Suhu Capai 0 Derajat, Kawasan Gunung Bromo dan Semeru Dipenuhi Embun Salju

Minggu, 23 Juni 2019 10:17 Penulis: Tyssa Madelina
Suhu Capai 0 Derajat, Kawasan Gunung Bromo dan Semeru Dipenuhi Embun Salju
Gunung Bromo dipenuhi embun salju (Credi:merdeka.com)


Kapanlagi Plus - Kawasan Gunung Bromo dan Semeru lebih dingin dari hari biasanya, bahkan muncul embun salju sejak sepekan terakhir. Suhu berkisar antara 5 sampai 12 derajat celsius di siang hari, sementara malam hari menyentuh 0 derajat bahkan di bawahnya.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Syarif Hidayat mencontohkan, malam hari di Penanjakan dan beberapa titik lainnya suhu menyentuh sampai 0 derajat. Muncul fenomena frost atau embun upas berupa butiran es terpantau beberapa kali.

"Memasuki kemarau di sana sedang ada fenomena frost atau embun upas seperti butiran es. Meskipun tidak setiap hari, tapi sudah dilaporkan frost itu muncul," jelas Syarif Hidayat, Sabtu (22/6).

1. Musibah Bagi Petani

Kata Syarif, bagi sebagian pengunjung, embun upas (frost) menjadi fenomena menarik yang eksotik. Sehingga memang perlu diabadikan lewat foto atau video oleh para wisatawan. Namun bagi petani setempat, kondisi tersebut tidak menguntungkan lantaran berdampak pada tanaman. Daun-daun akan kering dan rusak yang akhirnya tanaman mati.

"Bagi petani memang musibah, karena pertanian atau daun tanaman pertanian yang terkena frost atau embun upas akan mengering dan mati," katanya.

Karena itu, kemudian dikenal dengan istilah embun upas yang artinya dalam bahasa Jawa, embun berbisa. Mungkin karena mengakibatkan kerusakan pada tanaman.

2. Disambut Antusias

Kondisi seperti ini biasanya terjadi sepanjang musim kemarau yang terjadi diperkirakan antara April sampai September. Sepanjang rentang bulan tersebut fenomena embun upas biasanya terjadi.

"Jadi kemungkinan adanya fenomena frost itu di antara rentang bulan tersebut," tegasnya.

Sementara dari sisi kunjungan, hingga saat ini belum memberikan dampak negatif yang diakibatkan cuaca dingin. Para wisatawan masih cukup antusias dan belum dilaporkan adanya pengaruh atau dampak negatif.

3. Pakai Baju Hangat

Namun para pengunjung diimbau untuk tetap mengantisipasi terhadap cuaca ekstrem dengan memakai baju hangat. Wisatawan diminta melengkapi diri dengan jaket, sarung tangan, penutup kepala atau topi.

"Minuman makanan yang cukup, bahkan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan, fisik harus prima. Selain itu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dampak cuaca dingin, segera menghubungi kantor atau petugas terdekat untuk dilakukan penanganan," jelasnya.

(kpl/dar/tmd)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI