Sudah Mencuri, Pura-Pura Jadi Pembeli Agar Dapatkan Refund Lagi!
© The Sun
Kapanlagi.com - Penjahat selalu memiliki cara yang lebih cerdas untuk keuntungan pribadinya ya? Apalagi dengan meningkatnya teknologi informasi. Selain menggunakan cara virtual, para penjahat di zaman modern ini semakin lihai menggunakan modus social engineering.
Social engineering merupakan metode yang dilakukan seseorang untuk berbaur dengan baik di lingkungan sosial. Cara ini ditempuh dengan cara mengamati perilaku anggota sebuah komunitas sehingga dia dapat melancarkan aksi penipuan atau kriminalitas tanpa dicurigai sedikitpun.
Pria asal Inggris ini termasuk salah satu contoh kriminal yang menggunakan metode social engineering dalam melakukan tindak kriminalnya. Pria berambut putih ini secara natural memasuki sebuah toko di Wragby Road, Lincoln pada Senin (02/01) lalu. Pria ini langsung menyeret sebuah box televisi yang didisplay di bagian elektronik.
Advertisement

Tak berhenti dari situ, pria yang kini jadi buronan Polisi Lincolnshire, Inggris, ini berjalan dengan santai ke kasir dan meminta refund atas barang curian tersebut. Jumlah refund yang dimintanya memang tak terlalu besar tapi tetap saja pihak toko mengalami kerugian tak terduga akibat insiden tersebut.
Pihak toko tertipu sebesar 5 juta rupiah atas aksi mulus si pria yang tampaknya seorang penipu profesional tersebut. Awalnya manajer toko tidak merasa janggal hingga melakukan pengecekan lebih lanjut pada pria mencurigakan yang meminta refund tanpa mengikutsertakan nota tersebut.

Akhirnya, pihak toko menghubungi kepolisian setelah menyadari kesalahan mereka karena terlalu percaya pada pelanggan yang mencuri sekaligus menodong mereka dalam sehari tersebut. Duh, sial banget ya?
(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)
(kpl/agt)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Duet Azzio-Rama Raih 3 SO di D'Academy 8 Meski Melly Lee Absen
