Sukses dengan Event Musik, Kemenpar Gelar Lomba Mancing di Crossborder Belu

Sabtu, 08 Juni 2019 13:10 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Sukses dengan Event Musik, Kemenpar Gelar Lomba Mancing di Crossborder Belu
(c) Kemenpar

Kapanlagi Plus - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selalu membuat gebrakan luar biasa dalam menggarap pasar crossborder di Nusa Tenggara Timur (NTT). Usai memetik kesuksesan dengan event musik, kini Kemenpar siap menggelar Lomba Mancing Seri IV Piala Bupati Belu 2019. Keseruan acara ini bakal bisa didapatkan pada hari Sabtu - Minggu nanti, tanggal 8 dan 9 Juni 2019.

Lomba mancing ini tidak sembarangan. Sangat bergengsi. Buktinya, sebanyak 110 wisatawan asal Timor Leste dipastikan akan ambil bagian dalam event ini. Kegiatannya akan dipusatkan di TPI Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabuaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani mengatakan, lomba mancing menjadi strategi lain yang diterapkan Kemenpar untuk mendatangkan wisatawan perbatasan.

“Kita memang harus menyiapkan berbagai strategi. Berbagai pendekatan untuk mendatangkan wisatawan Timor Leste. Ada satu kebiasaan masyarakat NTT dan Timor Leste yang hampir sama. Yaitu suka memancing. Hal ini juga kita pantau. Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan,” paparnya.

Ricky menjelaskan, dukungan yang diberikan berupa promosi. Tidak tanggung-tanggung, promosi dilakukan hingga ke Timor Leste.

“Kita yakin event ini menarik buat masyarakat Timor Leste. Makanya kita melakukan promosi hingga kesana. Hasilnya tidak sia-sia. Karena, update terakhir mengatakan jumlah peserta asal Timor Leste mencapai 110 orang. Jumlah ini akan terus bertambah. Karena pendaftaran masih bisa dilangsungkan hingga Sabtu pagi, sekitar pukul 08.00 WITA. Atau, sebelum lomba kita mulai,” terang Ricky.

Tidak hanya menyasar Timor Leste. Promosi juga dilakukan di wilayah NTT dan sekitarnya. Ricky pun optimis jumlah peserta akan membludak. Karena tidak hanya berasal dari Belu saja. Peserta dari daerah lain di NTT bisa dipastikan akan ambil bagian.

“Bagaimana pun kegiatan ini mnejadi bagian untuk memeriahkan crossborder. Event yang sangat potensi menarik wisatawan asal Timor Leste. Oleh karena itu, kita akan maksimalkan promosinya,” papar Ricky lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika crossborder menjadi senjata pamungkas Kementerian Pariwisata. Senjata untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia di tahun 2019 ini.

“Target yang kita ingin capai tidak sedikit. Dan kita melihat potensi terbesar berasal dari crossborder. Makanya crossborder menjadi senjata pamungkas kita. Banyak event yang kita gelar di sana untuk mendatangkan wisatawan. Mulai dari musik, budaya, termasuk juga lomba mancing di Belu, NTT,” kata Manteri lulusan Telematika University of Surrey itu.

(*/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI