dengan melibatkan peserta dari puluhan negara. Selain prestasi medali, beberapa siswa SMP Labschool Kebayoran juga meraih peringkat puncak di kategori tertentu.
Advertisement
1. Rekap Perolehan IWISE 2026
Di IWISE 2026, sebanyak 23 siswa SMP Labschool Kebayoran meraih hasil di sejumlah kategori. Delapan siswa menyabet medali emas di bidang STEM, tiga siswa meraih medali emas di bidang Talent (Dance), dan satu siswa meraih medali emas di bidang iTech.
Pada cabang Creative Writing, delegasi Indonesia dari SMP Labschool Kebayoran meraih satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu. Perolehan ini melengkapi deretan penghargaan pada bidang sains dan teknologi.
Untuk cabang Spelling Bee, para siswa mencatat tiga medali perak dan satu medali perunggu. Pencapaian akademik ini menambah sebaran medali pada disiplin yang berbeda.
Selain medali, sejumlah posisi puncak juga diraih. TOP 1 Position for Talent Category diraih oleh Nuaira Syabila Azzahra Kurniawan, Andara Zhafira Geanthy Prasojo, dan Fayza Sungkar. TOP 1 Position for iTech Category diraih Ghaziya Ijtihad, sementara TOP 2 Position for Creative Writing diraih Deandra Aleesha Annaylabella.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Hasil Xpertstem London: Dua Emas dari Lima Delegasi
Dari total 23 siswa yang berkompetisi di IWISE, lima di antaranya juga mengikuti International STEM Competition (Xpertstem). Kelimanya membukukan dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Di kategori matematika Xpertstem, Kenzie Danishwara Prasetyo meraih TOP 2 Position for Xpertstem Mathematics Category. Hasil ini menambah daftar capaian yang diraih di ajang bertema sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Kombinasi raihan medali dan peringkat ini melengkapi kontribusi SMP Labschool Kebayoran pada kompetisi internasional tahun ini, sejalan dengan performa di IWISE.
3. Skala Kompetisi dan Jejak Partisipasi Sekolah
Kedua ajang di University of Surrey, Inggris, pada 2–7 Agustus 2026 tersebut diikuti peserta dari 40 negara. Negara-negara yang ambil bagian antara lain Azerbaijan, Iran, Kosovo, Irak, Turki, Angola, Zimbabwe, Georgia, Kirgizstan, Myanmar, Afrika Selatan, Britania Raya, Malaysia, Vietnam, Filipina, Turkmenistan, Mesir, Ukraina, Meksiko, Tajikistan, Ekuador, Makedonia Utara, Pakistan, Yordania, Amerika Serikat, Aljazair, Bangladesh, Kamerun, Republik Dominika, Uzbekistan, Kanada, Tiongkok, Tunisia, Thailand, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Chad, Arab Saudi, dan Yunani.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Oscar Academy UK. Tahun ini menjadi kali keempat SMP Labschool Kebayoran berpartisipasi dalam rangkaian ajang tersebut.
Sebelumnya, sekolah berpartisipasi pada 2025 di Boston dan Inggris, serta pada 2026 di Dubai dan Inggris. Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Regional ASEAN pada 29 Oktober–1 November 2026 di Yogyakarta.
4. Apresiasi dari Sekolah dan Guru Pendamping
Kepala SMP Labschool Kebayoran, Yulinda Asnita, M.Pd., selaku supervisor lomba, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas upaya para siswa yang telah bersungguh-sungguh menyiapkan materi, berlatih, serta menjawab pertanyaan juri dengan baik. Menurutnya, rangkaian kegiatan internasional ini memberikan wawasan global kepada siswa.
Yulinda juga menekankan pentingnya kesempatan berinteraksi dan berbagi pengalaman penelitian dengan siswa dari negara lain sebagai bagian dari proses belajar yang luas dan aktual.
Guru pendamping, Yasmine Aneilla, S.Pd., dan Nina Kurniasih, S.Pd., turut mengapresiasi pencapaian para siswa. Mereka menilai keikutsertaan tahun ini menjadi pengalaman untuk berkolaborasi dan berdiskusi dengan para pendidik dari berbagai negara dalam kerangka pengembangan pendidikan di negara masing-masing.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/jje)
Advertisement












































